BAB Bayi yang Normal
BAB bayi yang normal sesuai usia
Berikut adalah tanda BAB bayi yang normal sesuai dengan usianya:
| Usia | Warna | Tekstur | Frekuensi |
|---|---|---|---|
| 24 jam setelah lahir | Hijau atau cokelat kehitaman | Lengket dan agak sulit dibersihkan, biasanya belum berbau | Setidaknya satu kali setelah bayi menerima kolostrum |
| 0-6 bulan | Biasanya berwarna kuning Kuning lebih terang pada bayi yang diberi susu formula | Pada bayi ASI, terdapat semacam biji-biji kecil pada feses, cenderung cair, terkadang berbusa, dan sedikit berbau susu Pada bayi yang diberi susu formula, tekstur feses seperti selai/pasta Semakin baik sistem pencernaan menyerap nutrisi, tekstur feses akan semakin padat | Pada tiga bulan pertama, sistem pencernaan bayi belum bisa menyerap nutrisi dengan optimal sehingga frekuensi BAB belum teratur Umumnya, 1-8 kali dalam sehari |
| 6 bulan ke atas | Feses bayi berwarna lebih gelap, dipengaruhi oleh asupan makanannya | Tekstur feses lebih padat, lebih berbau, dan juga sangat dipengaruhi oleh asupan makanan bayi Wajar jika Mommy menemukan sisa makanan pada fesesnya, seperti wortel atau jagung, karena bayi belum dapat melumat makanan dengan sempurna | Tergantung pola makan serta asupan makanan dan cairannya |
Arti warna feses bayi
Warna dan tekstur feses bayi sangat dipengaruhi oleh makanan dan minuman yang dikonsumsinya.
Berikut ini berbagai warna feses bayi yang perlu Mommy ketahui.
| Warna | Kondisi bayi | Normal atau tidak? |
| Hitam | Bayi baru lahir, diberi ASI maupun susu formula | Sangat normal jika terjadi selama beberapa hari pertama setelah kelahiran |
| Kuning mustard | Bayi dengan ASI eksklusif | Normal |
| Kuning cerah | Bayi dengan ASI eksklusif | Jika teksturnya terlalu cair, waspadai sebagai salah satu tanda diare |
| Kuning gelap | Bayi dengan susu formula | Normal |
| Merah | Bayi setelah mengonsumsi makanan tertentu atau terdapat kondisi lain yang perlu diwaspadai | Perlu waspada jika sebelumnya bayi tidak mengonsumsi makanan yang berwarna merah, seperti buah naga dan buah bit. Atau, jika warna feses bayi tidak juga kembali normal, meskipun Mommy tidak lagi memberikan makanan yang berwarna merah |
| Hijau gelap | Bayi dengan susu formula | Normal, karena kandungan zat besi dalam susu formula |
| Hijau tua kehitaman | Bayi yang makan makanan berwarna hijau atau mengonsumsi suplemen zat besi | Normal |
| Oranye | Bayi yang mengonsumsi makanan berwarna oranye | Normal |
| Cokelat gelap | Bayi yang sudah lebih besar, warna feses semakin mendekati feses orang dewasa | Normal |
| Putih | Bayi yang organ hatinya bermasalah | Segera hubungi dokter |
| Abu-abu | Bayi yang memiliki masalah pencernaan | Segera hubungi dokter |
Masalah BAB pada bayi
Berikut adalah daftar masalah BAB yang sering dialami oleh bayi:
Diare
Diare membuat feses bayi memiliki tekstur encer dan/atau berair, frekuensi BAB lebih dari tiga kali per hari, dan kadang disertai muntah.
Muntah dapat berlangsung singkat, namun diare bisa berlanjut sampai sepuluh hari.
Penyebab diare
Diare dapat disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:
- Virus, bakteri, dan parasit
- Obat-obatan tertentu, biasanya antibiotik
- Intoleransi laktosa atau tidak dapat mencerna zat-zak laktosa pada susu dan produk turunannya
- Intoleransi fruktosa atau tidak dapat mencerna gula
- Usus buntu atau pascaoprasi usus buntu
- Terdapat kelainan atau infeksi pada pencernaan
Penanganan diare
Diare dapat berakibat fatal, untuk itu tangani diare dengan langkah berikut ini:
- Berikan cairan sedikit demi sedikit namun sering
- Bayi berusia di bawah 6 bulan perlu diperiksa oleh dokter apabila tidak membaik setelah 6-12 jam meskipun telah mendapatkan penanganan
- Bagi bayi yang minum susu formula, berikan dengan frekuensi yang lebih sering dari biasanya, sebanyak yang bayi bisa minum.
- Bagi bayi yang sudah MPASI, hindari produk susu, makanan mentah, makanan berlemak tinggi, makanan berserat tinggi, dan makanan yang terlalu banyak bumbu
- Berikan probiotik yang dipercaya dapat meningkatkan bakteri baik dalam pencernaan
- Berikan cairan elektrolit sesuai petunjuk dokter
- Cuci tangan sebelum memberi makan dan sesudah mengganti popok atau celana bayi
- Pisahkan bayi yang terkena diare dari anak atau bayi lain yang sehat sampai diare berhenti
Kondisi darurat
Berikut adalah kondisi darurat akibat diare yang dapat terjadi pada bayi:
- Terdapat tanda dehidrasi pada bayi, seperti popok tetap kering setelah lebih dari 3 jam, mulut kering, menangis tanpa air mata, demam, dan sulit dibangunkan
- Bayi tidak mau makan dan minum, namun tetap muntah dan diare
- Frekuensi diare sangat sering sekitar 8-10 kali atau 2-3 kali dalam jumlah banyak
- Diare berlangsung lebih dari 10 hari
Konstipasi
Konstipasi adalah kondisi ketika feses memiliki konsistensi yang keras dan sulit dikeluarkan.
Umumnya dialami bayi MPASI dan BAB mungkin akan disertai rasa sakit dan menjadi lebih jarang dari biasanya.
Penyebab konstipasi
Konstipasi dapat disebabkan oleh beberapa hal berikut ini:
- Baru dikenalkan pada makanan padat
- Nutrisi yang buruk pada bayi MPASI, misalnya konsumi makanan tinggi lemak, makanan tinggi gula, dan makanan rendah serat
- Sedang dalam pengobatan
- Tidak cocok dengan susu formula tertentu
- Kurangnya asupan cairan
- Kurangnya aktivitas fisik
- Adanya infeksi atau mengalami penyakit tertentu
Penanganan konstipasi
Konstipasi dapat ditangani dengan melakukan langkah- langkah berikut ini:
- Perbanyak stimulasi agar bayi lebih aktif dari sebelumnya
- Perbanyak asupan cairan
- Ganti susu formula dengan merek lain
- Tambahkan menu makanan tinggi serat, seperti sayuran, gandum, atau buah-buahan
- Berikan obat pencahar dan pelembut feses sesuai resep dokter
Kondisi darurat
Bayi yang konstipasi harus segera dibawa ke dokter jika menunjukkan kondisi berikut ini:
- Bayi mengalami konstipasi sejak lahir, disertai perut kembung serta pertumbuhan yang tidak baik
- Warna feses berubah menjadi merah, abu, atau putih
- Bayi mengalami demam dan tampak kesakitan
Tips menjaga kesehatan pencernaan bayi
Berikut ini tips yang dipercaya dapat menjaga kesehatan pencernaan bayi.
Bagi bayi ASI
Kesehatan pencernaan bayi ASI dapat dijaga cengan cara berikut :
- Berikan ASI eksklusif selama 6 bulan. Kandungan gizi pada ASI dapat mencukupi kebutuhan nutrisi bayi
- Bersihkan payudara sebelum menyusui
Bagi bayi susu formula
Kesehatan pencernaan bayi yang mengonsumsi susu formula dapat dijaga cengan cara berikut :
- Sterilkan botol susu terlebih dulu dengan merendamnya di air mendidih selama 25 menit atau gunakan sterelizer
- Buatlah susu sesuai petunjuk agar bayi bisa mendapatkan nutrisi susu formula dengan optimal sesuai takaran. Pastikan Mommy menggunakan air hangat
Bagi bayi MPASI
Kesehatan pencernaan bayi yang sudah MPASI dapat dijaga cengan cara berikut :
- Perbanyak konsumsi serat. Serat merangsang pertumbuhan bakteri baik di saluran pencernaan, sekaligus mengurangi risiko sembelit
- Konsumsi makanan atau minuman berfermentasi. Yoghurt terbukti dapat meningkatkan manfaat bakteri baik dalam saluran pencernaan
- Hindari makanan cepat saji. Konsumsi makanan cepat saji secara berlebihan berpotensi menimbulkan konstipasi. Sebaiknya, berikan bayi makanan yang bergizi seimbang
- Hindari pemberian antibiotik tanpa konsultasi dokter. Pemberian antibiotik yang tidak tepat dapat membunuh bakteri baik dalam pencernaan
- Bermain di luar ruangan. Ajak bayi mengeksplorasi hal-hal yang ada di luar ruangan, bermain bersama binatang atau orang lain. Bayi perlu mendapatkan paparan bakteri dalam jumlah yang tepat. Bila tidak, ia akan lebih rentan mengalami infeksi
Frekuensi, warna, dan tekstur feses bayi dapat menjadi indikator kondisi kesehatan dan kecukupan gizinya.
Oleh karena itu, periksalah kondisi BAB bayi secara rutin untuk mengetahui kondisi kesehatan bayi.
FREQUENTLY ASKED QUESTION
BAB bayi normal seperti apa?
Umumnya, BAB bayi ASI yang normal berwarna kuning mustard, kuning cerah, atau hijau. Pada bayi susu formula, BAB yang normal berwarna kuning gelap atau hijau gelap. Selain itu, tekstur BAB pada bayi susu formula biasanya lebih kental atau lebih padat dari bayi ASI.
Berapa kali bayi BAB jika minum susu formula?
Hal ini tergantung pada pencernaan bayi. Namun, pada umumnya, bayi susu formula BAB 2-4 kali dalam sehari.
Normalkah bila feses bayi berwarna kuning?
Feses bayi berwarna kuning masih normal selama teksturnya tidak terlalu cair
Ditulis oleh Dini Ramdhaniar – Tim penulis Mommy 101, disadur dari berbagai sumber.
Sumber
- Milis Sehat. Diare. 2010. http://milissehatyop.org/diare/ (Diakses tanggal 10 Juni 2021)
- dr Yulianto. Konstipasi. 2010. http://milissehatyop.org/konstipasi/ (Diakses tanggal 10 Juni 2021)
- Firmansyah, Agus. Tinja Bayi: Normal atau Tidak? (Bagian 1). 2015. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/tinja-bayi-normal-atau-tidak-bagian-1 (Diakses tanggal 10 Juni 2021)
- Firmansyah, Agus. Tinja Bayi: Normal atau Tidak? (Bagian 2). 2015. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/tinja-bayi-normal-atau-tidak-bagian-2 (Diakses tanggal 10 Juni 2021)
- Kadim, dr Muzal, SpA(K). Sembelit (Konstipasi) pada Anak. 2015. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/sembelit-konstipasi-pada-anak (Diakses tanggal 10 Juni 2021)
- Mayo Clinic Staff. Constipation. 2019. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/constipation/symptoms-causes/syc-20354253 (Diakses tanggal 10 Juni 2021)
- Cleveland Clinic. The Color of Baby Poop and What It Means. 2020. https://health.clevelandclinic.org/the-color-of-baby-poop-and-what-it-means-infographic/ (Diakses tanggal 10 Juni 2021)
- Mayo Clinic Staff. 2020. Diarrhea. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diarrhea/symptoms-causes/syc-20352241 (Diakses tanggal 10 Juni 2021)
- News Kids Center. Formula Fed Babies’ Poop. https://www.newkidscenter.org/Formula-Fed-Babies-Poop.html (Diakses tanggal 7 Agustus 2021)
- University Hospitals Rainbow Babies & Children. 2017. 6 Ways to Boost Your Child’s Gut Health. https://www.uhhospitals.org/Healthy-at-UH/articles/2017/03/6-ways-to-boost-your-childs-gut-health (Diakses tanggal 7 Agustus 2021)
- Seattle Childrens. 2021. Diarrhea (0-12 Months). https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/diarrhea-0-12-months/Â (Diakses tanggal 7 Agustus 2021)

