Anda & Suami

Saat Pola Asuh Orang Tua Berbeda, Apa Penyebabnya?

Perbedaan pola asuh orang tua bisa disebabkan oleh sejumlah faktor, dari histori, kultural hingga informasi tentang pengasuhan anak. Berikut selengkapnya.
Saat Pola Asuh  Orang Tua Berbeda, Apa Penyebabnya?

Pola asuh atau parenting adalah gambaran bagaimana orang tua merespons dan menuntut anak. Berdasarkan penelitian, dari keempat jenis pola asuh; otoriter, otoritatif, permisif, dan abai, yang dianggap paling efektif dalam pengasuhan anak adalah pola asuh otoritatif.

Anak-anak yang dibesarkan dalam pola asuh otoritatif ini cenderung kuat dalam sisi akademis dan stabil secara emosional. 

Baca Juga: Perbedaan Pola Asuh Anak Antar Orang Tua, Seperti Apa Ciri-cirinya?

Namun demikian, setiap orang tua mempraktikkan pengasuhan anak yang mereka yakini. Banyak sekali pasangan suami isteri yang meyakini pola asuh yang berbeda. Ada sejumlah faktor yang memengaruhi perbedaan tersebut, di antaranya adalah:

1. Cara dibesarkan

Pola asuh seseorang mulai berkembang sejak kecil. Bagaimana orang tua dibesarkan, pengalamannya saat tumbuh kembang, dan nilai-nilai yang ditanamkan sejak kecil membentuk pendekatan yang digunakan dalam pengasuhan anak.

2. Faktor kultural

Faktor-faktor kultural, seperti peran gender, komunitas di mana keluarga tinggal, agama atau keyakinan yang dianut, pandangan politik, status sosial ekonomi, dan norma-norma etnis berperan dalam pembentukan pola asuh.

3. Harapan terhadap anak

Setiap orang tua menginginkan yang terbaik bagi anak-anak mereka. Keinginan ini kemudian akan membentuk pola asuh yang akan ditanamkan orang tua kepada anak-anak.

4. Informasi pengasuhan anak

Banyak calon orang tua mempersiapkan diri mereka dengan mencari informasi tentang pengasuhan anak dari buku atau panduan lainnya. Upaya ini dapat memengaruhi pola asuh yang akan diterapkan kepada calon anak mereka kelak.

Baca Juga: Pola Asuh Anak Terbagi Menjadi 4 Jenis, Apa Sajakah Itu?

Perbedaan pola asuh di antara pasangan adalah sesuatu yang wajar terjadi. Namun, kewajaran ini tidak dapat dijadikan alasan untuk membiarkannya begitu saja.

Hal ditunjukkan ketika orang tua ketika merespons perilaku anak secara berbeda. Hal ini bisa menimbulkan dampak negatif pada anak seperti kebingungan pada anak, mana yang harus diikuti.

Perbedaan pola asuh juga bisa berdampak negatif pada hubungan kedua orang tua. Perselisihan yang terus-menerus akibat perbedaan pandangan tentang pengasuhan anak bisa merenggangkan hubungan emosional di antara keduanya.

JIka Mommy mengalami hal ini, yuk baca selengkapnya tentang cara mengatasi perbedaan pola asuh.

Komentar

TestiMommy

Slide Image

Senang sekali dengan informasi yang ada dalam website ini

Mama Arka