Kepala Peyang pada Bayi
Kepala peyang, atau flat head syndrome, dalam istilah medis disebut positional plagiocephaly.
Ini adalah kondisi ketika satu sisi atau bagian belakang kepala bayi datar.
Penyebab
Kepala peyang pada bayi dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti:
1. Sifat alami kepala bayi
Tengkorak kepala bayi baru lahir hingga usia sekitar 12 minggu masih lunak.
Karena itulah, bentuknya cenderung mudah berubah bila terkena tekanan.
2. Posisi tidur
Ketika bayi tidur menghadap satu sisi yang sama dalam waktu yang lama, kepala bayi lama-kelamaan akan menjadi peyang.
3. Bawaan lahir
Kepala bayi bisa jadi peyang sejak lahir akibat himpitan saat melewati jalan lahir, atau akibat penggunaan alat bantu lahir seperti forceps atau vakum ekstraktor.
4. Bayi kembar
Bayi kembar cenderung mengalami kepala peyang sebab posisi mereka saling berhimpitan di dalam rahim.
5. Lahir prematur
Bayi prematur lebih cenderung mengalami kepala peyang, sebab kepala mereka lebih lunak daripada bayi yang lahir cukup umur.
Cara mengatasi kepala peyang
Berikut adalah beberapa cara untuk mengatasi kepala peyang pada bayi:
1. Variasikan posisi di tempat tidur
Letakkan bayi di tempat tidur dengan posisi yang berbeda-beda.
2. Ubah posisi kepala bayi saat tidur
Mommy bisa memindahkan posisi kepala bayi saat tidur secara berkala, dari miring kiri ke kanan atau sebaliknya.
3. Menggendong bayi
Batasi durasi bayi berbaring, baik di tempat tidur, car seat, stroller, bouncy seats, atau matras bermain. Gendong bayi lebih sering sehingga kepalanya tidak terlalu sering mendapat tekanan dari permukaan datar.
4. Pancing dengan mainan
Mommy bisa memanfaatkan mainan atau kerincingan yang diletakkan di sisi kepala yang tidak peyang.
5. Tummy time
Letakkan bayi dalam posisi tengkurap dengan dikelilingi berbagai mainan. Lakukan ini di sela-sela waktu tidurnya.
6. Terapi
Bagi bayi yang kepalanya peyang akibat torticollis atau otot leher kaku, terapi fisik menjadi pilihan untuk mengatasinya. Terapis akan mengajarkan gerakan peregangan leher untuk dipraktikkan pada bayi.
7. Helm terapi
Jika kondisi kepala peyang bayi tergolong berat, dokter bisa merekomendasikan penggunaan helm khusus.
Helm ini didesain longgar pada sisi kepala yang peyang dan pas pada sisi kepala yang bundar. Sehingga, diharapkan kepala bayi bisa “tumbuh” kembali bundar di sisi yang peyang.
8. Operasi
Ketika semua cara lain tidak membuahkan hasil, ini adalah langkah terakhir yang bisa dilakukan. Berkonsultasilah dengan ahli bedah saraf atau ahli bedah plastik anak yang menangani jenis kasus ini.
Kapan harus ke dokter
Segera bawa bayi ke dokter, jika terdapat kondisi berikut ini:
- Torticollis atau gangguan otot leher sehingga kepala terlihat miring
- Kesulitan menoleh atau menengok ke belakang
- Hanya bisa memiringkan kepala ke satu arah
- Mengalami kesulitan menyusu di salah satu payudara
- Menyebabkan masalah makan, mengunyah, dan penglihatan
- Menyebabkan kelainan bentuk wajah, seperti dahi atau pipi bayi mengalami penonjolan di sisi kepala yang peyang
- Craniosynostosis atau lempeng tengkorak menyatu terlalu cepat
- Sering muntah
- Tidur terus
- Bola mata menghadap ke bawah
Seiring waktu, kondisi kepala peyang umumnya dapat membaik sendiri ketika bayi dapat merubah posisi sendiri saat tidur, tengkurap, dan duduk.
Dengan berkurangnya tekanan permukaan pada kepala, kondisi kepala peyang pun akan membaik.
FREQUENTLY ASKED QUESTION
Bisakah kepala bayi peyang kembali normal?
Kondisi kepala bayi bisa membaik dengan sendirinya dalam beberapa bulan atau beberapa tahun. Setelah bayi semakin banyak bergerak, kepala peyang pada bayi akan berangsur membaik. Bayi mungkin memerlukan perawatan berupa pengaturan posisi tidur, terapi fisik, atau helm terapi.
Sampai kapan kepala bayi bisa berubah?
Tengkorak dibentuk oleh beberapa lempengan tulang. Selama setahun pertama, lempengan ini masih lunak dan belum menutup dengan sempurna. Oleh sebab itu, kepala bayi bisa mengecil melewati jalan lahir dan membesar seiring bertambahnya volume otak bayi. Dibutuhkan 9-18 bulan untuk tengkorak kepala bayi terbentuk sempurna.
Penulis: Muna Fitria – Tim Penulis Mommy 101; disadur dari berbagai sumber.
Sumber
- Â Piatt Jr., Joseph H., Jessica Fuhr Rohde. 2019. Flat Head Syndrome (Positional Plagiocephaly). https://kidshealth.org/en/parents/positional-plagiocephaly.html (diakses tanggal 22 Juli 2021)
- When a Baby’s Head is Misshapen: Positional Skull Deformities. 2020. https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/Cleft-Craniofacial/Pages/Positional-Skull-Deformities-and-Torticollis.aspx (diakses tanggal 22 Juli 2021)
- Price, Angela V. 2020. Positional Plagiocephaly. https://www.aans.org/en/Patients/Neurosurgical-Conditions-and-Treatments/Positional-Plagiocephaly (diakses tanggal 22 Juli 2021)
- Drapeau, Annie. 2016. Baby’s Head Shape: Should You Be Concerned? https://www.nationwidechildrens.org/family-resources-education/700childrens/2016/12/babys-head-shape-should-you-be-concerned (diakses tanggal 22 Juli 2021)

