Memandikan Anak Berbeda Jenis Kelamin, Adakah Pro dan Kontranya?

Sebagian Mommy memutuskan untuk memandikan anak dalam waktu yang bersamaan guna menghemat waktu, dengan mengesampingkan jenis kelamin mereka. Selain menghemat waktu, aktivitas mandi bersama saat di usia dini ini juga bisa Mommy manfaatkan untuk melatih berbagai keterampilan pada anak.
Namun, Mommy juga harus menyadari bahwa jika kebiasaan memandikan anak bersama dibiarkan, akan ada dampak negatifnya, terutama jika mereka berbeda jenis kelamin. Oleh karena itu, sebaiknya kebiasaan ini dihentikan saat salah seorang di antara mereka mencapai usia 4 tahun, mulai merasa tidak nyaman, atau mulai banyak bertanya tentang bagian tubuh saudaranya yang berbeda.
PRO
1. Melatih keterampilan sosial-komunikasi
Memandikan anak bersama dapat membangun keakraban antara kakak dan adik. Buat agar mandi bersama menjadi rutinitas yang menyenangkan bagi anak dengan cara membiarkan mereka bermain sesaat di waktu mandi. Kakak dan adik yang kerap bermain bersama dan berbagi kenangan indah bersama cenderung memiliki hubungan yang lebih baik di masa depan dan juga hubungan yang lebih baik dengan orang lain.
2. Melatih keterampilan berbagi
Saat memandikan anak bersama, sediakan berbagai mainan yang bisa anak-anak mainkan. Ajari anak untuk memainkan mainan-mainan itu secara bergantian. Jangan lupa, beri mereka pujian ketika bersedia menukar mainan yang sedang dipegang untuk diberikan kepada si adik atau kakak.
3. Melatih keterampilan menunggu giliran
Meskipun memandikan anak bersama, Mommy tentu tetap tidak bisa mengurusi mereka secara berbarengan. Mommy harus menyabuni, mengeramasi, membilas tubuh mereka secara bergantian. Ini adalah kesempatan yang baik untuk mengajari mereka tentang menunggu saat belum tiba giliran mereka.
4. Melatih keterampilan menyelesaikan masalah
Sebaiknya Mommy jangan terlalu sering mengintervensi komunikasi di antara anak. Biarkan mereka terlebih dulu belajar untuk memutuskan dan menyelesaikan sendiri masalah mereka.
Baca Juga: Mandi Bersama Saudara Berbeda Jenis Kelamin, Bolehkah Dilakukan?
KONTRA
1. Anak akan terpancing untuk memainkan alat kelaminnyaÂ
Dengan seringnya melihat alat kelamin lawan jenisnya. Meskipun ia belum bisa mengasosiakan pikirannya terlalu jauh, ia akan cenderung mengulanginya bila merasa pengalaman tersebut memberikannya kenikmatan.
2. Anak akan sulit memahami batasan privasinya.
Mungkin saja karena Mommy terbiasa memandikan anak yang bersama berbeda jenis kelamin. Anak akan menganggap normal bertelanjang di depan orang lain.
3. Proses kemandirian anak akan terhambat.
Ketika tiba saatnya anak berhenti mandi bersama, itulah saatnya anak belajar mandi sendiri. Ini adalah salah satu keterampilan hidup yang harus dikuasainya.
4. Anak menjadi korban dan pelaku pelecehan seksual.
Bukan tidak mungkin anak akan bersikap agresif secara seksual terhadap saudara kandungnya sendiri. Oeh karena itu, segera hentikan aktivitas memandikan anak bersama jika Mommy merasa salah seorang dari mereka mulai tidak fokus pada aktivitas mandi atau bermain, alih-alih lebih banyak memperhatikan tubuh saudaranya.
Sebenarnya, Mommy tidak perlu khawatir berlebihan, karena normalnya kakak akan memutuskan sendiri kapan ia tidak mau lagi mandi bersama adiknya yang berbeda kelamin sebelum usia 4 tahun tanpa perlu Mommy intervensi. Ketika ini terjadi, berikan pengertian pada adik tanpa harus membesar-besarkannya.
Untuk mendapatkan informasi tentang hubungan kakak dan adik lainnya, jangan lupa untuk membaca artikel-artikel lainnya di TheMommy101.com dan juga ikuti terus kabar terbaru lainnya melalui akun Instagram Mommy.101.

