Tips Pola Asuh Anak yang Perlu Diketahui Oleh Orang Tua

Dalam dunia parenting, dikenal istilah pola asuh, yang menggambarkan bagaimana orang tua merespons dan menuntut anak.
Ada 4 macam pola asuh, yaitu otoriter, otoritatif, permisif, dan abai. Idealnya, sebagai satu tim, pasangan orang tua meyakini satu pola asuh yang sama agar tidak berdampak negatif untuk anak. Namun pada kenyataannya, banyak pasangan orang tua mempraktikkan adanya perbedaan pola asuh.
Menyeimbangkan dan memadukan pola asuh membutuhkan pemikiran dan kekompakan antar kedua orang tua. Berikut tips kompak dalam pola asuh anak:
1. Diskusikan tujuan pengasuhan
Idealnya, tujuan pengasuhan pengasuhan anak didiskusikan sebelum hadirnya anak. Tak ada kata terlambat untuk memulainya. Ungkapkan tujuan pengasuhan masing-masing, agar bisa membentuk pribadi anak yang seperti apa. Tips pola asuh yang bisa dilakukan, jika ada perbedaan pendapat, coba pahami cara pandang pasangan.
2. Buat aturan bersama-sama
Sepakati aturan-aturan yang spesifik. Aturan-aturan ini bisa berupa pernyataan jam berapa anak harus tidur malam, bahwa anak harus meminta izin sebelum bermain di luar, atau PR harus selesai sebelum bermain dengan gawai elektronik.
3. Tentukan konsekuensi bersama-sama
Tips pola asuh berikutnya, tentukan bersama-sama konsekuensi yang akan diterima anak jika melanggar peraturan di rumah. Upaya ini sangat efektif ketika orang tua memiliki pola asuh yang berbanding terbalik, misalnya Mommy cenderung ketat sementara pasangan santai.
4. Saling dukung satu sama lain
Setelah dibuat, penting bagi orang tua untuk kompak memegang teguh aturan tersebut. Tips pola asuh ini memperlihatkan kepada anak bahwa kedua orang tua tidak bisa dipecah belah dan ditaklukkan.
5. Jangan beradu pendapat di depan anak
Kecuali salah satu orang tua bersikap kasar kepada anak, jangan langsung menunjukkan karena anak akan melihatnya sebagai ketidakkompakan di antara kedua orang tua.
Tunjukkan bahwa kedua orang tua memiliki pendapat yang sama dan saling mendukung satu sama lain. Bicarakan ketidaksetujuan nanti ketika tidak ada anak. Atau jika mendesak, setidaknya bicaralah di ruang yang terpisah.
6. Bersikap fleksibel
Pola asuh harus fleksibel sesuai dengan pertumbuhan anak. Orang tua sebaiknya mengkaji kembali rencana pengasuhan jika perlu. Tips pola asuh yang seimbang juga pertimbangkan kepribadian anak, yang berbeda satu dengan lainnya. Pola asuh sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak tersebut.
7. Libatkan anak-anak
Tunjukkan peraturan yang sudah dibuat kepada anak dan tanyakan pendapat mereka mengenai hal itu. Terbukalah terhadap ide dan saran mereka, serta buat perubahan jika diperlukan
8. Berikan kesempatan kedua
Jika salah satu orang tua membuat kesalahan atau salah mengambil keputusan, jangan langsung melontarkan tuduhan. Tunggu sampai anak-anak tidak ada, lalu bicarakan permasalahan tersebut dengan tenang. Beri maaf. Saling mendukung satu sama lain sangatlah berarti.
Yuk, Mommy, semangat berusaha menemukan jalan tengah agar anak dapat tumbuh bersama dalam lingkungan yang sehat. Semoga sukses Mommy!

