Cacar Air saat Hamil
Gejala1
Bintil kemerahan. Cacar air identik dengan munculnya bintil kemerahan sekitar 10 hingga 21 hari setelah Mommy terpapar oleh virus.
Selain itu, Mommy juga dapat mengalami gejala lain yang muncul 1 hingga 2 hari sebelum muncul kemerahan.
- Demam
- Kehilangan nafsu makan
- Sakit kepala
- Kelelahan atau lemas
Penyebab1
Infeksi virus. Cacar air disebabkan oleh infeksi virus Varicella zoster yang menyebar melalui kontak langsung dengan bintil kemerahan dari penderita.
Mommy juga bisa terinfeksi jika tidak sengaja menghirup percikan dahak atau droplets ketika penderita batuk atau bersin
Komplikasi
Cacar air dapat menyebabkan komplikasi baik bagi Mommy maupun janin.
Bagi Mommy
Meski jarang, berikut risiko komplikasi yang dapat Mommy alami akibat cacar air saat hamil.
- Pneumonia, yaitu peradangan yang terjadi di paru-paru
- Ensefalitis, yaitu peradangan pada otak
- Hepatitis, yaitu peradangan pada organ hati
Risiko komplikasi akan lebih tinggi jika Mommy memiliki kondisi penyerta berikut.
- Memiliki gangguan paru, seperti bronkhitis atau emfisema
- Menggunakan obat golongan kortikosteroid selama 3 bulan terakhir
- Usia kehamilan lebih dari 20 minggu
- Merokok
Bagi Janin
Komplikasi bagi janin berbeda-beda, tergantung usia kehamilan saat Mommy terinfeksi cacar air.
Sebelum usia kehamilan 20 minggu. Bayi berisiko mengalami sindrom varisela kongenital yang dapat menyebabkan kecacatan berikut.
- Jaringan parut
- Kelumpuhan atau cacat pada anggota tubuh
- Kerusakan otot dan tulang
- Mikrosefalus
- Kejang
- Kebutaan
- Cacat intelektual
6 hingga 21 hari sebelum persalinan. Bayi berisiko mengalami infeksi ringan.
5 hari sebelum hingga 2 hari setelah persalinan. Bayi baru lahir berisiko mengalami infeksi cacar air. Bayi dapat menunjukkan tanda-tanda infeksi, seperti kemerahan antara 5 hingga 10 hari setelah kelahiran.
Jika tidak ditangani, dapat menyebabkan kematian pada bayi.
Penanganan4
Suntikan immunoglobulin
Bagi Mommy yang belum pernah mengalami cacar air, dokter dapat merekomendasikan suntikan immunoglobulin (zoster immune globulin) setelah Mommy diketahui kontak dengan seseorang yang mengalami cacar air.
Pemberian immunoglobulin harus diberikan dalam 4 hari setelah paparan pertama dengan penderita cacar air.
Pemberian obat antivirus
Pada kasus tertentu, dokter dapat memberikan antivirus, seperti Acyclovir.
Hindari penggunaan obat-obatan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker, karena tidak semua obat-obatan aman untuk ibu hamil.
Pencegahan
Vaksin cacar air. Jika Mommy belum pernah mengalami cacar air atau tidak memiliki antibodi terhadap virus Varicella zoster yang dapat diketahui melalui pemeriksaan laboratorium, lakukanlah vaksinasi cacar air saat merencanakan kehamilan.
Pada orang dewasa, vaksin cacar air diberikan dalam 2 dosis dengan jarak pemberian 4 hingga 8 minggu. Setelah itu, Mommy harus menunggu sekitar 3 bulan sebelum mencoba untuk hamil.
Vaksin cacar air tidak boleh diberikan semasa kehamilan.
FREQUENTLY ASKED QUESTION
Apakah mungkin mengalami cacar air berulang?
Umumnya, jika seseorang telah mengalami cacar air, akan terbentuk antibodi atau kekebalan tubuh terhadap virus tersebut, sehingga tidak terjadi infeksi ulangan.
Namun pada kasus tertentu, khususnya pada penderita gangguan sistem kekebalan tubuh, infeksi berulang mungkin terjadi.
Apakah cacar air saat hamil berbahaya?
Ya. Terdapat risiko komplikasi yang berbahaya, baik bagi Mommy dan janin.
Ditulis oleh : apt. Novita., S. Farm., M. Farm – Tim Penulis Mommy 101 disadur dari berbagai sumber
Sumber
- https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chickenpox/symptoms-causes/syc-20351282
- https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=varicella-and-pregnancy-90-P02161
- https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/expert-answers/chickenpox-and-pregnancy/faq-20057886
- https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/pregnancy-complications/chickenpox-and-pregnancy-822/

