Kunci Sukses Relaktasi
Pengertian
Relaktasi adalah ketika Mommy memutuskan kembali menyusui bayi setelah sempat berhenti.
Relaktasi tidak memandang berapa lama laktasi terhenti, baik itu beberapa hari, minggu, bulan, maupun tahun.
Berikut beberapa alasan Mommy memerlukan relaktasi:
- Bayi terpisah dari Mommy karena salah satu sakit
- Mommy tidak dianjurkan untuk menyusui, misalnya karena perlu menjalani pemeriksaan dengan zat radioaktif
- Bayi lahir prematur sehingga tidak bisa menyusu langsung
- Mommy beralih ke susu formula
Khususnya di situasi bencana, relaktasi sangatlah penting karena dapat menjadi penyelamat gizi bayi.
Faktor yang memengaruhi keberhasilan relaktasi
Relaktasi membutuhkan waktu yang berbeda-beda bagi setiap Mommy karena tubuh bereaksi secara unik terhadap upaya relaktasi.
Berikut beberapa faktor yang memengaruhi keberhasilan relaktasi:
Faktor bayi
Berikut adalah faktor dari bayi yang mempengaruhi keberhasilan relaktasi:
- Relaktasi akan lebih mudah dilakukan bila bayi segera mau menyusu saat didekatkan pada payudara. Namun, sebanyak 74% bayi menolak untuk segera menyusu pada awal laktasi
- Relaktasi akan lebih mudah dilakukan pada bayi baru lahir sampai berusia kurang dari 8 minggu
- Relaktasi akan lebih mudah dilakukan bila waktu berhentinya laktasi belum lama
- Relaktasi akan lebih sulit dilakukan bila bayi sudah terbiasa menggunakan dot. Oleh karena itu, bayi prematur sebaiknya diberi minum dengan cangkir untuk mempermudah proses relaktasi
- Relaktasi akan sulit dilakukan pada bayi yang sudah mendapat MPASI
Faktor Mommy
Berikut adalah beberapa faktor dari Mommy yang mempegaruhi keberhasilan relaktasi:
- Relaktasi akan lebih mudah dilakukan bila Mommy mempunyai motivasi yang kuat
- Relaktasi akan lebih mudah dilakukan bila interaksi Mommy dan bayi berjalan baik
- Relaktasi akan lebih mudah dilakukan bila Mommy mendapatkan dukungan dari keluarga, lingkungan, dan tenaga kesehatan
Persiapan relaktasi
Agar proses relaktasi bisa berhasil, Mommy perlu memiliki persiapan mental dan persiapan awal.
Persiapan mental
Relaktasi cukup menguras mental karena adakalanya tidak berjalan lancar. Berikut beberapa persiapan mental yang perlu Mommy lakukan.
- Bersiaplah dengan kemungkinan bayi menolak untuk menyusu langsung atau bayi terus menangis karena sedikitnya produksi ASI
- Mintalah dukungan mental dari orang-orang terdekat
- Atur mind set Mommy. Kepercayaan diri dan komitmen adalah kunci utama keberhasilan relaktasi
Persiapan awal
Berikut adalah persiapan awal yang perlu Mommy lakukan saat memutuskan relaktasi.
- Tingkatkan konsumsi protein dan cairan sehari-hari untuk meingkatkan produksi ASI
- Konsumsi ASI booster untuk memperlancar produksi ASI
- Perbanyak istirahat. Karena saat relaktasi dimulai, Mommy akan menghabiskan hampir seluruh waktu Mommy bersama bayi
- Perbanyak skin to skin contact dengan bayi, tidurlah bersama bayi, mandikan bayi, dan gendong bayi sesering mungkin
- Berlatihlah memosisikan bayi pada payudara Mommy untuk mendapatkan posisi yang paling nyaman
Cara melakukan relaktasi
Relaktasi hanya bisa dilakukan dengan satu cara, yaitu membiarkan bayi menyusu pada payudara Mommy sesering mungkin.
Frekuensi menyusu sesering mungkin
Frekuensi menyusu ini setidaknya adalah 10 kali dalam 24 jam, atau lebih jika bayi menginginkannya.
Berikut adalah langkah-langkah yang dapat Mommy lakukan untuk meningkatkan frekuensi bayi menyusu.
- Cobalah untuk selalu bersama bayi
- Cobalah menyusui bayi setiap 2 jam sekali atau biarkan bayi menyusu kapan pun ia inginkan, terutama pada malam hari ketika kadar hormon prolaktin sedang banyak-banyaknya
- Biarkan bayi mengisap payudara sekitar 30 menit setiap kali ia menyusu. Atau, tingkatkan durasinya secara bertahap, dimulai dari sekurangnya 15 menit
- Ketika menyusui, pastikan posisi badan Mommy serta posisi badan dan pelekatan bayi sudah benar, nyaman, dan tepat
- Gunakan suplementer menyusui. Sebagai permulaan, berikan seporsi penuh susu formula atau ASIP sesuai berat badan bayi, atau sesuai jumlah yang dikonsumsi sebelumnya. Segera setelah ASI keluar, kurangi pemberian suplementer secara bertahap
- Hentikan pemberian susu formula atau ASIP lewat botol. Gantilah dengan cangkir, sendok, atau pipet
Kecukupan asupan
Selama masa relaktasi, periksalah hal-hal berikut secara teratur untuk memastikan bayi tidak kekurangan makanan:
- Kenaikan berat badan bayi, yaitu sekurangnya 500gr dalam sebulan
- Frekuensi BAK harian, 5-6 kali
- Frekuensi BAB harian, minimal 1 kali
Tips sukses relaktasi
Agar relaktasi berhasil, Mommy dapat melakukan beberapa tips berikut ini:
- Sering menempelkan puting ke mulut bayi
- Sering memerah payudara untuk merangsang produksi ASI
- Rutin mengonsumsi makanan peningkat produksi ASI
- Hindari memberikan empeng pada bayi
- Hindari segala perasaan negatif jika ternyata produksi ASI tidak sebanyak sebelumnya
Memberikan ASI, berapapun jumlahnya, sangat jauh lebih bermanfaat daripada tidak memberikan ASI sama sekali. Jadi, meskipun Mommy tetap harus memberikan susu formula bersamaan dengan ASI, tetaplah bersemangat.
FREQUENTLY ASKED QUESTION
Bagaimana cara mengeluarkan ASI kembali?
Mommy bisa melakukan proses relaktasi untuk mengeluarkan ASI kembali setelah sebelumnya berhenti menyusui.
Apa yang terjadi jika ASI tidak dikeluarkan?
Jika ASI tidak di keluarkan, saluran ASI akan tersumbat, dan pada akhirnya tubuh berhenti memproduksi ASI.
Apabila produksi ASI masih lancar saat ASI berhenti dikeluarkan, Mommy bisa mengalami pembengkakan payudara atau mastitis.
Bagaimana proses relaktasi berhasil?
Keberhasilan relaktasi dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya kemauan bayi untuk menyusu dan motivasi Mommy untuk menyusui kembali.
Apa itu induksi laktasi?
Induksi laktasi adalah metode untuk merangsang produksi ASI pada perempuan yang tidak mengalami kehamilan. Dengan metode ini, seorang Mommy yang mengadopsi bayi memiliki kesempatan untuk menyusui bayinya.
Penulis : Dian Kusumawardani, Konselor Menyusui – Tim penulis Mommy101, disadur dari berbagai sumber.
Sumber
- IDAI. 2010. Indonesia Menyusui. Jakarta : Penerbit IDAI.
- Newman, Jack. Dr. 2008. The Ultimate Breastfeeding Book of Answers. Tangerang : Buah Hati.

