Kesehatan

Panduan Lengkap Periksa Gigi Saat Sebelum Hamil

Periksa gigi sebelum dan saat hamil dapat mencegah sakit gigi yang bisa membahayakan janin. Apa saja pemeriksaan yang harus dilakukan? Selengkapnya disini.

Periksa gigi saat sebelum hamil adalah kegiatan yang tidak boleh terlewatkan. Meski sepintas tampak sepele, tapi manfaatnya tidak main-main.

Mungkin ada yang bertanya-tanya, apa hubungan sakit gigi dengan rahim. Keduanya dianggap terlalu jauh letaknya, sehingga terkadang masih diremehkan.

Padahal saat periksa gigi sebelum hamil, permasalahan akan langsung diketahui dan ditangani. Dengan begitu bisa meminimalkan risiko kesehatan yang bisa dialami oleh janin.

 

Pentingnya Periksa Gigi Saat Sebelum Hamil

Mempersiapkan kehamilan yang sehat tak lepas dari kondisi gigi dan mulut yang sehat pula. Ini dia sederet manfaat periksa gigi sebelum hamil.

1. Mencegah kelahiran prematur

Studi yang dilakukan oleh Oral Conditions and Pregnancy (OCAP) menunjukkan penyakit periodontal pada wanita hamil meningkatkan risiko kelahiran prematur. Penyakit periodontal adalah peradangan dan kerusakan jaringan pendukung gigi.

Mengutip American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), secara teoritis bakteri anaerob gram negatif dari inflamasi gigi dapat diangkut ke jaringan plasenta serta ke rahim dan leher rahim.

Inilah yang diduga dapat memicu persalinan prematur. Kelahiran dikatakan prematur apabila terjadi bila usia kandungan kurang dari 37 minggu.

Sebuah uji klinis acak yang disebut dalam studi OCAP menegaskan pemeliharaan kesehatan mulut untuk mencegah penyakit sebelum dan selama kehamilan sangat penting. Hasilnya lebih signifikan ketimbang mengobati infeksi mulut selama kehamilan.

Meski demikian, ada pula penelitian yang menunjukkan tidak ada hubungan penyakit periodontal dan kesehatan kehamilan. Namun, perawatan periodontal saat hamil tetap disarankan untuk mendukung kesehatan mulut wanita hamil.

2. Mencegah bayi lahir dengan berat badan rendah

Bayi yang lahir prematur, biasanya memiliki berat badan rendah. Nah, bayi masuk dalam kategori berat badan lahir rendah jika bobotnya kurang dari 2.500 gram.

Data dari studi pendahuluan yang dilakukan OCAP menunjukkan periodontal saat hamil secara signifikan terkait berat janin dan berat lahir yang lebih kecil. Pada wanita yang sehat secara periodontal, tidak ditemukan kelahiran bayi dengan bobot kurang dari 1.000 gram.

Sedangkan pada wanita hamil yang memiliki periodontal ringan dan sedang-berat, kejadian melahirkan bayi dengan berat badan rendah adalah 6,1 hingga 11,4 persen.

3. Mengurangi risiko sakit gigi saat hamil

Pada saat hamil, salah satu keluhan yang sering muncul adalah gingivitis atau radang gusi. Akibat peradangan ini, gusi mudah sekali berdarah. Kondisi ini sebagian besar terjadi pada trimester kedua.

Mengutip Journal of the Turkish-German Gynecological Association, wanita hamil mengalami perubahan keseimbangan hormonal selama kehamilan. Akibat peningkatan kadar progesteron dalam aliran darah, permeabilitas pembuluh darah juga meningkat. Sehingga darah jadi lebih mudah keluar, antara lain melalui gusi.

Selain itu, ada keluhan sakit gigi serta gigi tanggal saat hamil. Hal ini dikarenakan munculnya karies yang dipicu pola makan dan gula. Sedikit banyak, mual dan muntah juga turut memengaruhi munculnya karies.

Meningkatkan kebersihan mulut sebelum dan selama kehamilan akan membantu mencegah masalah tersebut. Apalagi sebenarnya kehamilan bukan penyebab sakit gigi, hanya saja perubahan saat hamil bisa memperburuk keluhan yang sudah ada.

4. Mencegah Preeklampsia

Masalah pada gigi dan mulut saat hamil diduga bisa memicu preeklampsia. Mekanisme keterkaitannya sebenarnya belum jelas. Namun, infeksi gigi diduga menyebabkan hiperinflamasi dan kerusakan pada pembuluh darah yang memicu preeklampsia.

Studi kondisi mulut dan kehamilan di Jurnal Obstet Gynecol melaporkan wanita berisiko lebih tinggi preeklamsia jika memiliki penyakit periodontal selama kehamilan.

 

Pemeriksaan Gigi Saat Hamil

Pada saat hamil, perawatan dan pemeriksaan gigi ke dokter gigi dianjurkan tetap dilakukan. Nah, ini dia berbagai pemeriksaan gigi yang bisa dilakukan saat hamil.

1. Pemeriksaan berkala ke dokter gigi

Sejak sebelum hamil, pemeriksaan rutin ke dokter gigi perlu dilakukan. Ketika trimester pertama, penting pula untuk segera berkonsultasi soal gigi ke dokter.

Tujuannya adalah untuk menghindari masalah gigi yang mungkin muncul akibat perubahan tubuh saat hamil. Umumnya, dokter tidak akan melakukan prosedur perawatan gigi khusus di trimester pertama.

Alasannya trimester pertama merupakan waktu paling rentan terjadinya aborsi spontan. Apalagi trimester pertama adalah masa pembentukan organ yang krusial.

2. Pembersihan karang gigi

Jika diperlukan, pembersihan plak dan karang (tartar) gigi bisa dijalani. Hal ini bisa dilakukan di trimester kedua.

Trimester kedua dianggap masa paling aman untuk melakukan perawatan gigi. Menurut artikel di Journal of Clinical and Diagnostic Research tahun 2012, di minggu 14 hingga 20 kehamilan, proses pembentukan organ selesai sehingga risiko pada janin rendah.

Umumnya wanita hamil trimester kedua juga telah menyesuaikan diri dengan kehamilannya. Di masa ini, ukuran janin belum terlalu besar sehingga tidak menyulitkan ibunya untuk diam dalam waktu lama.

Dokter gigi akan mempertimbangkan posisi paling tepat bagi wanita hamil yang akan mendapatkan perawatan gigi. Jangan sampai posisinya justru menghalangi aliran darah melalui pembuluh utama.

Sebelum menjalani pembersihan karang gigi, wanita hamil bisa konsultasi dulu ke dokter kandungan. Dari sini, pasien bisa meminta saran terkait keamanan prosedur tersebut.

 

Baca Juga : Gaya Hidup dan Pola Makan Tepat Bagi yang Sedang Promil

 

3. Menambal gigi berlubang dengan bahan aman

Bolehkah menambal gigi pada saat hamil? Pertanyaan ini sering dilontarkan wanita hamil. Jawabannya adalah boleh asal menggunakan bahan yang aman bagi ibu dan janinnya.

Mayo Clinic menyebut membiarkan gigi sakit saat hamil lebih berisiko ketimbang pengobatan yang digunakan. Namun, sebaiknya perlu dipastikan menggunakan cara yang aman.

Untuk mengatasi gigi berlubang, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS merekomendasikan agar menggunkan tambalan non-merkuri. Ini karena kekhawatiran tentang efek kesehatan yang berbahaya terkait paparan merkuri.

Lalu bagaimana jika ada tambalan yang mengandung merkuri? Menurut Mayo Clinic, mencabut atau mengganti tambalan yang mengandung merkuri dan dalam kondisi baik tidak disarankan. Akan tetapi jika diperlukan secara medis, maka bisa dipertimbangkan.

4. Cabut gigi dengan prosedur aman

Bagaimana dengan mencabut gigi pada saat hamil, apakah boleh? Biasanya disarankan untuk mencabut gigi setelah persalinan. Tujuannya adalah untuk meminimalkan kontraksi pada saat prosedur dilakukan.

Namun, bila perawatan gigi tidak mungkin dilakukan sehingga harus dicabut, maka harus dipastikan dengan prosedur yang aman. Berdasarkan studi yang dipublikasikan di The Journal of the American Dental Association (JADA), anestesi aman digunakan pada wanita hamil.

Anestesi lokal umum digunakan dalam prosedur cabut gigi. Studi tersebut memastikan perawatan gigi dan anestesi lokal selama kehamilan tidak terkait dengan peningkatan risiko masalah kesehatan utama pada bayi baru lahir.

Prosedur ini disarankan dilakukan di trimester kedua. Untuk lebih memastikan kondisi, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kandungan sebelum menjalani pencabutan gigi.

 

Perawatan Gigi yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Hamil

1. Prosedur kosmetik

Sebenarnya prosedur kosmetik seperti pemutihan gigi sah-sah saja dilakukan pada saat hamil. Akan tetapi American Pregnancy Association (APA) menyarankan menghindari perawatan gigi tersebut saat hamil.

Jika tidak terlalu penting, ujar APA, sebaiknya tidak memapar janin yang sedang berkembang pada risiko apa pun, meskipun minimal. Mengingat tujuannya untuk estetika ketimbang kesehatan, sebaiknya prosedur kosmetik ditunda hingga selesai melahirkan.

2. Rontgen X-ray rutin

American Pregnancy Association mengimbau perawatan gigi yang membutuhkan rontgen X-ray rutin diminimalkan. Sebisa mungkin ditunda hingga setelah melahirkan.

Radiasi dikhawatirkan bisa mengakibatkan kerusakan pada sel atau DNA.  Kerusakan pada sel janin dapat menyebabkan keguguran, cacat lahir, atau gangguan mental. Demikian dikutip dari Journal of clinical and diagnostic research.

Namun, American College of Radiology, memastikan tidak ada sinar-x diagnostik tunggal yang memiliki dosis radiasi signifikan untuk menyebabkan efek samping pada janin yang berkembang. Dosis kurang dari 5-10 rads tidak menimbulkan malformasi. Nah, kandungan satu X-ray gigi pasien sangat kecil, hanya 0,01 milirads.

 

Baca Juga : Panduan Lengkap Minum Obat Saat Program Hamil

 

Ditulis oleh : Nurvita Indarini

Sumber

  1. Hwang, S. S., Smith, V. C., McCormick, M. C., & Barfield, W. D. (2012). The association between maternal oral health experiences and risk of preterm birth in 10 states, Pregnancy Risk Assessment Monitoring System, 2004-2006. Maternal and child health journal, 16(8), 1688–1695. https://doi.org/10.1007/s10995-011-0870-1 (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4561173/)
  2. Offenbacher, S., Lieff, S., Boggess, K. A., Murtha, A. P., Madianos, P. N., Champagne, C. M., McKaig, R. G., Jared, H. L., Mauriello, S. M., Auten, R. L., Jr, Herbert, W. N., & Beck, J. D. (2001). Maternal periodontitis and prematurity. Part I: Obstetric outcome of prematurity and growth restriction. Annals of periodontology, 6(1), 164–174. https://doi.org/10.1902/annals.2001.6.1.164 (https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/11887460/)
  3. https://www.acog.org/clinical/clinical-guidance/committee-opinion/articles/2013/08/oral-health-care-during-pregnancy-and-through-the-lifespan
  4. Yenen, Z., & Ataçağ, T. (2019). Oral care in pregnancy. Journal of the Turkish German Gynecological Association, 20(4), 264–268. https://doi.org/10.4274/jtgga.galenos.2018.2018.0139 (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6883753/)
  5. Boggess, K. A., Lieff, S., Murtha, A. P., Moss, K., Beck, J., & Offenbacher, S. (2003). Maternal periodontal disease is associated with an increased risk for preeclampsia. Obstetrics and gynecology, 101(2), 227–231. https://doi.org/10.1016/s0029-7844(02)02314-1 (https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/12576243/)
  6. Bakhshi M, Tofangchiha M, Bakhtiari S, Ahadiyan T. Oral and dental care during pregnancy: A survey of knowledge and practice in 380 Iranian gynaecologists. J Int Oral Health [serial online] 2019 [cited 2020 Oct 18];11:21-7.(https://www.jioh.org/text.asp?2019/11/1/21/253144)
  7. Vt, H., T, M., T, S., Nisha V, A., & A, A. (2013). Dental considerations in pregnancy-a critical review on the oral care. Journal of clinical and diagnostic research : JCDR, 7(5), 948–953. https://doi.org/10.7860/JCDR/2013/5405.2986
  8. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/expert-answers/dental-work-during-pregnancy/faq-20119318#:~:text=Dental%20treatment%20can%20be%20done,you%20might%20need%20immediate%20treatment.
  9. https://www.ada.org/en/press-room/news-releases/2015-archive/august/new-study-shows-dental-treatment-during-pregnancy-is-safe

 

Komentar

Instagram Mommy.101

TestiMommy

Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image

Rentang kelahiran kedua yang cukup jauh, membuat saya sedikit lupa beberapa hal tentang parenting dan pengasuhan bayi. Informasi di website Mommy101 sangat membantu saya mengingat lagi semuanya. Terima kasih.

Eva, Mommy Lubna & Fadlan

New mom, young mom, senior mom, semua mommy wajib punya buku ini karena isinya sangat informatif, menarik, jelas dan padat, tidak ada lagi bingung-bingung soal perawatan bayi yaa moms.

Irsalina, mommy Aubrey dan Arsyila

Sebuah referensi terpercaya untuk ibu dan calon ibu. Sangat bermanfaat untuk panduan sehari-hari.

Mommy Fivi

Di Mommy 101 dari info yg basic sampe yg advanced ada semuah, bener-bener helpful buat first timer Mommy kaya aku. Sempet lupa minum folat acid, untung baca Mommy 101 jadi langsung gercep ambil n telen biar babyku tumbuh sehat. Makasi Mommy 101!

Jessica, Hamil 2 Bulan

Senang ketemu website Mommy101 yang lengkap banget infomasinya. Penyampaiannya ringan, menarik, dan mudah dipahami. Tapi tentu dengan sumber-sumber yang credible (bisa check di refrensinya). Thank you Mommy 101 for making our parenting tasks so much easier.

Sarah, Mommy Shifa