Cara Menyapih
Pengertian menyapih
Menyapih adalah proses mengenalkan makanan padat pendamping ASI kepada bayi secara bertahap, hingga seluruh kebutuhan nutrisinya dapat terpenuhi dari makanan padat.
Waktu yang tepat menyapih anak
Menyapih dapat dilakukan secara bertahap, berikut adalah waktu yang tepat untuk menyapih anak:
Awal menyapih
Proses penyapihan dimulai saat bayi memasuki usia 6 bulan, dengan mengenalkan pada makanan padat pertama, meski asupan ASI masih dominan.
Seiring waktu, konsumsi makanan padat bayi akan semakin bertambah, sedangkan konsumsi ASI akan semakin berkurang hingga bayi dapat disapih sepenuhnya.
Waktu menyapih sepenuhnya
Waktu yang tepat untuk menyapih sepenuhnya tidaklah sama, tergantung dari kondisi dan kesiapan masing-masing.
Mommy dapat menyusui hingga anak berusia dua tahun atau lebih, menyusui tetap bermanfaat bagi Mommy dan anak.
Tanda anak siap disapih sepenuhnya
Untuk mengetahui apakah anak siap disapih sepenuhnya atau belum, Mommy bisa memperhatikan tanda-tanda berikut:
- Bayi mulai tampak tidak tertarik saat menyusu di payudara Mommy
- Bayi tetap rewel walaupun sudah diberi ASI
- Bayi menyusui dalam waktu yang lebih pendek daripada biasanya
- Bayi mudah terganggu saat sedang menyusu
- Bayi “bermain” dengan payudara Mommy, seperti menarik dan menggigit payudara Mommy
- Bayi menyusu di payudara Mommy tapi tidak mengisapnya sehingga ASI tidak keluar
- Bayi mungkin tetap menyusu di payudara Mommy, tapi hanya untuk mencari kenyamanan
Cara menyapih anak sepenuhnya
Strategi terbaik untuk menyapih anak sepenuhnya adalah menyapih dengan kasih.
Diawali dengan kesepakatan orang tua dan anak, tanpa memasang target, paksaan, menggunakan olesan pahit, membohongi, menggunakan komunikasi negatif, dan tanpa mengintimidasi anak.
Berikut adalah beberapa langkah menyapih dengan kasih yang bisa Mommy lakukan:
1. Siapkan diri Mommy
Kesiapan diri Mommy sangat berperan penting terhadap keberhasilan proses menyapih.
Jika Mommy belum siap, anak juga akan merasa belum siap untuk berhenti menyusu.
2. Komunikasikan dengan baik
Saat ingin menyapih anak sepenuhnya, pastikan untuk membicarakannya dengan anak.
Beri tahu alasannya pada anak agar ia bisa mengerti dan bersedia untuk berhenti menyusu.
3. Ubah kebiasaan makan anak
Tambahkan porsi atau frekuensi makan anak secara perlahan sehingga ia merasa tidak membutuhkan ASI lagi.
Mommy dapat sediakan camilan, air putih atau jus untuk mencukupi kebutuhan cairannya.
4. Kurangi frekuensi menyusui
Secara perlahan, kurangi frekuensi menyusui. Misalnya anak terbiasa menyusu hingga delapan kali atau lebih dalam sehari, kurangi hingga di bawah lima kali sehari.
5. Persingkat waktu menyusui
Batasi waktu menyusu anak sekitar 5 hingga 10 menit setiap kali menyusu.
Lakukan intervensi tanpa perlu menunggu anak melepas sendiri payudara Mommy.
6. Gunakan pakaian yang berbeda
Menggunakan pakaian yang biasa dipakai saat menyusui dapat membuat anak teringat kebiasaannya menyusu.
Hindari juga untuk membuka baju di depan anak.
7. Ubah cara menggendong
Hindari menggendong anak seperti posisi sedang menyusui.
Mommy bisa mencoba menggendong anak di punggung atau menggendong dengan posisi saling memeluk satu sama lain.
8. Ajak anak bermain
Alihkan perhatian anak dari aktivitas menyusu, Mommy bisa mengajaknya bermain, membacakan buku, atau berjalan-jalan ke luar.
9. Ubah kebiasaan saat tidur
Ajaklah anak bermain sebelum tidur hingga ia lelah, dan mudah tertidur sendiri.
10. Minta bantuan suami
Mintalah bantuan suami untuk menemani anak menjelang tidur atauterbangun di tengah malam, sehingga anak terbiasa tidur tanpa kehadiran Mommy.
11. Lakukan hipnoterapi
Mommy bisa membisikkan sugesti positif menjelang tidur malam, ketika anak sangat mengantuk tetapi belum tertidur.
Gunakan kata-kata yang positif dan singkat, suara lambat, dalam, dan tenang, serta di waktu yang tepat agar sugesti tersebut bisa masuk ke dalam memori anak hingga ke alam bawah sadarnya.
12. Berikan lebih banyak perhatian
Mommy bisa sesering mungkin mencium, memeluk, menemaninya bermain, dan katakan Mommy mencintai dan menyayanginya.
Anak akan merasa aman, nyaman, serta tidak cemas kehilangan momen berdua dengan Mommy meskipun harus berhenti menyusu.
13. Tahan emosi
Anak memiliki insting yang luar biasa, ia tahu jika Mommy berencana untuk berhenti menyusui sehingga ia menjadi lebih rewel, menuntut lebih banyak perhatian, bahkan semakin sering meminta untuk disusui.
Meskipun hal ini menguras tenaga dan emosi, Mommy harus tetap sabar saat menghadapinya, khususnya ketika anak mengamuk meminta disusui.
Hal yang perlu dihindari
Berikut adalah hal yang perlu dihindari ketika menyapih anak:
- Jangan memilih waktu untuk menyapih anak sepenuhnya saat ia sedang sakit
- Jangan memilih waktu untuk menyapih anak sepenuhnya saat ia sedang mengalami perubahan besar dalam hidupnya, misalnya saat harus pindah rumah atau saat berganti pengasuh
- Jangan membuat anak berganti menyusu pada benda lain, seperti empeng, botol susu, dan bantal
Bila anak menolak
Bila semua cara di atas sudah Mommy lakukan, namun anak belum berhasil disapih, Mommy perlu bersabar dan mencoba kembali dilain waktu.
Sebagaimana penjelasan sebelumnya, tidak ada dampak negatif dari segi medis bila anak menyusu lebih dari tiga tahun.
FREQUENTLY ASKED QUESTION
Bagaimana cara menyapih menurut Islam?
Di dalam Islam, tidak ada cara menyapih yang dijelaskan secara khusus. Al Quran hanya membahas berapa lama waktu menyusui yang dianjurkan. Biasanya, anak bisa disapih setelah berusia 2 tahun.
Bagaimana agar anak berhenti menyusu?
Mommy bisa menyapih anak secara perlahan dan bertahap. Kurangi frekuensi dan durasi menyusu, mulai dari awal pemberian MPASI hingga akhirnya berhenti menyusu sepenuhnya. Komunikasikan kepada anak bila sudah waktunya ia untuk berhenti menyusu sepenuhnya.
Bagimana cara menyapih anak agar tidak rewel?
Sapih anak dengan kasih. Lakukan bertahap dengan komunikasi yang baik. Bila saatnya tiba untuk menyapih anak sepenuhnya, jangan membohongi ataupun mengancam anak agar berhenti menyusu.
Bagimana cara menghentikan ASI secara alami?
Letakkan daun kubis segar di atas payudara. Biarkan daun melekat selama beberapa hari. Bila daun sudah layu, gantilah dengan yang baru. Cara ini dapat membantu Mommy untuk mengeringkan pasokan ASI.
Mommy juga bisa mengonsumsi teh sage. Teh sage merupakan salah satu jenis teh herbal yang dapat mempercepat proses penghentian produksi susu di payudara. Konsumsilah teh ini tiga kali sehari secara rutin.
Penulis : Dian Kusumawardani, Konselor Menyusui – Tim penulis Mommy101, disadur dari berbagai sumber.
Sumber
- Newman, Jack. Dr. 2008. The Ultimate Breastfeeding Book of Answers. Tangerang : Buah Hati.
- Prasetyono, Dwi. Sunar. 2012. Buku Pintar ASI Eksklusif. Yogyakarta : Diva Press.

