Solusio Plasenta
Pengertian Solusio Plasenta
Solusio plasenta atau abruption placentae adalah kondisi ketika plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum persalinan.
Solusio plasenta umumnya terjadi pada trimester akhir, terutama beberapa minggu terakhir menjelang persalinan.
Gejala Solusio Plasenta
Solusio plasenta dapat terjadi secara tiba-tiba dan harus segera ditangani. Berikut gejalanya.
- Perdarahan vagina
- Nyeri perut
- Nyeri punggung
- Kekakuan pada rahim
- Kontraksi rahim secara terus-menerus
Gejala yang paling sering terjadi adalah perdarahan vagina, meskipun tidak semua penderita solusio plasenta mengalaminya. Darah berwarna merah gelap akan keluar dari vagina dengan volume yang bervariasi.
Klasifikasi
Solusio plasenta diklasifikasikan menjadi 3 grade berikut ini.
Grade 1
Perdarahan dalam jumlah sedikit yang disertai beberapa kali kontraksi rahim. Namun, tidak ditemukan tanda-tanda gawat janin atau tekanan darah rendah pada Mommy.
Grade 2
Perdarahan ringan hingga sedang yang disertai kontraksi rahim. Terkadang, ditemukan gangguan pada detak jantung bayi.
Grade 3
Perdarahan sedang hingga parah, bahkan mengalami perdarahan tersembunyi, disertai kontraksi rahim yang terus-menerus, sakit perut, tekanan darah rendah, dan kematian pada bayi.
Penyebab Solusio Plasenta
Penyebab pasti terjadinya solusio plasenta tidak selalu diketahui. Namun, sebagian disebabkan oleh trauma atau cedera pada perut dan hilangnya air ketuban dengan cepat.
Faktor risiko
Sejumlah faktor berikut dapat meningkatkan risiko Mommy mengalami solusio plasenta.
- Riwayat solusio plasenta pada kehamilan sebelumnya
- Hamil kembar
- Mengalami hipertensi selama kehamilan, termasuk preeklamsia dan sindrom HELLP
- Merokok
- Menggunakan kokain
- Jatuh atau mengalami cedera pada perut
- Pecah ketuban dini
- Infeksi dalam rahim selama kehamilan
- Hamil di usia lebih dari 40 tahun
Komplikasi
Bagi Mommy
- Perdarahan hebat
- Syok akibat kehilangan banyak darah
- Penurunan aliran darah dan kerusakan ginjal atau otak
- Kegagalan organ akibat kehilangan darah
- Gangguan pembekuan darah
Bagi Janin
- Hambatan pertumbuhan akibat asupan nutrisi yang tidak tercukupi
- Tidak mendapatkan suplai oksigen yang cukup
- Kelahiran prematur
- Meninggal dalam kandungan
Diagnosis
Untuk mendiagnosis solusio plasenta, dokter akan melakukan pemeriksaan rahim, pemeriksaan darah, dan USG.
Pencegahan
Belum ada langkah pencegahan solusio plasenta. Namun, Mommy dapat menurunkan risikonya dengan beberapa cara berikut.
- Tidak merokok
- Tidak menggunakan obat-obat terlarang
- Memastikan tekanan darah tetap stabil
- Hindari trauma atau cedera pada perut
- Lakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin
Penanganan
Solusio plasenta ringan
Pada bayi belum cukup bulan, dilakukan perawatan di rumah sakit dengan pemantauan ketat.
Jika perdarahan berhenti dan kondisi bayi stabil, Mommy dapat beristirahat total di rumah hingga waktu persalinan tiba.
Pada bayi cukup bulan, umumnya setelah 34 minggu, akan dilakukan persalinan.
Solusio plasenta berat
Jika kondisi membahayakan bagi Mommy atau bayi, dokter akan menyarankan persalinan segera dengan operasi sesar.
FREQUENTLY ASKED QUESTION
Bagaimana tanda terlepasnya plasenta?
Tanda yang paling sering muncul adalah perdarahan vagina. Selain itu, Mommy dapat mengalami nyeri perut, nyeri punggung, kontraksi rahim secara terus-menerus, serta kekakuan pada rahim.
Mengapa plasenta bisa hancur?
Plasenta bisa hancur akibat trauma atau cedera pada perut Mommy, seperti kecelakaan atau terjatuh. Riwayat kesehatan, usia, gaya hidup tidak sehat, penggunaan obat terlarang, hamil kembar juga dapat meningkatkan risiko plasenta hancur.
Pada usia kehamilan berapakah dapat terjadi solusio plasenta
Solusio plasenta umumnya terjadi pada trimester ketiga atau trimester akhir dari usia kehamilan.
Apa perbedaan solusio plasenta dengan plasenta previa?³
Plasenta previa merupakan kondisi ketika plasenta bayi menutupi sebagian atau seluruh rahim Mommy yang dapat menyebabkan perdarahan berat selama kehamilan dan persalinan.
Solusio plasenta merupakan kondisi ketika plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum persalinan yang dapat menyebabkan bayi tidak mendapatkan nutrisi dan oksigen, serta Mommy mengalami perdarahan.
Ditulis oleh : apt. Novita., S.Farm., M.Farm – Tim Penulis Mommy 101 disadur dari berbagai sumber

