Cara Bedong Bayi
Pertimbangan
AAP (American Association of Pediatrics) atau asosiasi dokter anak di Amerika, menilai membedong bayi tidak diperlukan.
IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) menyatakan bahwa membedong bayi tidak dianjurkan karena dapat membatasi gerak bayi.
Manfaat
Berikut beberapa keuntungan membedong bayi:
- Bayi lebih tenang. Bayi merasa hangat dan nyaman seperti dalam rahim Mommy.
- Bayi mudah tertidur. Salah satu cara efektif untuk membantu bayi tertidur
- Bayi tidur lebih lama. Bayi akan tidur lebih lama dan jarang terbangun dibandingkan bayi yang tidak dibedong
Risiko
Berikut adalah risiko yang perlu diwasapadai jika membedong bayi dilakukan dengan kurang tepat:
- Kegerahan. Bedong dapat membuat suhu tubuh bayi meningkat, kegerahan dan bekeringat
- Panggul bergeser atau hip dysplasia. Bedong bayi yang terlalu ketat dengan meluruskan kaki bayi, dapat menyebabkan tulang panggul bergeser
- Sindrom kematian mendadak. Karena bayi relatif dapat tidur lebih lama bila dibedong, energi bayi akan ikut turun dan bisa mengakibatkan sindrom kematian mendadak
Waktu
Bayi baru lahir. Bedong hanya direkomendasikan untuk bayi baru lahir.
Hentikan bedong bayi begitu mulai belajar berguling pada usia 2 sampai 4 bulan.
Malam hari. Bedong sebaiknya hanya dipakaikan ketika malam hari pada jam tidur bayi.
Langkah
Hindari risiko cedera dan gangguan kesehatan pada bayi dengan langkah- langkah berikut:
- Bentangkan kain bedong dengan ujung bagian atas terlipat ke tengah
- Baringkan bayi di atas kain bedong. Posisikan kepalanya di atas lipatan
- Luruskan lengan kiri bayi di sisi tubuhnya, lalu selimutkan ujung kain bedong yang sebelah kiri dan selipkan di antara lengan kanan dan tubuh bayi
- Luruskan lengan kanan bayi di sisi tubuhnya, lalu selimutkan ujung kain bedong yang sebelah kanan dan selipkan di bawah badan bayi sebelah kiri
- Lipat atau pelintir bagian bawah kain bedong, dan selipkan di antara kain
- Periksa kembali. Cara membedong sudah benar jika panggul bayi masih bisa bergerak, kedua lutut bisa bebas ditekuk dan Mommy bisa menyelipkan 2-3 jari antara bedong dengan dada bayi.
Tips membedong bayi
Berikut adalah tips aman membedong bayi:
- Pilihlah kain bedong berbahan katun yang menyerap keringat dan bertekstur ringan
- Gunakan bedong instan berbentuk seperti kantong tidur. Model bedong ini lebih disarankan karena tidak akan terurai dan menutup wajah atau nafas bayi
- Bedong hanya pada bagian tubuh bayi. Pastikan bayi masih bisa menggerakkan tangan dan kakinya
- Baringkan bayi dalam keadaan telentang di atas permukaan yang rata dan padat
- Periksa secara berkala. Periksa apakah ikatan bedong terlepas, apakah bayi kepanasan, ataukah bayi berguling dan tengkurap
Sebelum membedong bayi, pastikan cara membedong bayi sudah benar sesuai pedoman keamanan agar risiko cedera bisa dihindari.
Ditulis oleh: Muna Fitria – Tim Penulis Mommy 101; disadur dari berbagai sumber.
Sumber
- Swaddling Your Baby. 2021. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/swaddling-your-baby (diakses tanggal 8 Juni 2021)
- Dwi Putri, Nina. Amanda Soebadi. 2014. Perawatan Bayi Baru Lahir. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/perawatan-bayi-baru-lahir (diakses tanggal 8 Juni 2021)
- Swaddling: Is it Safe? 2020. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/diapers-clothing/Pages/Swaddling-Is-it-Safe.aspx (diakses tanggal 8 Juni 2021)

