Lain-lain

Vitamin D | Sumber, Manfaat, Suplemen dan Dampak jika Kekurangan

Ulasan lengkap Vitamin D : fungsi, kebutuhan asupan, efek samping jika kekurangan vitamin D, sumber makanan dan pembahasan suplemen dan dosis vitamin D.

Vitamin D diperlukan untuk membentuk dan memelihara kesehatan tulang. Kalsium merupakan komponen utama dari tulang dan hanya bisa diserap ketika tubuh memiliki Vitamin D dalam jumlah yang cukup.

 

Vitamin D

Diproduksi ketika tubuh terpapar sinar matahari yang akan mengubah vitamin menjadi bentuk aktif, yaitu calciferol.

Tanpa vitamin D tulang bisa menjadi lunak, tipis dan rapuh. Kekurangan vitamin D juga berkaitan dengan pengeroposan tulang (osteoporosis).

 

Fungsi dan Manfaat Vitamin D

  • Menjaga kesehatan tulang

Memiliki tulang yang sehat dapat melindungi Mommy dari berbagai penyakit. Salah satunya adalah rakhitis.

Rakhitis adalah kelainan yang menyebabkan anak-anak memiliki tulang yang lemah dan lunak dan disebabkan oleh kekurangan vitamin D di dalam tubuh. Sedangkan pada orang dewasa, kondisi tulang menjadi lunak dikenal dengan osteomalacia.

  • Menyerap kalsium

Vitamin D bersama kalsium berfungsi untuk menjaga tulang tetap kuat dan sehat. Kalsium yang diperoleh dari makanan dapat diserap dengan optimal ketika tubuh memiliki jumlah vitamin D yang cukup.

  • Bekerja dengan kelenjar paratiroid

Salah satu fungsi kelenjar paratiroid adalah untuk menyeimbangkan kalsium di dalam darah. Ketika tubuh memiliki kalsium dan vitamin D dalam jumlah yang cukup, maka kalsium dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan tubuh.

Namun, jika asupan kalsium atau vitamin D tidak memadai, maka kelenjar paratiroid akan mengambil kalsium dari kerangka tubuh untuk menjaga nilai normal kalsium di dalam darah. 

 

Makanan yang Mengandung Vitamin D

Selain dari paparan sinar matahari, vitamin D bisa Mommy dapatkan melalui makanan, seperti:

  • Ikan, seperti salmon, makarel, tuna merupakan sumber vitamin D yang sangat baik

  • Kuning telur, hati sapi dan keju mengandung vitamin D dalam jumlah kecil

  • Produk makanan yang telah difortifikasi vitamin D, seperti susu, jus jeruk, yogurt, sereal

  • Minyak ikan

  • Jamur

 

Jumlah Vitamin D

Jumlah vitamin D yang dihasilkan kulit, tergantung dari beberapa faktor, yaitu:

  • Waktu paparan sinar matahari, Sinar matahari merupakan sumber utama sinar Ultraviolet (UV). Sinar UV dalam jumlah yang tepat dapat membantu produksi vitamin D.

  • Musim, intensitas sinar matahari akan berkurang saat musim dingin.

  • Pigmentasi kulit. Orang kulit hitam, seperti Afrika berisiko tidak mendapatkan vitamin D yang cukup dari matahari.

  • Penggunaan tabir surya, Meski berpengaruh pada produksi vitamin D, penggunaan tabir surya penting untuk digunakan ketika Mommy terpapar sinar matahari.

 

Cara Berjemur yang Tepat

  • Jika berjemur berlebihan justru berisiko menyebabkan kerusakan kulit, kerusakan mata dan meningkatkan risiko kanker kulit.

  • Jenis sinar UV yang paling umum adalah UVA dan UVB. Paparan UVA berhubungan dengan proses penuaan kulit, sedangkan UVB menyebabkan kulit terbakar.

  • Namun, dalam jumlah yang tepat UVB dapat membantu pengubahan vitamin D3 menjadi bentuk aktif, yaitu vitamin D yang dapat dimanfaatkan oleh tubuh.

  • Oleh karena itu, durasi berjemur yang disarankan hanya sekitar 10-15 menit, 2-3 kali dalam seminggu.

  • Paparkan sinar matahari pada area lengan, kaki, perut dan punggung, namun jangan lupa menggunakan tabir surya untuk mencegah kerusakan kulit.

  • Pada umumnya, waktu berjemur yang disarankan adalah antara pukul 10 pagi sampai 3 sore, namun dapat berbeda tergantung dari lokasi Mommy berada. Mommy juga dapat mengecek melalui aplikasi UV yang tersedia.

 

Kekurangan Vitamin D

Pada orang yang kekurangan vitamin D, seperti tidak mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup dan gangguan penyerapan vitamin D, diperlukan tambahan suplemen Vitamin D untuk membantu menjaga kesehatan tulang.

 

Kelebihan Vitamin D

Meski toksisitas vitamin D atau disebut Hypervitaminosis D jarang terjadi, namun merupakan kondisi yang serius.

Kondisi ini terjadi ketika kadar vitamin D di dalam tubuh berlebihan. Toksisitas vitamin D biasanya disebabkan oleh penggunaan suplemen vitamin D dalam dosis tinggi.

 

Toksisitas Vitamin D

Akibat utama dari toksisitas vitamin D adalah penumpukan kalsium di dalam darah yang disebut dengan istilah hiperkalsemia. Kondisi ini dapat menyebabkan beberapa gejala, yaitu:

  • Mual

  • Muntah

  • Kelemahan

  • Sering buang air kecil

Toksisitas vitamin D juga dapat menyebabkan nyeri tulang dan pembentukan batu kalsium di ginjal. Penggunaan suplemen vitamin D dengan dosis 60.000 international units (IU)/hari selama beberapa bulan dapat menjadi penyebab toksisitas.

Oleh karena itu, sebelum menggunakan suplemen vitamin D sebaiknya Mommy berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

 

Suplemen Vitamin D

Pada umumnya, kebutuhan vitamin D dapat dipenuhi melalui paparan sinar matahari dan konsumsi makanan yang kaya akan kandungan vitamin D.

Namun, penggunaan suplemen vitamin D dianjurkan ketika Mommy tidak dapat memenuhi kebutuhan vitamin D, misalnya jika tinggal di daerah yang tidak mendapatkan sinar matahari, mengalami gangguan penyerapan vitamin D, hamil atau mengalami penyakit tertentu.

 

Dosis Vitamin D

Dosis vitamin D disesuaikan dengan usia, kebutuhan dan kondisi yang diderita.

Contoh dosis vitamin D yang direkomendasikan untuk beberapa kondisi, antara lain:

  • Pencegahan osteoporosis

Dewasa ≥50 tahun: 800-1000 IU/hari

  • Pencegahan kekurangan vitamin D

Pada anak dan remaja yang tidak mendapatkan asupan yang cukup: 400-600 IU/hari.

  • Kekurangan atau defisiensi vitamin D

Bayi: 2000 IU/hari

Anak dan remaja: 2000 IU/hari

  • Kondisi Rakitis

Bayi: 2000 IU/hari

Anak: 3000-6000 IU/hari

Remaja: 6000 IU/hari

Dokter yang akan menentukan dosis yang digunakan, dosis di atas dapat berubah sesuai dengan kondisi penderita.

 

Kebutuhan dan Batasan Asupan Vitamin D

Kebutuhan vitamin D yang direkomendasikan, yaitu:

  • Bayi sampai usia 12 bulan: 400 IU (international unit)/hari

  • Usia 1-70 tahun: 600 IU/hari

  • Usia di atas 70 tahun: 800 IU/hari

  • Ibu hamil atau menyusui, usia 14-50 tahun: 600 IU/hari

Batas asupan yang direkomendasikan, yaitu:

  • Bayi usia 0-6 bulan: 1.000 IU/hari

  • Bayi usia 6-12 bulan: 1.500 IU/hari

  • Anak usia 1-3 tahun: 2.500 IU/hari

  • Anak usia 4-8 tahun: 3.000 IU/hari

  • Usia 9-70 tahun: 4000 IU/hari

  • Usia di atas 70 tahun: 4.000 IU/hari

  • Ibu hamil atau menyusui, usia 14-50 tahun: 4.000/hari

 

Efek Samping

Penggunaan vitamin D aman selama digunakan dengan dosis yang dianjurkan. Seseorang dengan kondisi tertentu dapat mengonsumsi vitamin D dalam jumlah besar, efek samping yang dapat muncul antara lain:

  • Mual

  • Muntah

  • Nafsu makan menurun

  • Sembelit atau konstipasi

  • Lemah

  • Berat badan turun

  • Kebingungan

  • Disorientasi

  • Gangguan irama jantung

  • Kerusakan ginjal

 

Interaksi Obat

Beberapa obat dapat mempengaruhi kerja dari vitamin D, antara lain:

  • Aluminium

Mengonsumsi vitamin D dengan obat yang mengandung aluminium, seperti antasida, dapat meningkatkan kadar aluminium di dalam tubuh, khususnya pada pasien yang memiliki gangguan ginjal.

  • Obat anti kejang

Phenobarbital dan phenytoin dapat meningkatkan pemecahan vitamin D dan menurunkan penyerapan kalsium.

  • Atorvastatin

Penggunan obat kolesterol Atorvastatin dapat menurunkan sintesis vitamin D. Selain itu, penggunaan bersamaan vitamin D dan Atorvastatin dapat menurunkan efektivitas dari obat kolesterol.

  • Cholestyramine dan Orlistat

Konsumsi bersamaan dapat menurunkan penyerapan vitamin D.

  • Digoxin

Vitamin D dosis tinggi tidak direkomendasikan untuk diberikan bersamaan dengan digoxin, Penggunaan vitamin D dosis tinggi dapat menyebabkan hiperkalsemia dan meningkatkan risiko permasalahan pada jantung.

  • Obat hipertensi

Penggunaan vitamin D bersamaan dengan obat darah tinggi bersamaan, seperti diltiazem dan verapamil dapat menurunkan efektivitas dari obat tersebut.

  • Diuretik thiazid

Penggunaan obat ini dapat menurunkan pengeluaran kalsium melalui urin, sehingga dapat menyebabkan hiperkalsemia.

  • Kortikosteroid

Penggunaan vitamin D bersama dengan prednisone dapat menurunkan penyerapan kalsium dan mengganggu metabolisme vitamin D di dalam tubuh.

 

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apa saja sumber vitamin D?

Sumber vitamin D utama berasal dari paparan sinar matahari. Pada umumnya, paparan sinar matahari sudah dapat mencukupi kebutuhan tubuh.

Selain itu, vitamin D dalam jumlah kecil juga dapat ditemukan di makanan dan jika diperlukan Mommy juga bisa mengonsumsi suplemen yang mengandung vitamin D.

Namun, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk menentukan dosis yang sesuai untuk kebutuhan Mommy.

 

Apa bahaya kekurangan vitamin D pada anak?

Vitamin D berperan penting dalam pertumbuhan tulang dan gigi anak. Kekurangan vitamin D dapat mempengaruhi perkembangan anak, serta bisa menyebabkan penyakit riketsia nutrisional yang umum terjadi pada anak usia 6-2,5 tahun.

Gejala yang dapat muncul seperti kelemahan otot, keterlambatan perkembangan gerak motorik, tungkai berbentuk O, gangguan kepala, keterlambatan pertumbuhan gigi dan risiko infeksi.

Vitamin D merupakan vitamin yang diperlukan untuk menjaga kesehatan tulang, gigi dan otot, bisa Mommy dapatkan dari paparan sinar matahari dan beberapa makanan. Yuk, penuhi kebutuhan vitamin D Mommy dan keluarga.

 

Ditulis oleh : apt. Novita, S.Farm., M.Farm.

Sumber

  1. Vitamin D [Internet]. Available from: https://www.nhs.uk/conditions/vitamins-and-minerals/vitamin-d/
  2. Mayo Clinic. Vitamin D [Internet]. Available from: https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements-vitamin-d/art-20363792
  3. Cleveland Clinic. Vitamin D Deficiency [Internet]. Available from:https://my.clevelandclinic.org/health/articles/15050-vitamin-d–vitamin-d-deficiency
  4. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Perlukan Suplemen Vitamin D? [Internet]. Available from: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/perlukah-suplemen-vitamin-d
  5. Skin Cancer Foundation. Sun Protection and Vitamin D [Internet]. Available from: https://www.skincancer.org/blog/sun-protection-and-vitamin-d/
  6. Mayo Clinic. What is Vitamin D toxicity? Should I be worried about taking supplements? [Internet]. Available from: https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/expert-answers/vitamin-d-toxicity/faq-20058108

Komentar

Instagram Mommy.101

TestiMommy

Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image

Rentang kelahiran kedua yang cukup jauh, membuat saya sedikit lupa beberapa hal tentang parenting dan pengasuhan bayi. Informasi di website Mommy101 sangat membantu saya mengingat lagi semuanya. Terima kasih.

Eva, Mommy Lubna & Fadlan

New mom, young mom, senior mom, semua mommy wajib punya buku ini karena isinya sangat informatif, menarik, jelas dan padat, tidak ada lagi bingung-bingung soal perawatan bayi yaa moms.

Irsalina, mommy Aubrey dan Arsyila

Sebuah referensi terpercaya untuk ibu dan calon ibu. Sangat bermanfaat untuk panduan sehari-hari.

Mommy Fivi

Di Mommy 101 dari info yg basic sampe yg advanced ada semuah, bener-bener helpful buat first timer Mommy kaya aku. Sempet lupa minum folat acid, untung baca Mommy 101 jadi langsung gercep ambil n telen biar babyku tumbuh sehat. Makasi Mommy 101!

Jessica, Hamil 2 Bulan

Senang ketemu website Mommy101 yang lengkap banget infomasinya. Penyampaiannya ringan, menarik, dan mudah dipahami. Tapi tentu dengan sumber-sumber yang credible (bisa check di refrensinya). Thank you Mommy 101 for making our parenting tasks so much easier.

Sarah, Mommy Shifa