Baby Sitter yang Baik, Seperti Apa Saja Kriterianya?

Memilih orang yang tepat untuk menjaga anak sangatlah penting. Karena pada orang inilah nantinya Mommy akan mendelegasikan dan memercayakan tugas mengurus serta mengawasi anak Mommy. Karena itu penting untuk memahami kriteria baby sitter yang baik.
Berikut adalah 9 kriteria baby sitter yang baik yang dapat Mommy jadikan panduan dalam memilih baby sitter yang dapat diandalkan untuk mengurus anak Mommy.
1. Sehat
Kondisi kesehatan baby sitter sangatlah penting. Jangan pekerjakan baby sitter yang memiliki riwayat penyakit menular serius. Selain dapat menulari anak, ditakutkan fisik yang lemah akibat penyakit yang dideritanya tersebut menghambatnya memberikan asuhan pada anak.
2. Dapat diandalkan dan bertanggung jawab
Ini juga sangat penting, karena baby sitter bertanggung jawab atas kesehatan dan keamanan anak di saat Mommy tidak ada di sampingnya. Tentunya baby sitter yang baik adalah yang dapat diandalkan dan bertanggung jawab.
3. Jujur
Kejujuran merupakan kriteria penting yang harus dimiliki baby sitter yang baik. Ia harus jujur berkaitan dengan kondisi anak dan apa yang dialami anak seharian.
Mommy membutuhkan informasi tersebut, sekecil apa pun. Jangan sampai ia menutupi informasi yang sebenarnya dari Mommy hanya karena ia takut disalahkan atau ingin terlihat baik di mata Mommy.
4. Menyukai anak kecil
Baby sitter yang baik umumnya memahami dan menyayangi anak-anak. Anak-anak dapat merasakan apakah baby sitter menyayangi mereka atau tidak.
5. Percaya diri
Anak-anak cenderung menilai orang dari cara mereka melihat, bertindak, dan berkata. Baby sitter yang percaya diri lebih mudah diterima anak daripada yang tidak. Baby sitter yang terlihat percaya diri di hadapan anak juga lebih mungkin untuk bersikap tegas dan menegakkan disiplin.
6. Dewasa
Baby sitter yang baik harus mampu tenang ketika berada dalam kondisi sulit. Misalnya ketika anak tantrum, baby sitter tidak terbawa emosi sehingga menjadi marah atau stres.
7. Memiliki “good manners”
Setiap keluarga memiliki kepercayaan, kebudayaan, serta kebiasaan yang berbeda-beda. Baby sitter harus mampu menghormati dan menyesuaikan dirinya dengan itu semua.
Ia juga harus selalu bersikap sopan, dan tahu kapan serta di mana harus bertindak apa. Ini penting, karena anak cenderung meniru segala ucapan dan tingkah laku orang-orang di sekitarnya, termasuk baby sitter.
8. Mengutamakan keamanan
Kapan pun dan di mana pun, baby sitter harus waspada terhadap bahaya yang mungkin mengintai anak.
9. Berpengalaman
Baby sitter yang baik harus memahami tahap-tahap perkembangan anak. Ia juga harus mengetahui teknik-teknik dasar memberi makan, memakaikan baju, memakaikan popok, memandikan, serta bermain dengan anak pada tahap perkembangan yang berbeda.
Karena alasan itu, jangan pilih baby sitter yang berusia di bawah 14 tahun. Dikhawatirkan ia kurang pengalaman dan kurang dewasa dalam menghadapi anak, terutama ketika anak Mommy termasuk anak yang “sulit”.
Di atas semua itu, kecocokan anak dengan calon baby sitternya merupakan faktor penting yang harus dipertimbangkan dalam mengambil keputusan untuk mempekerjakan seorang baby sitter.
Jika anak terlihat cocok dengan baby sitter yang kurang pengalaman misalnya, jangan buru-buru coret ia dari daftar. Cari tahu apakah ia mau dan bisa dilatih mengurus anak. Karena keterampilan bisa diasah dan membaik seiring dengan waktu.

