Kebutuhan ASI Bayi
Kebutuhan ASI sesuai usia
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), seberapa banyak dan seberapa sering bayi menyusu bergantung pada kondisi tubuhnya.
Komposisi ASI. Selain itu, kebutuhan ASI bayi juga akan berubah dengan pertambahan usia, baik dari segi jumlah maupun kandungan gizinya. Ini berarti, komposisi dan volume produksi ASI pun akan berubah seiring waktu mengikuti perubahan kebutuhan bayi.
Berikut jumlah kebutuhan ASI bayi sesuai usia.
1. Bayi baru lahir
Jadwal. Pada umumnya, bayi baru lahir akan menyusu setiap 2-3 jam sekali atau 8-12 kali sehari. Namun, Mommy tidak perlu menjadwalkannya. Mommy bisa langsung memberi ASI setiap kali bayi memperlihatkan tanda-tanda ingin menyusu.
Kebutuhan. Dengan ukuran lambung yang sangat kecil, bayi baru lahir belum membutuhkan banyak ASI.
- Di usia 1 hari, bayi cukup minum ASI sebanyak 1 sdt atau 7 ml sekali minum.
- Di usia 2 hari, bayi bisa mengonsumsi ASI sebanyak 2 sdt atau 14 ml sekali minum.
- Di usia 3 hari sebanyak 3-4 sdm atau 25-38 ml sekali minum.
2. Bayi usia 1-5 bulan
Jeda menyusu. Selama beberapa bulan pertama kehidupan bayi, jeda waktu menyusu akan semakin lama, yakni rata-rata setiap 2 hingga 4 jam sekali.
Ikuti kebutuhan anak. Namun, seberapa sering dan seberapa lama bayi menyusu tidaklah menentu, tergantung pada kebutuhannya saat itu. Jadi, biarkan bayi menyusu sesuai keinginannya.
Durasi menyusu bayi juga akan bertambah lama karena ukuran lambung yang bertambah besar membuat bayi membutuhkan lebih banyak ASI untuk merasa kenyang.
3. Bayi usia 6-12 bulan
MPASI. Memasuki usia 6 bulan, bayi akan memerlukan tambahan kalori dan nutrisi dari sumber lain, yaitu makanan pendamping ASI (MPASI). Meskipun begitu, ASI tetap menjadi sumber nutrisi penting. Sehingga bayi tetap perlu menyusu, dan MPASI sebaiknya diberikan setelah bayi menyusu.
Kebutuhan ASI bayi yang sudah mendapatkan MPASI adalah 720-840 ml per hari.
Frekuensi. Biasanya, di usia 6-12 bulan ini, bayi akan menyusu sebanyak 4-6 kali sehari. Meski begitu, ada baiknya tetap berikan ASI sesuai kemauan bayi.
4. Bayi usia 13-24 bulan
Berkurangnya intensitas. Menjelang waktu penyapihan, frekuensi dan durasi menyusu anak akan semakin berkurang. Namun, tetap tidak ada patokan khusus. Semua bergantung pada kebutuhan masing-masing anak.
Jadwal. Sebagian anak hanya menyusu saat sebelum tidur atau pada pagi hari, sementara sebagian lain tetap minum ASI di antara jadwal makan. Terus ikuti kemauan anak untuk menyusu sampai tiba waktunya disapih, ya, Mom.
Tanda bayi cukup ASI
Mommy tetap bisa mengetahui apakah bayi telah mendapatkan ASI yang cukup atau belum melalui tanda-tanda berikut.
1. Berat badan
Indikator pertumbuhan. Pertumbuhan berat badan bayi merupakan indikator yang paling bisa dipercaya untuk mengetahui apakah bayi mendapatkan cukup ASI atau tidak.
KMS. Selama 6 bulan pertama, gunakan kurva pertumbuhan berat badan pada KMS (Kartu Menuju Sehat). Bila pertambahan berat badan bayi sesuai dengan kurva pertumbuhan, artinya ia mendapat cukup ASI. Ingat, indikatornya bukan bertambah berat badan 1 kg per bulan, melainkan naik mengikuti kurva berat badan.
2. BAK (Buang Air Kecil)
Frekuensi. Setelah memasuki usia 6 hari, normalnya bayi BAK sebanyak 6 kali atau lebih dalam sehari. Bila bayi BAK kurang dari 6 kali sehari, berarti ia tidak mendapatkan cukup ASI.
Warna air seni. Jika bayi telah berusia lebih dari 4 minggu, perhatikan juga warna dan bau air seninya. Air seni yang jernih menandakan bayi cukup ASI. Sedangkan air seni yang berwarna kuning dan agak berbau pesing menandakan bayi kurang asupan.
3. BAB (Buang Air Besar)
Frekuensi pada newborn. Pada minggu-minggu pertama kehidupan, bayi buang air besar setidaknya 4-5 kali dalam sehari. Wajar juga bila bayi BAB setiap selesai menyusu. Jika kurang dari itu, berarti bayi tidak mendapatkan cukup ASI.
Frekuensi pada bayi Namun, setelah kurang lebih memasuki usia 6 minggu, normal bila bayi ASI hanya BAB setiap beberapa hari sekali bahkan seminggu sekali.
Warna feses yang gelaplah yang menjadi indikator bayi tidak mendapatkan cukup ASI.
4. Kondisi bayi
Bayi yang tampak sehat, aktif, serta dapat tidur nyenyak dan tenang juga merupakan pertanda ASI telah tercukupi.
5. Cara menyusu
Bayi yang mendapatkan cukup ASI bisa dilihat dari cara menyusunya, yaitu ada jeda meneguk yang terlihat pada dagunya. Kadang, terdengar suara cairan tertelan.
Selain itu, bayi akan melepas sendiri mulutnya dari payudara Mommy jika sudah cukup menyusu.
Penyebab bayi tidak mendapat cukup ASI
Ada empat faktor utama yang bisa menjadi penyebab bayi tidak mendapat cukup ASI.
Faktor menyusui
- Terlambat menyusui di hari-hari pertama melahirkan bisa menyebabkan masalah menyusui dan bayi tidak mendapatkan cukup ASI
- Menyusui secara terjadwal. Sebaiknya, susui bayi kapan pun ia ingin menyusu, sesegera mungkin
- Frekuensi menyusui yang tidak sering
- Tidak menyusui bayi di malam hari. Padahal, umumnya bayi akan lebih banyak menyusu di malam hari dibandingkan di siang hari
- Menyusui dalam waktu singkat. Susui bayi minimal 10 menit pada setiap payudara, atau sampai bayi melepas sendiri mulutnya dari payudara Mommy
- Pelekatan tidak baik yang membuat bayi tidak bisa menyusu secara optimal
- Penggunaan botol atau empeng yang bisa membuat bayi enggan menyusu langsung
Faktor psikologis ibu
Masalah-masalah psikologis, mulai dari kurang percaya diri, stres, hingga kelelahan dapat menghambat kelancaran produksi ASI.
Faktor fisik ibu
Selain faktor psikologis, sejumlah faktor fisik berikut juga dapat memengaruhi produksi ASI.
- Penggunaan pil kontrasepsi
- Kehamilan
- Malnutrisi berat
- Konsumsi alkohol
- Merokok
- Tertinggalnya sisa plasenta
- Perkembangan payudara tidak baik
Kondisi bayi
Bayi yang sakit atau memiliki cacat bawaan umumnya kurang bisa mengoptimalkan proses menyusunya. Hal ini membuat bayi tidak mendapat cukup ASI.
Tanda bayi kurang ASI
Mommy juga perlu mengetahui tanda bayi kurang ASI agar bisa mengambil langkah-langkah yang tepat.
1. Berat badan turun
Perkembangan berat badan. Pada minggu pertama kelahirannya, wajar jika berat badan bayi menyusut. Namun, setelah itu, berat badan bayi harus terus meningkat seiring dengan pertambahan usia.
Jika berat badan bayi tidak juga naik, ini merupakan pertanda bayi kurang ASI.
2. Jarang BAK
Bayi yang jarang BAK kemungkinan kekurangan ASI. Hal ini dapat dilihat berdasarkan frekuensi mengganti popok dalam sehari.
Frekuensi. JIka dalam waktu 24 jam popoknya tidak basah, Mommy perlu waspada. Jangan sampai bayi dehidrasi karena kekurangan cairan.
3. Feses sedikit dan berwarna gelap
Bayi dianggap kekurangan asupan ASI bila fesesnya berwarna gelap dan hanya sedikit. Namun, indikator ini hanya berlaku apabila bayi telah berusia 5 hari.
4. Urine berwarna gelap
Urine yang berwarna gelap juga dapat menjadi pertanda bayi kekurangan ASI. Jika ASI tercukupi, urine bayi akan berwarna terang dan jernih.
5. Bayi lemas dan rewel
Mengantuk sepanjang hari. Bayi yang tidak mendapat cukup ASI akan lemas dan mengantuk sepanjang hari. Ia juga enggan untuk bermain. Selain itu, bayi akan rewel terus-menerus jika sedang tidak digendong atau dipeluk.
6. Durasi menyusu terlalu pendek atau panjang
Mommy perlu curiga jika durasi menyusu bayi sangat singkat atau bahkan terlalu lama. Ini merupakan tanda bayi kekurangan ASI.
Cek pelekatan. Bila ini terjadi, Mommy sebaiknya cermat dan mengamati apakah pelekatan bayi saat menyusu sudah benar atau belum. Bayi yang pelekatannya sempurna tidak mungkin mengalami kekurangan ASI.
7. Mata dan bibir bayi kering
Kekeringan pada mata dan bibir bisa jadi disebabkan oleh dehidrasi akibat kurangnya asupan dan cairan.
8. Tidak puas meski sering menyusu
Menangis. Bayi yang tidak puas akan kerap menangis dan meminta untuk menyusu lagi. Ini bisa menjadi pertanda bayi kekurangan ASI.
9. Kondisi payudara tidak berubah setelah menyusui
Perubahan payudara, Sebelum bayi menyusu, payudara Mommy akan terasa kencang dan berisi. Kemudian, payudara akan terasa enteng setelah ASI diisap oleh bayi hingga habis.
Jika Mommy tidak merasakan perubahan, kemungkinan proses menyusu tidak optimal sehingga bayi kekurangan ASI,
10. Nyeri saat menyusui
Pelekatan yang salah. Umumnya, rasa nyeri terjadi akibat pelekatan yang salah saat bayi menyusu, yang kemudian membuat bayi kekurangan ASI.
Kondisi darurat
Berikut tanda-tanda darurat yang membuat bayi harus segera dibawa ke dokter.
- Berat badan terus menurun
- Tidak BAK dalam waktu 24 jam
- BAB berwarna gelap selama lima hari berturut-turut
- Bayi terlihat lemas dan rewel meskipun sudah menyusu
- Bayi tidak mengeluarkan air mata saat menangis
Memperhatikan tanda-tanda kecukupan ASI bayi bisa membantu Mommy untuk tetap percaya diri saat menyusui.
Bila bayi menunjukkan tanda tidak cukup ASI, cari tahu faktor penyebabnya dan segera atasi permasalahannya. Jika perlu, mintalah bantuan pada konselor menyusui dan hubungi dokter untuk memeriksa kondisi bayi.
Penulis : Dian Kusumawardani, S.Sos,  Konselor Menyusui Bersertifikat – Tim penulis Mommy101 disadur dari berbagai sumber
Sumber
- Prasetyono, Dwi. Sunar. 2012. Buku Pintar ASI Eksklusif. Yogyakarta : Diva Prres
- SELASI. 2016. Modul Pelatihan Konseling Menyusui. Jakarta : SELASI
- Werdayati, Rina. 2013. ASI Eksklusif.Yogyakarta : Familia

