Obat Batuk untuk Ibu Menyusui
Penyebab
Kategori. Penyebab batuk dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu batuk karena infeksi virus, bakteri, atau jamur dan batuk noninfeksi yang dapat disebabkan oleh alergi, asma, atau iritasi.
Kenali pencetus. Pengobatannya tentu akan disesuaikan dengan gejala dan penyebabnya. Oleh karena itu, bila Mommy mengalami batuk, penting untuk mengetahui faktor pencetusnya.
Obat batuk yang aman
Batuk yang tak kunjung sembuh memerlukan pengobatan. Berikut adalah contoh obat batuk yang aman untuk ibu menyusui.1
- Dextromethorphan HBr, merupakan obat untuk batuk kering yang membantu menekan rasa batuk
- Guaifenesin, merupakan obat untuk batuk berdahak yang membantu mengeluarkan dahak
- Bromhexine HCl, merupakan obat untuk batuk berdahak yang membantu mengencerkan dahak
- Loratadine, merupakan obat antialergi. Terkadang diperlukan untuk meringankan batuk karena alergi
Kandungan obat batuk yang perlu dihindari
Tidak semua obat batuk aman dikonsumsi ibu hamill. Beberapa di antaranya perlu dibatasi konsumsinya atau harus dihindari.
1. Codeine
Codein merupakan obat batuk kering. Codein tidak dapat dibeli secara bebas dan harus dengan resep dokter.
Risiko. Penggunaannya pada ibu menyusui sebaiknya dihindari karena dapat menyebabkan konstipasi, kolik, mengantuk, hingga depresi saluran napas pada bayi.2
Jangka pendek. Namun, dalam kondisi batuk yang sangat mengganggu, dokter dapat meresepkan Codein untuk dikonsumsi ibu menyusui dalam jangka pendek.2
2. Obat batuk kombinasi
Tidak jarang merk obat batuk mengandung kombinasi obat batuk dan obat pereda hidung tersumbat, seperti Pseudoephedrine atau Phenylephrine.1
Risiko. Kedua obat tersebut dapat menyebabkan penurunan produksi ASI. Oleh karena itu, bila batuk tidak disertai dengan gejala lainnya, sebaiknya Mommy memilih obat batuk tanpa kombinasi dengan obat pilek.
Pengobatan batuk secara alami
Bila batuk tidak terlalu mengganggu, lakukanlah cara alami berikut ini untuk meredakan batuk.3
- Memperbanyak istirahat
- Meningkatkan asupan cairan, buah, dan sayur
- Menghirup udara lembab dengan bantuan humidifier
- Mandi air hangat
- Konsumsi cairan hangat, seperti sup atau teh, untuk melegakan dahak
- Menenuhi kebutuhan nutrisi yang seimbang
- Mengonsumsi multivitamin
- Menghindari produk susu karena dapat mengentalkan dahak
- Mengonsumsi madu atau probiotik untuk meningkatkan kekebalan tubuh
Tips mencegah penularan batuk ke bayi
Saat batuk, Mommy harus berhati-hati agar tidak menularkannya ke bayi.
- Sering mencuci tangan dengan sabun, terutama sebelum memegang bayi dan sebelum menyusui
- Jangan mencium bayi saat batuk
- Menggunakan masker, mengganti masker secara teratur, dan membuang masker dengan tepat
- Segera berobat bila batuk tak kunjung membaik dalam 3 hari
Batuk merupakan gejala yang kerap muncul pada berbagai penyakit, mulai dari yang ringan hingga berat.
Jika batuk tidak kunjung membaik setelah diobati sendiri, segeralah berkonsultasi dengan dokter.
FREQUENTLY ASKED QUESTION
Obat batuk apa yang aman untuk ibu menyusui?
Kandungan obat batuk yang aman untuk ibu menyusui saat mengalami batuk kering adalah Dextromethorphan.
Bila ibu menyusui mengalami batuk berdahak, pilih antara obat batuk dengan kandungan Guaifenesin atau Bromhexine.
Apakah obat batuk Komix aman untuk ibu menyusui?
Komix memiliki kandungan obat batuk berupa Dextromethorphan dan Guaifenesin, serta mengandung obat antialergi berupa Chlorpheniramine maleate (CTM).
Komix dapat digunakan pada ibu menyusui. Namun, awasi risiko efek samping CTM yang dapat menyebabkan kantuk pada bayi dan penurunan produksi ASI.
Bila efek samping tersebut muncul, sebaiknya hentikan penggunaan Komix. Mommy dapat memilih obat batuk berupa Dextromethorphan HBr dan Guaifenein tanpa tambahan CTM.
Apa obat sakit tenggorokan untuk ibu menyusui?
Saat mengalami sakit tenggorokan, Mommy dapat mengonsumsi tablet isap yang mengandung anestesi lokal, agen antibakteri, atau benzydamine.1
Namun, hindari penggunaannya secara berlebihan karena dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan, seperti diare.1
Cara alami untuk mengurangi sakit tenggorokan adalah berkumur dengan air garam atau minum perasan lemon dan madu.1
Hindari penggunaan obat kumur yang mengandung povidone-iodine karena dapat memengaruhi fungsi kelenjar tiroid Mommy dan bayi.1
Apakah Bodrex Flu dan Batuk aman untuk ibu menyusui?
Bodrex Flu dan Batuk terdiri dari 2 jenis, yaitu:
- Bodrex Flu dan Batuk tidak berdahak, mengandung Paracetamol, Phenylephrine HCl, Guaifenesin, dan Bromhexine HCl.
- Bodrex Flu dan Batuk berdahak, mengandung Paracetamol, Phenylephrine HCl, dan Dextromethorphan HBr.
Kandungan Paracetamol, Guaifenesin, Bromhexine HCl, dan Dextromethorphan HBr pada Bodrex Flu dan Batuk aman untuk ibu menyusui.
Namun, kandungan Phenylephrine HCI yang berperan untuk mengatasi hidung tersumbat perlu dihindari karena dapat menurunkan produksi ASI.
Mommy perlu mempertimbangkan manfaat dan risiko penggunaan obat ini. Bila batuk tidak disertai flu, Mommy cukup menggunakan obat batuk dengan kandungan Guaifenesin, Bromhexine HCl, atau Dextromethorphan HBr.
Penulis : apt. Silvia Dwi Puspa Susanti, S. Farm. Tim Penulis Mommy 101 disadur dari berbagai sumber.
Sumber
- The Women’s The Royal Women’s Hospital. 2018. Medicines in Breastfeeding. https://thewomens.r.worldssl.net/images/uploads/fact-sheets/Medicines-in-breastfeeding-151018.pdf (diakses tanggal 16 Mei 2021)
- The Breasfeeding Network. 2019. Cough and Cold Remedies and Breasfeeding, https://www.breastfeedingnetwork.org.uk/cold-remedies/ (diakses tanggal 16 Mei 2021)
- University of Florida Student Health Care Center. 2021. Patient Education: Cough or Cold, What to Take, https://shcc.ufl.edu/services/primary-care/self-help-resources/health-care-info-online/patient-education-cough-or-cold-what-to-take/ (diakses tanggal 25 Mei 2021)

