Bayi Menangis Terus
Bayi menangis untuk berkomunikasi dan berusaha mendapatkan perhatian.
Bayi akan terus menangis sampai ada yang menanggapi dan memberikan apa yang mereka butuhkan.
Penyebab
Di bawah ini adalah beberapa hal yang umumnya membuat bayi tidak nyaman dan menangis.
- Mengantuk atau kelelahan
- Popoknya basah atau kotor
- Lapar atau terlalu kenyang
- Merasa sakit
- Perut kembung
- Kepanasan atau kedinginan
- Stimulasi berlebihan (overstimulasi) karena terlalu banyak aktivitas atau lingkungan yang berisik
- Colic, acid reflux, atau alergi makanan
- Ketakutan, atau tidak mau berpisah dengan Mommy (stranger anxiety)
Fakta seputar bayi menangis
Berikut adalah beberapa fakta terkait bayi yang menangis terus:
1. Bayi menangis adalah hal yang normal
Menangis adalah hal yang sangat normal bagi bayi untuk mendukung tahap perkembangan yang penting.
Dengan menangis, bayi melatih kemampuan berkomunikasi dengan menghasilkan suara dari pita suara, mulut, lidah, dan bibir mereka.
2. Tangisan tidak pengaruhi kerpibadian bayi
Tidak ada hubungan antara tangisan rewel ketiks bayi, dengan kepribadian anak di kemudian hari.
3. Menangis tidak membuat bayi manja
Menurut para ahli perkembangan anak, segera menenangkan dan merespon bayi justru akan membuat bayi tumbuh percaya diri.
3. Bayi dapat menangis saat kondisi nyaman
Terkadang bayi yang menangis tanpa alasan jelas, bahkan dalam keadaan nyaman, kenyang, dan bersih.
Bayi mungkin hanya ingin diperhatikan dan diajak bermain.
4. Tangisan bayi tidak berhubungan dengan kemampuan orangtua
Mommy sebaiknya tetap tenang, dan responsif dalam menanggapi tangisan bayi.
Bayi yang sering menangis bukan berarti Mommy orangtua yang buruk
Penanganan
Berikut adalah penanganan yang dapat dicoba jika bayi menangis terus:
Untuk bayi
Bayi menggunakan tangisan untuk mengutarakan kebutuhannya.
Penuhi kebutuhan bayi berikut ini, untuk membuatnya berhenti menangis:
- Swaddling: membedong bayi
- Side or stomach position: menggendong bayi dalam posisi tubuh miring atau telungkup
- Shushing: memperdengarkan white noise untuk meredam suara lainnya. Contoh white noise antara lain suara penyedot debu, pengering rambut, kipas angin, atau suara Mommy “shh..shh..shh..”
- Swinging: membuat bayi merasa seperti sedang berayun. Contoh, Mommy bisa menggendong bayi sambil bergoyang ke kanan kiri, atau duduk di kursi goyang
- Sucking: memberikan bayi sesuatu untuk diisap seperti empeng
- Mengusap kepala bayi
- Menepuk-nepuk punggung atau dada bayi dengan lembut
- Bernyanyi untuk bayi
- Mengajak bayi bicara
- Menyetel musik lembut
- Menggendong bayi sambil berjalan-jalan, mendorongnya dalam stroller, atau mengajaknya naik mobil atau motor
- Menyendawakan bayi
- Memandikan bayi dengan air hangat
Untuk Mommy
Berikut adalah beberapa hal yang bisa Mommy lakukan jika bayi menangis terus:
- Pahami tangisan bayi. Seiring waktu, Mommy akan dapat membedakan tangisan karena lapar dengan tangisan karena lelah.
- Me time. Menghadapi bayi yang terus menangis pasti melelahkan. Cobalah untuk bersantai dan menikmati waktu ketika bayi sedang tidak menangis.
- Minta bantuan. Mommy boleh meminta bantuan kapan pun Mommy merasa membutuhkannya. Misal, untuk pekerjaan rumah, menyediakan makanan, atau menjaga anak.
- Bersabar. Semakin besar, frekuensi menangis bayi akan berkurang secara bertahap.
Doa ketika bayi rewel
Salah satu cara mengatasi bayi yang menangis terus adalah melalui doa.
Berikut doa yang dapat dibaca ketika bayi rewel:

Artinya: Dengan nama Allah, Dzat yang dengan nama-Nya, apapun di bumi dan di langit tidak bisa menyakiti.
Dia yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).
Ulangi doa hingga tiga kali. Setiap kali selesai membaca, tiup lembut kepala bayi.
Kondisi darurat
Jika bayi terus menangis setelah berbagai cara, berikut adalah kondisi darurat yang perlu diwaspadai :
- Demam dengan suhu 38 derajat Celsius atau lebih
- Menangis kesakitan jika salah satu anggota tubuhnya digerakkan atau dipegang
- Bengkak di bagian tubuh tertentu
- Muntah
- Menangis lebih dari 2 jam non-stop
- Tidak mau minum, atau hanya minum sedikit, selama 8 jam terakhir
- Mommy mencurigai adanya cedera, atau terjadi setelah bayi mengalami kecelakaan seperti terjatuh, terantuk, atau tergoncang
- Bayi memiliki masalah kesehatan berisiko tinggi, misalnya pada jantung atau otak
Jika terdapat kondisi diatas, segera bawa ke dokter dan beritahukan seberapa sering, seberapa lama, dan seberapa kuat bayi menangis.
FREQUENTLY ASKED QUESTION
Kenapa bayi menangis terus tanpa sebab?
Bagi bayi, menangis memiliki beberapa fungsi penting, di antaranya
- untuk meminta bantuan ketika sedang butuh sesuatu
- untuk mengalihkan fokus dari suara, pemandangan, atau sensasi lain yang tidak disukainya
- untuk membantu melepaskan ketegangan
- untuk membuang kelebihan energi agar dapat tidur dengan lebih tenang
.
Sampai kapan bayi rewel di malam hari?
Kebanyakan bayi mengalami periode rewel di malam hari selama 6 minggu pertama.
Apakah bahaya jika bayi menangis terus?
Jika Mommy tidak berhasil juga menenangkan bayi meskipun sudah melakukan berbagai cara, mungkin ada yang salah dengan bayi.
Periksa apakah bayi menunjukkan tanda-tanda bahaya, seperti demam, cedera, lemas, atau dehidrasi. Jika iya, sebaiknya Mommy segera menemui dokter.
Penulis: Muna Fitria – Tim Penulis Mommy 101, disadur dari berbagai sumber.
Sumber
- Segal, Jeanne, Melinda Smith. 2020. When Your Baby Won’t Stop Crying. https://www.helpguide.org/articles/parenting-family/when-your-baby-wont-stop-crying.htm (diakses tanggal 22 Juli 2021)
- Syaifullah. 2021. Berharap Anak Berhenti Menangis? Coba Cara Ini. https://jatim.nu.or.id/read/berharap-anak-berhenti-menangis–coba-doa-ini (diakses tanggal 22 Juli 2021)
- Responding to Your Baby’s Cries. 2021. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/crying-colic/Pages/Responding-to-Your-Babys-Cries.aspx (diakses tanggal 22 Juli 2021)
- Some Myths About Crying. https://www.lifestartfoundation.org/parenting-tips/some-myths-about-crying (diakses tanggal 22 Juli 2021)
- Schmitt Pediatric Guidelines. 2021. Crying Baby – Before 3 Months Old. https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/crying-baby-before-3-months-old/ (diakses tanggal 22 Juli 2021)

