Stres saat Hamil
Gejala
Satu dari lima wanita hamil mengalami gangguan kesehatan mental selama kehamilan, dan stres adalah salah satu pemicunya. Ketika stress, ibu hamil akan mengalami mood swing, kecemasan, dan kurang fokus.
Penyebab
Berikut ini faktor pencetus stres yang umum dialami ibu hamil.
- Kehamilan yang tidak direncanakan
- Pengalaman negatif perihal kehamilan atau persalinan, misalnya keguguran atau kematian bayi dalam kandungan
- Munculnya berbagai masalah kehamilan, seperti mual, konstipasi, atau nyeri punggung
- Perubahan hormonal yang menyebabkan suasana hati mudah berubah-ubah
- Perasaan cemas menghadapi proses persalinan atau merawat bayi baru lahir
- Tekanan emosional, seperti masalah dalam keluarga, kesedihan, kematian orang dekat, kecemasan masa lalu, serta depresi atau penyakit mental lainnya
- Tantangan selama kehamilan, seperti kesulitan keuangan atau perubahan dalam pekerjaan
Dampak
Bagi Mommy
- Memperparah keluhan kehamilan, seperti sulit tidur, nyeri tubuh, dan mual muntah
- Menimbulkan gangguan makan, seperti penurunan nafsu makan atau makan berlebihan
- Meningkatkan tekanan darah
Bagi Janin
- Meningkatkan risiko kelahiran prematur
- Menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah
- Meningkatkan risiko gangguan pada perkembangan fisik dan mental anak di masa depan
- Menyebabkan gangguan perilaku di masa kanak-kanak
Pengendalian
Menjaga kesehatan mental selama kehamilan sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik.
Berikut yang bisa Mommy lakukan untuk mengurangi stres.
- Kenali pemicu stres dan perhatikan apa yang terjadi saat Mommy merasa stres
- Cobalah untuk istirahat dan jangan terlalu membebani diri sendiri
- Terapkan pola makan bergizi seimbang
- Ungkapkan kekhawatiran dan perasaan Mommy pada seseorang yang dapat dipercaya
- Berolahraga secara teratur
- Lakukan prenatal yoga, meditasi, latihan pernapasan, atau relaksasi
- Lakukan aktivitas yang disukai, seperti membaca, berlibur, atau menonton TV
- Habiskan waktu bersama orang-orang tersayang
Pencegahan
Relaksasi
Berdasarkan hasil penelitian, relaksasi akan membuat detak jantung dan tekanan darah menjadi lebih baik.
Selain itu, relaksasi dapat meningkatkan kadar hormon kortisol, norepinefrin, serotonin, dan dopamin ibu yang meningkatkan perasaan bahagia.
Meningkatkan kualitas tidur
Kualitas tidur yang baik dapat meminimalkan tingkat stres.
Waktu tidur yang dibutuhkan setiap hari adalah antara 7-9 jam.
Berolahraga
Berolahraga secara teratur dapat membantu mengelola stres dengan lebih baik serta meningkatkan kualitas tidur.
Waktu berolahraga yang dianjurkan untuk ibu hamil adalah 20-30 menit setiap hari.
Memanfaatkan dukungan sosial
Melalui dukungan sosial, Mommy dapat menerima empati, cinta, perhatian, dan bantuan dari orang-orang di sekitar.
Perbanyak informasi
Bekali diri dengan informasi yang memadai seputar perawatan dan pengasuhan bayi, sehingga Mommy memahami apa yang harus dilakukan saat bayi lahir.
Atur beban kerja
Susun rencana agar pekerjaan di kantor dapat diselesaikan dan diserahterimakan sebelum cuti melahirkan agar Mommy dapat berfokus pada diri Mommy dan bayi selama cuti.
Bangun support system
Kelilingi diri dengan orang-orang yang Mommy percaya dan membuat Mommy nyaman. Lingkungan yang positif di sekitar Mommy bisa membantu mengatasi stres saat hamil.
Tetap positif saat hamil
Memiliki pola pikir positif dapat mencegah stres. Berikut yang perlu Mommy tanamkan dalam pikiran.
Kondisi ini hanya sementara
Ketahui bahwa rasa tidak nyaman saat hamil tidak berlangsung selamanya. Mommy juga selalu bisa mengkonsultasikan kepada dokter agar mendapat penanganan yang tepat.
Mommy tidak sendiri
Cari tahu apa yang menyebabkan Mommy stres selama kehamilan dan ungkapkan pada pasangan, teman, atau keluarga untuk dibantu mencari jalan keluarnya.
Being mindful
Hentikan sejenak semua aktivitas Mommy dan fokus pada apa yang Mommy rasakan dalam diri, pada tubuh, serta lingkungan sekitar.
Mindfulness dapat membantu Mommy fokus pada saat ini dan mencegah datangnya kecemasan. Selain itu, juga dapat meningkatkan bonding dengan janin.
Jika stres mengarah pada gejala depresi atau gangguan kecemasan, segera temui dokter. Mendapat penanganan lebih dini akan sangat menguntungkan kesehatan Mommy dan janin.
FREQUENTLY ASKED QUESTION
Kenapa ibu hamil tidak boleh stres?
Stres dapat menimbulkan dampak negatif baik bagi Mommy dan janin. Bagi Mommy, stress bisa memperparah keluhan kehamilan, menimbulkan gangguan makan, dan meningkatkan tekanan darah.
Bagi janin, stress meningkatkan risiko kelahiran prematur dan bayi lahir dengan berat badan rendah.
Apakah stres pada ibu hamil berpengaruh pada janin?
Ya, stres dapat berpengaruh pada tumbuh kembang janin, misalnya kelahiran prematur dan bayi lahir dengan berat badan rendah.
Bagaimana cara mengatasi stres pada ibu hamil?
Berikut yang dapat Mommy lakukan untuk mengurangi stres.
- Mengungkapkan ketidaknyamanan yang dialami kepada orang yang dipercaya
- Mengonsumsi makanan bernutrisi untuk mencukupi kebutuhan ibu dan bayi
- Berolahraga atau melakukan aktivitas yang disukai
- Berkonsultasi dengan dokter atau psikolog
Ditulis oleh : apt. Silvia Dwi Puspa Susanti, S.Farm & Muna Fitria – disadur dari berbagai sumber
Sumber
- https://www.pregnancybirthbaby.org.au/stres-and-pregnancy
- https://www.marchofdimes.org/complications/stres-and-pregnancy.aspx
- https://womensmentalhealth.org/posts/relaxation-exercises-pregnancy-benefits-mothers-babies/
- https://www.sbm.org/healthy-living/how-to-manage-stress-naturally-during-pregnancy

