Baby Sitter yang Buruk, Seperti Apakah Ciri-ciri yang Perlu Diwaspadai?

Mommy bisa mengetahui apakah baby sitter bekerja dengan baik atau tidak dari tingkah lakunya dan juga dari anak Mommy. Pertimbangkanlah untuk segera mencari pengganti baby sitter jika Mommy mendapati tanda-tanda berikut pada anak dan baby sitter.
1. Anak tampak takut dengan baby sitternya
Perhatikan, jika anak tampak takut, atau terlihat cemas dan menarik diri ketika berada di sekitar baby sitternya, maka itu bisa menjadi pertanda ia baby sitter yang buruk.
Atau, yang paling ditakutkan, anak takut dengan baby sitternya karena mendapatkan perlakuan kasar darinya. Minta anak untuk menceritakan perasaan takutnya itu dan periksa badannya apakah ada tanda-tanda kekerasan fisik.
2. Baby sitter seperti menyembunyikan sesuatu
Jika baby sitter tidak menceritakan dengan jelas dan gamblang apa saja yang dilakukannya bersama anak saat mommy bekerja, bisa jadi ada sesuatu yang salah. Yang perlu diwaspadai adalah baby sitter yang berahasia, atau yang jelas-jelas berbohong atau berusaha untuk menipu.
3. Terlalu sering terjadi kecelakaan yang bisa dihindari
Adalah normal jika anak mengalami kecelakaan kecil yang membuatnya terluka ringan. Anak-anak yang aktif bergerak dengan cepat dan selalu tertarik untuk melakukan hal-hal yang seharusnya tidak mereka lakukan.
Namun jika kejadiannya menjadi terlalu sering atau luka yang didapatkannya semakin parah, segera cari tahu penyebabnya. Bisa jadi baby sitter tidak mengawasi anak dengan cukup baik.
4. Baby sitter tidak menjalankan instruksi Mommy
Baby sitter yang baik selalu mendengarkan instruksi yang diberikan, memahaminya, lalu melaksanakannya. Jika baby sitter terang-terangan menolak melaksanakan instruksi karena tidak sepaham dengan mommy dan secara sengaja tidak mau mengikuti instruksi Mommy, maka sebaiknya berhentikan baby sitter, karena Mommy menjadi tidak merasa tenang.
5. Anak selalu tampak kotor atau lapar
Jika anak selalu terlihat kotor atau lapar, rewel atau terlihat sangat lelah itu pertanda baby sitter tidak merawat anak dengan baik.
Baby sitter yang baik akan selalu menjaga kebersihan anak, dan memenuhi kebutuhan dasarnya seperti makan atau istirahat atau tidur siang.
6. Baby sitter tidak banyak berkomunikasi dengan Mommy
Baby sitter yang baik akan selalu berusaha berkomunikasi dengan Mommy. Baik itu untuk melaporkan rutinitas anak sehari-hari, memberikan masukan terkait pengasuhan anak, menginformasikan hal-hal yang terkait dengan anak, atau sedikit berbincang-bincang untuk mengakrabkan diri dengan Mommy.
Jika baby sitter tidak banyak berkomunikasi dengan Mommy, kemungkinan besar ia juga jarang mengajak anak bicara.
7. Ada perubahan pada perilaku atau pola tidur anak
Patut dicurigai jika anak yang biasanya mandiri dan supel tiba-tiba menarik diri atau mengekor ke mana pun Mommy pergi, atau ada perubahan pada pola tidur anak. Ia menjadi sering terbangun saat malam dan bermimpi buruk atau mengalami gangguan tidur lainnya.
Jika perubahan itu terjadi bersamaan waktunya dengan hadirnya baby sitter, segera ambil tindakan lebih lanjut. Bisa jadi ini terjadi karena adanya kehadiran baby sitter yang buruk.
8. Baby sitter mengundang orang lain ke rumah tanpa izin
Ketika sudah mendapatkan kepercayaan dari Mommy dan keluarga, terkadang baby sitter merasa tidak apa-apa untuk mengundang orang lain ke rumah. Misalnya, teman atau keluarganya.
Dikhawatirkan tamu tersebut punya niat tidak baik terhadap baby sitter atau anak dan keluarga . Mengundang orang lain ke rumah tanpa minta izin terlebih dahulu sudah cukup untuk dijadikan alasan pemecatannya. Ada baiknya membicarakan hal ini sejak awal, sehingga tak berakhir dengan rasa bersalah mempekerjakan baby sitter yang buruk.
9. Tanda-tanda fisik pada anak
Jika terdapat luka, benjolan, atau memar pada tubuh anak dan baby sitter tidak melaporkannya kepada Mommy, itu bisa jadi pertanda adanya kekerasan fisik. Atau, jika luka tersebut bukan karena perlakuan kasar baby sitter, itu artinya ia tidak mengawasi anak dengan baik.
10. Ada perasaan tidak enak
Jika ada rasa tidak enak atau ragu terkait dengan baby sitter, percayailah insting Mommy. Seringkali intuisi orang tua tepat sasaran. Jadi, jika Mommy merasa tidak nyaman atau tidak bisa memercayai si baby sitter, sebaiknya ikuti insting Mommy itu dan segera berhentikan baby sitter.
Meskipun kita sudah mempelajari latar belakang dan mewawancarai baby sitter dengan sangat hati-hati, masih ada kemungkinan kita salah menduga. Jangan lengah dan teruslah perhatikan segala tindak-tanduk baby sitter. Jadikan anak sebagai “mata-mata.” Minta ia menceritakan apa yang dialaminya setiap hari bersama baby sitter.
Kita mungkin bisa salah menilai, tapi kita juga bisa mengubah kesalahan itu dan menggantikan baby sitter yang buruk dengan yang lebih baik.

