Cara Menggendong Bayi
Manfaat
Beirkut adalah manfaat menggendong bayi yang telah terbukti secara ilmiah:
1. Tumbuh kembang
Menggendong banyak memiliki manfaat bagi tumbuh kembang seperti berikut ini:
- Melatih kekuatan dan kendali otot karena tubuh bayi akan merespons gerakan Mommy secara alami
- Meningkatkan keterampilan motorik halus bayi dengan membiarkan tangannya meraba atau menggenggam baju Mommy
- Memudahkan peralihan dari rahim ke dunia. Bayi akan bergerak bersama Mommy dan mendengar suara detak jantung Mommy
- Mendorong perkembangan penglihatan dan pendengaran bayi karena lebih banyak menerima rangsangan visual dan suara
- Meningkatkan kemampuan bicara dan perkembangan sosial bayi karena bayi banyak memiliki interaksi verbal dan nonverbal saat digendong
2. Kesehatan
Berikut adalah manfaat menggendong untuk kesehatan:
- Mempererat ikatan antara bayi dan Mommy
- Memberikan rasa nyaman, hangat, dan aman, sehingga bayi lebih tenang
- Meningkatkan frekuensi bayi menyusu
- Membantu pernapasan bayi prematur
- Mengurangi kejadian sleep apnea, yaitu napas berhenti sebentar saat tidur
- Mengurangi kejadian bradycardia, yaitu detak jantung melambat pada bayi prematur
- Memperkuat sistem imun. Penelitian menunjukkan bayi yang dipisahkan dari ibunya mengalami penurunan sistem imun
Posisi
Berikut adalah posisi menggendong yang dapat Mommy coba:
1. Posisi tegak
Mommy dianjurkan untuk menggendong bayi dalam posisi tegak.
Pastikan jalan napas bayi tidak tertutup dan punggung bayi ditopang mengikuti bentuk alami tulang belakangnya.
2. M-Shape
Teknik menggendong yang direkomendasikan untuk bayi diatas 6 bulan karena mengikuti bentuk alami pinggul bayi
Caranya, paha bayi harus dibuka dan ditopang dengan baik menempel pada tubuh Mommy. Posisi lutut bayi harus lebih tinggi dari pantatnya.
Syarat
Apabila Mommy menggendong bayi menggunakan gendongan, penuhi lima syarat T.I.C.K.S. berikut.
- Tight. Gendongan harus cukup erat
- In view at all times. Bayi harus selalu dalam pantauan
- Close enough to kiss. Bayi cukup dekat untuk bisa dicium
- Keep chin off the chest:.Dagu bayi tidak menempel dada
- Supported back. Punggung bayi ditopang dengan baik
Tipe gendongan
Berikut adalah beberapa jenis gendongan yang bisa Mommy pilih.
1. Baby wraps
Gendongan ini berupa selembar kain elastis panjang yang dililitkan pada Mommy dan bayi.
Keunggulan
Keunggulan baby wraps antara lain:
- Nyaman dikenakan
- Tdak menimbulkan rasa mencengkeram di pundak dan punggung
- Berat badan bayi ditanggung rata oleh otot punggung dan bahu
- Dapat digunakan sejak bayi lahir hingga balita
- Dapat digunakan untuk beragam cara menggendong, seperti gendong depan, gendong samping, atau gendong belakang
Kelemahan
Adapun berikut adalah kelemahan baby wraps:
- lebih sulit dan memakan waktu ketika dikenakan
- Ikatan baby wraps harus dicek secara berkala agar bayi tetap dalam posisi aman dan tidak melorot
- Bayi lebih mudah kegerahan karena lilitan yang berlapis
- Baby wrap elastis mungkin tidak cukup kuat menopang bayi di atas usia 6 bulan
2. Soft Structured Carrier (SSC)
SSC terbuat dari kain berbentuk persegi atau persegi panjang yang berfungsi sebagai “kantong” tempat bayi, dan empat tali pengikat.
Keunggulan
Berikut adalah keunggulan dari SSC:
- Pemakaiannya sederhana
- Multifungsi, sebab SSC dapat digunakan untuk menggendong bayi di depan, di samping, maupun di punggung
- Dapat digunakan untuk menggendong bayi sampai usia balita
- Tidak mudah pegal karena tali penopang mendistribusikan berat bayi sama rata ke punggung dan pinggang
Kelemahan
Berikut adalah kelemahan gendongan SSC:
Kurang cocok untuk menggendong bayi di bawah usia 6 bulan. Badan bayi yang berukuran kecil rentan melorot ke dalam kantong SSC dan berisiko menghalangi jalan napas bayi.
3. Hip Seat
berbeda dengan SSC, gendongan hip seat mempunyai dudukan yang umumnya terbuat dari busa.
Pada sebagian hip seat, tali pundak dan “kantong” tempat bayi bisa dilepas sehingga hanya menyisakan dudukan dan ban pinggang.
Keunggulan
Berikut adalah keunggulan dari gendongan hip seat:
- Bantalan empuk pada dudukan hip seat menempatkan pinggul dan kaki bayi pada posisi yang benar dan nyaman
- Lebih stabil menopang berat bayi
- Kantong tempat bayi dan tali pundak bisa dilepas-pasang
- Dudukan bisa digunakan untuk menopang bayi saat menyusu
Kelemahan
Berikut adalah daftar kelemahan dari gendongan hip seat:
- Jika baby wraps dan SSC bisa dilipat dengan ringkas, hip seat tidak karena ada dudukan menggembung padat
- Hip seat hanya direkomendasikan untuk menggendong bayi di atas usia 6 bulan
Tips menggendong sesuai usia
Lakukam tips berikut ini untuk memastikan keamanan bayi saat digendong.
1. Bayi 0-3 bulan
Karena leher bayi belum kuat, Mommy harus selalu menyokong leher bayi saat menggendong.
2. Bayi 4-6 bulan
Setelah bisa menopang lehernya, bayi bisa mulai digendong menghadap depan sebagai stimulus visual untuk bayi.
3. Bayi di atas 7 bulan
Saat bayi sudah bisa duduk, Mommy bisa menggendongnya di punggung atau samping tubuh Mommy, biasa disebut hip carry.
Hal yang perlu diperhatikan
Berikut adalah hal- hal yang perlu diperhatikan ketika menggendong bayi:
- Bila Mommy perlu membungkuk, lakukan dengan cara menekuk lutut, bukan pinggang
- Selalu awasi tangan bayi.Bayi dapat mengulurkan tangannya dan menjangkau atau menyenggol benda-benda di sekitarnya
- Kondisi bayi. Periksa secara berkala untuk memastikan bayi tidak kepanasan
- Gendongan. Gunakan yang sesuai dengan usia, ukuran, dan berat badan bayi
- Periksa gendongan secara berkala. Apakah kain, jahitan, tali pengikat, gesper, dan bagian gendongan lainnya masih dalam keadaan baik?
Hal yang tidak boleh dilakukan
Perhatikan hal yang tidak boleh dilakukan ketika menggendong berikut ini:
- Menggendong saat berkendara. Gunakan car seats di dalam mobil dan boncengan khusus bayi pada sepeda
- Menggoncang atau melambungkan bayi dalam gendongan. Goncangan yang terlalu keras dapat mencederai leher, tulang belakang, dan otak bayi
Sering menggendong bayi tidak akan membuatnya “bau tangan” dan tumbuh menjadi anak yang manja.
Justru, sering menggendong dapat menstimulasi tumbuh kembang bayi.
Ditulis oleh: Muna Fitria – Tim Penulis Mommy 101, disadur dari berbagai sumber.
Sumber
- Pisacane A, Continisio P, Filosa C, Tagliamonte V, Continisio GI. 2012. Use of baby carriers to increase breastfeeding duration among term infants: the effects of an educational intervention in Italy. Acta Paediatr, 101(10), 434-8.
- Antunovic, Elizabeth. The Benefits of Baby Carrying. https://www.naturalchild.org/articles/guest/elizabeth_antunovic.html (diakses tanggal 28 Mei 2021)
- Baby Wearing. 2018. https://www.llli.org/breastfeeding-info/baby-wearing/ (diakses tanggal 28 Mei 2021)
- The T.I.C.K.S. Rule for Safe Babywearing. http://babyslingsafety.co.uk/ticks.pdf (diakses tanggal 28 Mei 2021)
- Which Baby Carrier or Sling is Best for Me? 2018. https://www.nct.org.uk/baby-toddler/slings-and-swaddling/which-baby-carrier-or-sling-best-for-me (diakses tanggal 28 Mei 2021)
- Williamson, Emily. Facing Out in a Baby Carrier: What You Need to Know. https://wearmybaby.co.uk/outwards-facing-carrying/ (diakses tanggal 28 Mei 2021)

