Perawatan Tubuh

Membersihkan Telinga Bayi

Ayo ketahui cara membersihkan telinga bayi yang tepat dan aman berikut ini

Kotoran telinga

Kotoran yang biasa dijumpai di saluran telinga dikenal dengan nama cerumen atau earwax.

Kotoran telinga ini tidak berbahaya dan justru bermanfaat bagi telinga.

Manfaat kotoran telinga

  • Mengandung enzim yang membantu mencegah bakteri dan jamur tumbuh di telinga
  • Menjadi penghalang yang melindungi saluran telinga dari air
  • Menjebak partikel debu dan kotoran yang masuk ke telinga

Cara mengeluarkan kotoran telinga

Keluar sendiri. Kotoran telinga diproduksi di saluran telinga bagian dalam dan akan “mengalir” ke bagian luar dengan sendirinya.

Gerakan rahang seperti mengunyah dan kulit yang tumbuh di dalam telinga bayi akan mendorong kotoran telinga keluar secara alami.

Pengecualian. Kotoran telinga perlu dikorek keluar dari dalam telinga bila terdapat kondisi berikut.

  • Dokter perlu melihat gendang telinga namun terhalang kotoran menumpuk
  • Kotoran telinga sangat padat dan mengganggu pendengaran

Frekuensi

Beberapa hari sekali. Telinga bayi dapat dibersihkan dua hingga tiga kali dalam seminggu.

Langkah-langkah

Berikut adalah langkah dan larangan dalam membersihkan telinga bayi:

1. Saat memandikan bayi

Bersihkan daun telinga dan bagian belakang telinga dengan waslap dan air hangat atau baby oil untuk menghilangkan minyak dan kotoran.

2. Setelah mandi

Letakkan kepala bayi di atas handuk. Miringkan kepalanya ke satu sisi, dan biarkan air menetes keluar dari telinga dengan sendirinya. Lakukan pada sisi lainnya.

Larangan

Hindari melakukan hal ini ketika membersihkan telinga bayi:

Penggunaan cotton buds

Benda apa pun sebaiknya tidak dimasukkan ke dalam saluran telinga bayi, termasuk cotton buds.

Berikut beberapa risiko mengorek telinga menggunakan cotton buds.

  • Gendang telinga bisa tertusuk jika cotton buds masuk terlalu dalam
  • Merusak kulit saluran telinga yang sensitif
  • Kotoran malah akan terdorong masuk ke gendang telinga
  • Kotoran telinga yang terdorong masuk akan menggumpal dan menghalangi pendengaran

Penggunaan obat tetes

Penggunaan obat tetes telinga berisiko merusak saluran telinga, bahkan berdampak pada pendengaran bayi.

Kondisi yang harus diwaspadai

Segera bawa bayi ke dokter bila terjadi penumpukan kotoran telinga untuk mengetahui ada tidaknya infeksi telinga pada bayi.

Tanda adanya penumpukan kotoran telinga yang menempel dan menyumbat saluran telinga.

  • Telinga berbau atau keluar cairan
  • Bayi terus memegang atau menarik telinganya, kemungkinan karena sakit atau gatal
  • Pendengaran terganggu

Kotoran telinga perlu dibersihkan secara rutin dengan cara menyeka bagian luar telinga. Kotoran telinga akan keluar sendiri sehingga tidak perlu mengorek telinga bayi.

Mommy dapat membersihkan telinga bayi sedini mungkin. Lakukanlah setidaknya 2-3 kali seminggu.

Pastikan untuk tidak memasukkan benda apa pun, termasuk cotton buds, saat membersihkan telinga bayi.

Telinga memproduksi kotoran secara alami.

Kotoran telinga mempunyai fungsi penting untuk memerangkap kotoran, debu, dan partikel kecil lain, seperti butiran bedak, agar tidak masuk ke bagian dalam telinga.

Selain itu, di bagian luar telinga juga terdapat kumpulan sel kulit mati. Ini juga dapat menyebabkan telinga bayi kotor.

Forumen adalah obat tetes telinga yang kandungan utamanya dapat mengencerkan kotoran telinga yang menumpuk agar lebih mudah keluar. Beberapa pendapat menyarankan untuk menghindari pemakaiannya, apalagi tanpa rekomendasi dari dokter.

Cairan berwarna kuning, coklat, putih, atau mungkin kemerahan bercampur darah yang merembes keluar dari telinga adalah salah satu tanda adanya infeksi telinga pada bayi.

Kondisi ini juga dapat menandakan pecahnya gendang telinga.

Penulis: Muna Fitria – Tim Penulis Mommy 101 disadur dari berbagai sumber.

Sumber

  1. Cleaning Your Baby’s Ears, Eyes and Nose. 2020. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/cleaning-your-babys-ears-eyes-and-nose (diakses tanggal 26 Juni 2021)
  2. Freedman, Nicole. How and When to Clean Your Child’s Ears. https://www.chla.org/blog/rn-remedies/how-and-when-clean-your-child-s-ears (diakses tanggal 26 Juni 2021)
  3. Ben-Joseph, Elana Pearl. 2019. Dealing with Earwax. https://kidshealth.org/en/parents/earwax.html (diakses pada tanggal 14 Juli 2021)
  4. Ear Infection (Otitis Media). 2020. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/8613-ear-infection-otitis-media (diakses pada tanggal 14 Juli 2021)
  5. Ear Infection Symptoms. 2015. https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/ear-nose-throat/Pages/Ear-Infection-Symptoms.aspx (diakses pada tanggal 14 Juli 2021)

Komentar

TestiMommy

Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image

Rentang kelahiran kedua yang cukup jauh, membuat saya sedikit lupa beberapa hal tentang parenting dan pengasuhan bayi. Informasi di website Mommy101 sangat membantu saya mengingat lagi semuanya. Terima kasih.

Eva, Mommy Lubna & Fadlan

New mom, young mom, senior mom, semua mommy wajib punya buku ini karena isinya sangat informatif, menarik, jelas dan padat, tidak ada lagi bingung-bingung soal perawatan bayi yaa moms.

Irsalina, mommy Aubrey dan Arsyila

Sebuah referensi terpercaya untuk ibu dan calon ibu. Sangat bermanfaat untuk panduan sehari-hari.

Mommy Fivi

Di Mommy 101 dari info yg basic sampe yg advanced ada semuah, bener-bener helpful buat first timer Mommy kaya aku. Sempet lupa minum folat acid, untung baca Mommy 101 jadi langsung gercep ambil n telen biar babyku tumbuh sehat. Makasi Mommy 101!

Jessica, Hamil 2 Bulan

Senang ketemu website Mommy101 yang lengkap banget infomasinya. Penyampaiannya ringan, menarik, dan mudah dipahami. Tapi tentu dengan sumber-sumber yang credible (bisa check di refrensinya). Thank you Mommy 101 for making our parenting tasks so much easier.

Sarah, Mommy Shifa