Pengobatan Flu untuk Ibu Menyusui
Penyebab
Influenza atau yang lebih dikenal dengan flu merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus influenza. Flu dapat menyerang hidung, tenggorokan, dan kadang paru-paru.1
Gejala
Gejala flu berupa demam, pilek, hidung tersumbat, dan sakit kepala. Bila mengalami flu, Mommy harus mencegah penularan ke bayi sambil tetap melanjutkan pemberian ASI.1
Obat flu yang aman
Pengobatan flu tidak hanya untuk mengatasi virus influenza, namun juga untuk mengatasi gejala flu. Berikut jenis obat flu yang dapat Mommy konsumsi selama masa menyusui.
1. Paracetamol
Paracetamol berperan mengurangi gejala demam atau sakit kepala saat flu. Paracetamol dikeluarkan melalui ASI dalam jumlah sedikit.2
Meskipun demikian, Paracetamol merupakan obat yang aman dikonsumsi oleh ibu menyusui dalam rentang dosis yang direkomendasikan, yaitu tidak lebih dari 4 g dalam 24 jam.2
Beberapa merek obat flu sudah memiliki kandungan Paracetamol di dalamnya sehingga Mommy tidak perlu mengonsumsi tambahan Paracetamol secara terpisah.
2. Ibuprofen
Ibuprofen merupakan obat golongan Nonsteroidal antiinflamatory drugs (NSAID) yang berfungsi meringankan nyeri dan demam. Obat golongan ini aman digunakan oleh ibu menyusui.2
3. Antialergi
Antialergi atau antihistamin berperan mengontrol respons tubuh terhadap alergen yang memicu terjadinya flu. Antialergi yang disarankan bagi ibu menyusui adalah Loratadine, Cetirizine, atau Fexofenadine karena ketiga obat ini memiliki efek samping mengantuk yang minimal.3
4. Dekongestan
Dekongestan dengan bentuk sediaan semprot hidung atau tetes hidung bekerja langsung di saluran hidung untuk meredakan hidung tersumbat. Contohnya adalah Oxymetazoline.2
Dekongestan semprot atau tetes ini lebih dipilih bagi ibu menyusui karena lebih sedikit yang akan diserap tubuh dibanding dekongestan oral.2
5. Antivirus
Data tentang rekomendasi antivirus influenza untuk ibu menyusui masih terbatas. Antivirus harus diperoleh dengan resep dokter dan hanya digunakan pada kasus infeksi berat atau pada seseorang dengan risiko tinggi mengalami komplikasi flu.1
Hingga saat ini, obat antivirus influenza yang dianggap aman bagi wanita menyusui adalah Oseltamivir. Data yang tersedia menunjukkan bahwa hanya sedikit obat Oseltamivir yang akan keluar melalui ASI.1
Obat flu yang perlu dihindari
Tidak semua obat untuk mengatasi flu aman digunakan ibu menyusui. Obat-obat berikut sebaiknya dihindari oleh ibu menyusui.
1. Dekongestan oral
Dekongestan berperan untuk mengatasi hidung tersumbat. Contoh obat dekongestan oral antara lain Pseudoefedrin, Phenylpropanolamine, dan Phenyleprine.2
Berdasarkan penelitian terbaru, obat dekongestan oral ini dapat mengurangi kadar prolaktin pada ibu menyusui sehingga mengurangi produksi ASI.2
Bila Mommy memerlukan obat dekongestan, pilihlah dalam bentuk sediaan semprot atau tetes.
2. Chlorpheniramine Maleate
Chlorpheniramine maleate (CTM) merupakan obat antialergi. Penggunaan CTM dalam jangka panjang sebaiknya dihindari oleh ibu menyusui karena dapat menyebabkan efek samping mengantuk pada bayi.3
Pengobatan flu secara alami
Mommy dapat menggunakan cara alami untuk mengatasi flu tanpa obat.
1. Istirahat cukup
Flu termasuk penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya dengan daya tahan tubuh yang baik. Istirahat yang cukup bertujuan agar daya tahan tubuh dapat bekerja optimal dalam melawan virus penyebab flu.
2. Menghirup uap air hangat
Mengatasi flu ringan dengan gejala hidung tersumbat dapat dilakukan dengan menghirup uap. Mommy dapat menambahkan Menthol atau Eucalyptus pada mangkuk berisi air panas, kemudian menghirup uapnya.2
Tips mencegah penularan flu ke bayi
Bayi berisiko mengalami komplikasi serius bila mengalami flu. Oleh karena itu, Mommy perlu mencegah penularan dengan cara-cara berikut.1
- Rajin mencuci tangan dengan sabun lalu mengeringkannya sebelum menyentuh bayi, menyusui, atau memompa ASI
- Bersin menggunakan tisu, lalu membuangnya dengan benar
- Menggunakan masker selama flu
- Menghindari kontak wajah terlalu dekat dengan bayi
- Tetap memberikan ASI karena ASI adalah nutrisi terbaik untuk meningkatkan daya tahan tubuh bayi
- Menerima vaksinasi influenza. Vaksinasi influenza dapat diterima saat masa kehamilan atau menyusui untuk mencegah penularan flu ke bayi
Pemberian ASI bagi bayi harus tetap dilanjutkan meskipun Mommy sedang flu dengan cara menerapkan tips pencegahan penularan flu ke bayi.
FREQUENTLY ASKED QUESTION
Apakah obat Neozep Forte aman untuk ibu menyusui?
Neozep Forte memiliki kandungan Paracetamol, Phenylpropanolamine HCl, Salicylamide, dan Chlorpheniramine Maleate (CTM).
Neozep forte sebaiknya tidak dikonsumsi oleh ibu menyusui karena kandungan dekongestan di dalamnya dapat menurunkan produksi ASI dan kandungan antihistamin CTM dapat menyebabkan efek samping bayi mudah mengantuk sehingga kesulitan untuk minum.
Bolehkah ibu menyusui yang sedang flu menyusui bayinya?
Ya. Ibu menyusui sangat dianjurkan untuk tetap menyusui bayinya meskipun sedang flu. ASI dapat memberikan antibodi yang dibutuhkan bayi untuk melawan infeksi.1
Jadi, terus menyusui akan melindungi bayi dari infeksi flu yang sedang Mommy alami.
Apakah ultraflu aman untuk ibu menyusui?
Ultraflu memiliki kandungan yang hampir serupa dengan Neozep Forte, sehingga penggunaannya pada ibu menyusui juga perlu dihindari.
Penulis : apt. Silvia Dwi Puspa Susanti, S. Farm. Tim Penulis Mommy 101 disadur dari berbagai sumber
Sumber
- CDC, 2021, Breastfeeding: Influenza https://www.cdc.gov/breastfeeding/breastfeeding-special-circumstances/maternal-or-infant-illnesses/influenza.html diakses tanggal 3 Mei 2021
- Breasfeeding Network, 2019, Cough and Cold Remedies and Breasfeeding https://www.breastfeedingnetwork.org.uk/cold-remedies/ diakses tanggal 3 Mei 2021
- Breasfeeding Network, 2019, Antihistamines and Breasfeeding https://www.breastfeedingnetwork.org.uk/antihistamines/ diakses tanggal 3 Mei 2021

