Lain-lain

Hipoglikemia | Pengertian, Gejala, Penyebab dan Penanganan Hipoglikemia

Ulasan lengkap Hipoglikemia, pengertian, kategori, gejala, komplikasi, penyebab, diagnosis dan pengobatan.

Pengertian Hipoglikemia

Hipoglikemia atau gula darah rendah adalah kondisi ketika gula di dalam darah di bawah nilai normal. Seseorang dikatakan hipoglikemia ketika nilai gula darah di bawah 70 mg/dl.

Kondisi ini sering dikaitkan dengan penggunaan obat diabetes, namun pengobatan dan kondisi lain juga dapat menyebabkan penurunan gula darah.

Gula Darah

  • Glukosa atau gula darah merupakan sumber energi utama bagi tubuh, sehingga Mommy dapat beraktivitas normal.
  • Sumber glukosa berasal dari hasil pemecahan karbohidrat yang dikonsumsi, seperti nasi, roti, pasta, buah dan sayur.
  • Agar dapat dimanfaatkan oleh tubuh, gula di dalam darah harus masuk ke dalam sel tubuh dengan bantuan hormon insulin yang dihasilkan oleh pankreas.
  • Gula yang berlebih akan disimpan di dalam hati dan otot dalam bentuk glikogen.

Kategori Hipoglikemia

Berdasarkan tingkat keparahan terdapat beberapa jenis hipoglikemia, yaitu:

  • Level 1 (ringan), terjadi ketika nilai gula darah kurang dari 70 mg/dl, namun masih di atas 54 mg/dl.
  • Level 2 (sedang), terjadi ketika nilai gula darah penderita kurang dari 54 mg/dl
  • Level 3 (parah), terjadi ketika penderita tidak dapat beraktivitas karena adanya perubahan mental atau fisik. Penderita membutuhkan bantuan orang lain.

Gejala

  • Detak jantung tidak teratur atau cepat
  • Lelah
  • Kulit nampak pucat
  • Gemetar
  • Cemas
  • Sakit kepala
  • Berkeringat
  • Merasa kelaparan
  • Mudah marah
  • Kesemutan atau mati rasa pada bibir, lidah atau pipi

Ketika hipoglikemia bertambah parah, penderita dapat mengalami tanda dan gejala, seperti:

  • Pusing
  • Kebingungan
  • Gangguan penglihatan, seperti penglihatan menjadi kabur
  • Kejang
  • Hilangnya kesadaran

Komplikasi

Hipoglikemia yang tidak ditangani dapat menyebabkan kondisi berikut ini:

  • Kejang
  • Hilangnya kesadaran
  • Kematian

Oleh karena itu, penderita hipoglikemia harus segera mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.

Penyebab

Pada umumnya, hipoglikemia sering ditemui pada penderita diabetes mellitus atau kencing manis. Namun, tidak menutup kemungkinan terjadi pada seseorang tanpa diabetes.

  • Penyebab pada penderita diabetes

Diabetes atau kencing manis merupakan suatu kondisi ketika tubuh tidak dapat menghasilkan insulin, tidak dapat memenuhi kebutuhan insulin atau terjadi resistensi insulin, sehingga gula tetap berada di pembuluh darah, karena tidak dapat masuk ke dalam sel.

Kondisi tersebut menyebabkan gula di dalam darah menjadi tinggi, sehingga penderita diabetes harus mengonsumsi obat penurun gula darah, seperti suntikan insulin atau obat-obat oral lainnya.

Namun, dosis insulin atau obat diabetes lainnya yang terlalu tinggi dapat menyebabkan gula darah menjadi terlalu rendah yang disebut hipoglikemia.

Hipoglikemia juga dapat terjadi jika penderita diabetes tidak mengonsumsi makanan setelah menggunakan obat diabetes atau melakukan olahraga yang terlalu berat.

  • Penyebab tanpa diabetes

Meski jarang terjadi, hipoglikemia juga ditemukan pada penderita tanpa penyakit diabetes. Biasanya disebabkan oleh:

  • Pengobatan

Menggunakan obat diabetes milik orang lain juga dapat berisiko menyebabkan hipoglikemia. Selain itu, beberapa obat-obatan juga dilaporkan dapat menyebabkan penurunan gula darah, terutama pada anak-anak atau pasien dengan gangguan ginjal, seperti quinine yang digunakan untuk pengobatan malaria.

  • Konsumsi alkohol berlebih

Konsumsi alkohol dalam jumlah banyak tanpa makan atau saat perut kosong, dapat menghambat hati melepaskan gula ke dalam aliran darah, sehingga menyebabkan hipoglikemia.

  • Mengalami penyakit kritis

Penderita penyakit hati parah, seperti hepatitis atau sirosis hepatik berisiko mengalami hipoglikemia. Pada penderita gangguan ginjal dapat terjadi penumpukan obat, karena tubuh tidak dapat mengeluarkan obat dengan baik, sehingga juga berisiko menyebabkan hipoglikemia.

Kelaparan jangka panjang pada penderita yang mengalami gangguan makan atau anorexia nervosa dapat mengakibatkan tubuh tidak memiliki asupan yang cukup untuk menghasilkan glukosa.

  • Produksi insulin berlebih

Penderita dengan tumor pankreas, dalam istilah medis disebut insulinoma dapat menyebabkan pankreas memproduksi insulin dalam jumlah banyak, sehingga menyebabkan hipoglikemia.

  • Kekurangan hormon

Gangguan pada kelenjar adrenal dan pituitari dapat menyebabkan tubuh kekurangan hormon yang berfungsi untuk mengatur produksi gula.

  • Stres dan gaya hidup yang tidak baik

Pola makan yang buruk dan stres juga dapat menyebabkan hipoglikemia. Seseorang yang mengalami stres, sering kali mengonsumsi makanan tinggi gula dan berisiko mengalami hipoglikemia.

Gaya hidup yang tidak baik, seperti kurang tidur juga berisiko mengalami hipoglikemia.

Diagnosis

Selain dari tanda dan gejala yang dialami, hipoglikemia dapat diketahui dengan mengecek nilai gula atau glukosa darah. Nilai gula darah kurang dari 70 mg/dl dikatakan sebagai hipoglikemia.

Namun, beberapa penderita dapat merasakan gejala meskipun nilai gula darah masih di atas 70 mg/dl.

Pencegahan

Pada penderita diabetes

  • Gunakan pengobatan diabetes dengan dosis dan waktu sesuai anjuran dokter
  • Jangan melewatkan waktu makan
  • Konsultasikan kepada dokter jika menggunakan obat baru, merubah jadwal makan atau menambah jadwal olahraga
  • Periksa gula darah secara berkala. Mommy dapat menggunakan glukometer untuk pemeriksaan glukosa darah mandiri di rumah.

Pada penderita tanpa diabetes

Pada penderita yang mengalami hipoglikemia berulang, atur jadwal makan dengan lebih sering makan makanan kecil sepanjang hari, serta berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan penyebab dan pengobatan untuk hipoglikemia yang dialami.

Pengobatan

Beberapa cara untuk mengatasi hipoglikemia, antara lain:

  • Konsumsi makanan atau minuman yang mengandung 15 sampai 20 gram karbohidrat, seperti jus buah, soft drink, madu atau permen gula.
  • Cek gula darah 15 menit kemudian. Jika gula darah masih di bawah 70 mg/dl, konsumsi kembali makanan atau minuman yang mengandung 15 sampai 20 gram karbohidrat dan cek kembali dalam 15 menit. Ulangi langkah tersebut sampai gula darah di atas 70 mg/dl.
  • Pada penderita yang tidak dapat mengonsumsi makanan atau minuman, seperti penderita yang tidak sadar, segera dibawa ke rumah sakit. Peningkatan gula darah harus menggunakan suntikan glukagon atau glukosa intravena.

FREQUENTLY ASKED QUESTION

Ya, hipoglikemia juga dapat terjadi pada bayi baru lahir. Pada bayi baru lahir, gula darah rendah bisa terjadi karena berbagai alasan. Tanda dan gejala yang dapat dialami bayi adalah gemetar, warna biru pada kulit dan bibir (sianosis), suhu tubuh rendah (hipotermia), kejang, masalah pada pernapasan dan tidak ingin makan.

Hipoglikemia dapat disebabkan oleh beberapa kondisi, seperti:

  • Nutrisi buruk selama kehamilan
  • Mommy dengan diabetes yang tidak terkontrol dengan baik
  • Adanya ketidakcocokan antara jenis darah ibu dan bayi
  • Kecacatan janin
  • Mengalami penyakit metabolik bawaan
  • Kekurangan oksigen saat lahir
  • Mengalami penyakit lain, seperti penyakit liver atau infeksi

Diet terbaik untuk penderita hipoglikemia adalah tinggi protein, cukup tinggi lemak dan rendah karbohidrat. Jadwal makan yang sering dibutuhkan untuk mengontrol hipoglikemia jangka panjang.

Diet dirancang untuk menghindari penurunan gula darah, bukan untuk memperbaiki ketika terjadi hipoglikemia. Makanan tinggi gula tidak direkomendasikan, karena memicu reaksi pankreas yang berlebihan dan berisiko menyebabkan hipoglikemia.

Koma hipoglikemia adalah komplikasi serius yang mengancam jiwa, terjadi akibat nilai gula darah yang terlalu rendah. Biasanya kondisi ini terjadi pada penderita yang memiliki penyakit diabetes. Ketika koma, penderita tidak dapat bangun atau merespon berbagai jenis rangsangan, seperti rangsangan suara. Jika tidak diobati, koma dapat berakibat fatal.

Hipoglikemia atau gula darah rendah merupakan kondisi yang dapat membahayakan jiwa, oleh karena itu penderita harus mendapatkan penanganan yang tepat untuk mencegah komplikasi dan kematian.

Ditulis oleh : apt. Novita, S.Farm., M.Farm. – Tim penulis Mommy 101 disadur dari berbagai sumber

Sumber

  1. Mayo Clinic. Hypoglycemia [Internet}. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hypoglycemia/symptoms-causes/syc-20373685
  2. Hypoglycemia Support Foundation. Why is hypoglycemia the elephant in the room [Internet]. Available from: https://hypoglycemia.org/
  3. Mayo Clinic. Diabetic Coma [Internet]. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetic-coma/symptoms-causes/syc-20371475
  4. Hypoglycemia Support Foundation. Questions Anyone? [Internet]. Available from: https://hypoglycemia.org/questions/

Komentar

TestiMommy

Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image

Rentang kelahiran kedua yang cukup jauh, membuat saya sedikit lupa beberapa hal tentang parenting dan pengasuhan bayi. Informasi di website Mommy101 sangat membantu saya mengingat lagi semuanya. Terima kasih.

Eva, Mommy Lubna & Fadlan

New mom, young mom, senior mom, semua mommy wajib punya buku ini karena isinya sangat informatif, menarik, jelas dan padat, tidak ada lagi bingung-bingung soal perawatan bayi yaa moms.

Irsalina, mommy Aubrey dan Arsyila

Sebuah referensi terpercaya untuk ibu dan calon ibu. Sangat bermanfaat untuk panduan sehari-hari.

Mommy Fivi

Di Mommy 101 dari info yg basic sampe yg advanced ada semuah, bener-bener helpful buat first timer Mommy kaya aku. Sempet lupa minum folat acid, untung baca Mommy 101 jadi langsung gercep ambil n telen biar babyku tumbuh sehat. Makasi Mommy 101!

Jessica, Hamil 2 Bulan

Senang ketemu website Mommy101 yang lengkap banget infomasinya. Penyampaiannya ringan, menarik, dan mudah dipahami. Tapi tentu dengan sumber-sumber yang credible (bisa check di refrensinya). Thank you Mommy 101 for making our parenting tasks so much easier.

Sarah, Mommy Shifa