Dampak Perbedaan Pola Asuh Anak yang Perlu Diwaspadai Orang Tua

Perbedaan pola asuh antara orang tua bisa terjadi karena berbagai faktor, misalnya perbedaan kultural dan ekspektasi pada anak. Perbedaan pola asuh bisa berdampak negatif pada anak ataupun orang tua. Berikut selengkapnya.
Dampak Pada Pasangan Orang tua
Pada pasangan orang tua, perbedaan pola asuh bisa menyebabkan hilangnya rasa hormat pada pasangan, timbulnya adu argumen serta perselisihan yang terus-menerus, dan putusnya hubungan emosional karena merasa tidak dihargai atau tidak didengar pasangan.
Dampak Pada Anak
Lebih dari itu, perbedaan pola asuh juga akan memberikan dampak negatif pada anak :
1. Kebingungan
Ketika berkonflik, membuat anak bingung dan bertanya-tanya. Siapa yang harus mereka patuhi serta aturan mana yang sesungguhnya berlaku.
Kondisi pola asuh ini bisa membuat anak belajar untuk memanipulasi situasi yang paling menguntungkan bagi mereka. Mereka bisa membenci salah satu atau kedua orang tua, atau memihak salah satu dari orang tua.
2. Kecemasan
Ketika orang tua berbeda pendapat atau mengekspresikan emosi di depan anak-anak, anak-anak bisa merasa bahwa dunia mereka runtuh. Bahkan ketika adu mulut dihindari dilakukan di depan anak, anak seperti memiliki radar yang mendeteksi kondisi emosi orang tua.
3. Perasaan tidak aman
Anak merasa paling aman ketika mendapatkan ritme pola asuh yang konsisten dari orang tua. Ketika orang tua bereaksi kasar atau tidak terduga, anak bisa merasa stres, depresi, atau marah.
4. Rasa bersalah atau malu
Dampak perbedaan pola asuh lainnya yaitu anak memandang dirinya sebagai pusat dari dunianya. Mereka sering menyalahkan diri mereka sendiri atas pertengkaran orang tua, bahkan ketika pertengkaran itu bukan tentang mereka.
5. Bertingkah
Anak-anak meniru apa yang orang tua mereka lakukan, dengan berteriak atau berkelahi. Atau, anak tidak tahu bagaimana menangani rasa tidak aman, rasa bersalah, depresi, atau kemarahan mereka dan mulai bersikap agresif, memberontak, keras kepala, licik, cengeng, tidak mandiri, manipulatif, dan sebagainya.
Perbedaan pola asuh anak wajar terjadi di banyak keluarga. Yang terpenting bagi orang tua adalah menemukan strategi mengatasi perbedaan pola asuh agar orang tua tampil dalam satu suara dan kompak di hadapan anak.

