Ketika Sakit

Virus Zika

Infeksi virus Zika pada ibu hamil dapat mengganggu perkembangan otak janin. Simak informasi seputar gejala, penyebab, pencegahan, dan penanganannya.

Pengertian

Virus Zika adalah sejenis virus yang berasal dari nyamuk Aedes. Infeksi virus Zika cenderung mirip dengan penyakit dengue dan chikungunya, yang bisa berlangsung dalam beberapa hari hingga satu minggu.

Penyebab & penularan

Gigitan nyamuk

Virus Zika ditularkan melalui gigitan nyamuk berspesies Aedes yang terinfeksi setelah menggigit orang yang terinfeksi virus Zika.

Hubungan seksual

Sejumlah kasus mendapati bahwa virus zika dapat hidup pada air mani sehingga berpotensi tinggi untuk disebarkan melalui hubungan seksual tanpa pengaman.

Transfusi darah

Virus Zika dapat bertahan lama dalam darah orang yang terinfeksi. Meskipun kasus ini sangat langka, sebaiknya orang yang terinfeksi virus Zika tidak mendonorkan darahnya selama 30 hari dari masa pemulihan.

Kehamilan

Virus Zika dapat ditularkan dari ibu ke janin selama masa kehamilan, bahkan pada saat proses persalinan.

Gejala

Sekitar 80% orang yang terinfeksi virus Zika menunjukkan gejala ringan hingga tidak ada gejala sama sekali. 

Jika bergejala, umumnya tidak spesifik dan terkadang sulit dibedakan dengan infeksi virus akut lainnya.

  • Demam (suhu tubuh 37,8⁰C – 38,5⁰C) selama 4-7 hari
  • Muncul ruam kulit
  • Nyeri pada sendi dan nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Mata merah, gatal, dan berair

Gejala-gejala tersebut akan muncul dalam waktu 3-12 hari setelah gigitan nyamuk dan akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari atau minggu.

Komplikasi pada ibu hamil

Hanya sebagian kecil orang yang terinfeksi virus Zika yang memerlukan perawatan di rumah sakit.

Namun, bila ibu hamil terinfeksi, kelainan kongenital (bawaan) dan kelainan perkembangan neurologi berikut dapat terjadi pada janin.

Mikrosefalus

Mikrosefalus atau lahir dengan ukuran kepala yang terlalu kecil. Kondisi ini diakibatkan adanya kerusakan pada jaringan otot dan sistem saraf yang membuat bayi tidak dapat tumbuh dan berkembang secara normal, mengalami keterbelakangan mental, serta kejang.

Kerusakan otak

Kerusakan otak dan berkurangnya jaringan otak. 

Kerusakan mata

Kondisi ini ditandai dengan pembentukan jaringan parut dan perubahan pigmen pada bagian belakang mata. Akibatnya, bayi tidak mampu mengikuti benda bergerak dengan matanya. 

Kerusakan sendi

Kerusakan sendi atau clubfoot, yaitu kondisi telapak kaki bayi bengkok ke dalam, bisa terjadi pada satu sisi atau pada kedua kaki. 

Keterbatasan kemampuan gerak

Keterbatasan kemampuan gerak akibat terlalu banyak tonus otot dan gangguan sendi.

Faktor risiko

Kondisi berikut berpotensi meningkatkan risiko penularan virus Zika.

  • Mengunjungi daerah terjangkit virus Zika, contohnya benua Afrika dan Amerika.
  • Berhubungan seksual dengan penderita infeksi virus Zika tanpa menggunakan kondom.

Diagnosis

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) membedakan alur pemeriksaan menjadi dua.

Ibu hamil yang memiliki gejala

Semua ibu hamil yang memiliki gejala klinis penyakit virus Zika selama atau dalam dua minggu setelah bepergian ke daerah terjangkit wajib menjalani pemeriksaan berikut.

  • Pemeriksaan reverse transcriptase-polymerase chain reaction (RT-PCR). RT-PCR dapat mendeteksi keberadaan virus Zika sekitar 3-7 hari dari munculnya gejala klinis. 
  • Pemeriksaan air ketuban atau amniosentesis. Sebaiknya dilakukan pada usia kehamilan lebih dari 15 minggu untuk meminimalkan komplikasi.
  • Pemeriksaan antibodi IgM terhadap virus Zika. IgM akan terdeteksi dalam 4 hari setelah munculnya gejala
  • Pemeriksaan kondisi janin melalui USG

Ibu hamil tanpa gejala

Pada evaluasi ibu hamil tanpa gejala klinis, ACOG hanya merekomendasikan pemeriksaan melalui ultrasonography (USG). 

Pemeriksaan ini wajib dilakukan setiap tiga hingga empat minggu untuk mendeteksi mikrosefalus. Apabila ditemukan tanda-tanda mikrosefalus, perlu dipertimbangkan untuk amniosentesis.

Penanganan

Tidak ada obat khusus untuk infeksi virus Zika. Penanganan yang dilakukan hanya bersifat suportif.

  • Pemberian obat antipiretik atau pereda demam dan obat-obatan lain yang diperlukan untuk meredakan gejala
  • Pemberian banyak cairan untuk mencegah dehidrasi
  • Istirahat yang cukup

Pencegahan

Hingga saat ini, belum ada vaksinasi yang memberikan perlindungan dari infeksi virus Zika. 

Namun, tindakan berikut dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko terpapar virus Zika.

  • Menguras tempat penyimpanan air secara  teratur, lalu ditutup untuk mencegah nyamuk berkembang biak
  • Penyemprotan insektisida secara berkala (fooging)
  • Menghindari gigitan nyamuk dengan menggunakan lotion anti-nyamuk, pemasangan kawat nyamuk, serta penyemprotan insektisida aerosol ke ruangan
  • Hindari bepergian ke daerah-daerah terjangkit virus Zika
  • Hindari berhubungan seksual bila suami berisiko tinggi terinfeksi virus Zika atau gunakan kondom

FREQUENTLY ASKED QUESTION

Data menyebutkan bahwa infeksi virus Zika pernah dilaporkan terjadi di Indonesia pada tahun 2016. Oleh karena itu, Mommy perlu tetap waspada.

Berikut tindakan dokter apabila ibu hamil terdiagnosis virus Zika.

  • Mengumpulkan informasi tentang usia kehamilan, perkiraan waktu persalinan, serta kondisi pasangan seksual
  • Memonitor perkembangan janin melalui pemeriksaan USG untuk mendeteksi adanya kelainan
  • Menyarankan agar Mommy melakukan persalinan di rumah sakit dengan fasilitas dan sumber daya yang memadai untuk mengantisipasi kemungkinan bayi terinfeksi dan memiliki kelainan bawaan atau gangguan neurologis

Infeksi virus Zika pada kehamilan dapat menyebabkan komplikasi berikut.

  • Mikrosefalus dan kelainan bawaan yang dikenal dengan sindrom Zika bawaan
  • Kelahiran prematur
  • Keguguran 

Pemeriksaan virus Zika akan dilakukan pada ibu hamil jika ia atau suami memiliki riwayat perjalanan dari daerah terjangkit dan memiliki dua atau lebih gejala infeksi virus Zika.

Ditulis oleh : apt. Silvia Dwi Puspa Susanti, S. Farm – Tim Penulis Mommy101 disadur dari berbagai sumber

Komentar

TestiMommy

Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image

Rentang kelahiran kedua yang cukup jauh, membuat saya sedikit lupa beberapa hal tentang parenting dan pengasuhan bayi. Informasi di website Mommy101 sangat membantu saya mengingat lagi semuanya. Terima kasih.

Eva, Mommy Lubna & Fadlan

New mom, young mom, senior mom, semua mommy wajib punya buku ini karena isinya sangat informatif, menarik, jelas dan padat, tidak ada lagi bingung-bingung soal perawatan bayi yaa moms.

Irsalina, mommy Aubrey dan Arsyila

Sebuah referensi terpercaya untuk ibu dan calon ibu. Sangat bermanfaat untuk panduan sehari-hari.

Mommy Fivi

Di Mommy 101 dari info yg basic sampe yg advanced ada semuah, bener-bener helpful buat first timer Mommy kaya aku. Sempet lupa minum folat acid, untung baca Mommy 101 jadi langsung gercep ambil n telen biar babyku tumbuh sehat. Makasi Mommy 101!

Jessica, Hamil 2 Bulan

Senang ketemu website Mommy101 yang lengkap banget infomasinya. Penyampaiannya ringan, menarik, dan mudah dipahami. Tapi tentu dengan sumber-sumber yang credible (bisa check di refrensinya). Thank you Mommy 101 for making our parenting tasks so much easier.

Sarah, Mommy Shifa