7 Cara Cepat Hamil
Terjadinya kehamilan dapat ditentukan dari berbagai faktor seperti usia, kesehatan fisik, kesehatan reproduksi, dan frekuensi berhubungan intim.
Pemeriksaan prakonsepsi
Pemeriksaan prakonsepsi adalah pemeriksaan riwayat kesehatan lengkap yang dilakukan sebelum mencoba untuk hamil. Pemeriksaan prakonsepsi meliputi:
- Tes darah untuk memeriksa kadar hemoglobin, golongan darah, kekebalan untuk campak Jerman/rubella, cacar air, hepatitis B, dan human immunodeficiency virus (HIV)
- Tes untuk penyakit menular seksual
- Rekomendasi gaya hidup yang akan meningkatkan peluang kehamilan dan kesehatan bayi
- Rekomendasi untuk mengonsumsi suplemen folat dan yodium sebelum konsepsi dan selama kehamilan untuk kesehatan bayi
- Rujukan ke dokter spesialis jika istri atau suami memiliki kondisi medis yang telah diderita sebelumnya yang dapat berpengaruh terhadap persiapan kehamilan, atau kesehatan kehamilan
- Review obat-obatan apa saja yang pernah digunakan oleh istri atau suami
- Rujukan untuk konseling genetik
- Informasi mengenai layanan kesehatan dan perawatan kehamilan
- Riwayat ginekologi seperti jadwal dan siklus menstruasi dan pap smear
- Riwayat kehamilan sebelumnya
- Pengalaman hamil dan bersalin sebelumnya
- Riwayat alergi istri atau suami
- Riwayat kesehatan mental seperti pernah mengalami depresi, baby blues, atau post partum syndrome
Endometriosis
Endometriosis adalah kondisi ketika jaringan yang membentuk lapisan dalam dinding rahim tumbuh di luar rahim. Jaringan yang disebut endometrium ini dapat tumbuh di indung telur, usus, saluran telur, vagina, atau di rektum.
PCOS
PCOS atau sindrom ovarium polikistik ialah kelainan hormonal terkait dengan kadar hormon yang tidak seimbang sehingga mengganggu fungsi ovarium wanita di usia subur.
Persiapan hamil untuk kondisi medis khusus
Berikut adalah persiapan kehamilan yang dapat dilakukan dengan kondisi medis khusus berikut ini:
1. Endometriosis
Endometriosis tidak dapat diobati, namun berikut adalah hal yang dapat dilakukan untuk meringankan gejalanya:
- Hentikan mengonsumsi obat yang termasuk ke dalam golongan NSAID dan minimalkan penggunaan kodein karena dapat berdampak pada bayi jika hamil.
- Konsultasikan dengan dokter dampak perawatan hormon bagi rencana hamil
- Terapi kesuburan. Pada wanita berusia lebih dari 35 tahun dengan endometriosis ringan dan sedang, dapat melakukan terapi kesuburan.
- Pembedahan. Pada wanita dengan endometriosis berat direkomendasikan untuk tindakan pembedahan.
2. PCOS
Penderita PCOS biasanya mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur dan mudah mengalami kegemukan hingga diabetes.
Berikut perawatan yang dapat dilakukan untuk penderita PCOS:
- Turunkan berat badan dan atur pola makan untuk yang memiliki BMI diatas 30
- Konsumsi obat yang disarankan dokter. Obat tersebut biasanya merangsang ovulasi, memperbaiki resistensi insulin, atau kombinasi keduanya.
- Lakukan operasi, menggunakan teknik Laparoscopic Ovarian Drilling (LOD) dan reseksi ovarium untuk menghasilkan ovulasi.
3. Setelah kuret atau keguguran
Kuret atau kuretase adalah prosedur pembedahan yang sering dilakukan setelah keguguran trimester pertama. Berikut adalah hal yang dapat Mommy lakukan:
- Tunggu sampai satu siklus menstruasi berikutnya
- Hindari hubungan seks selama dua minggu setelah keguguran atau menunggu setelah pendarahan selesai untuk mencegah infeksi
- Konsultasikan pada dokter atau bidan setelah merasa siap secara emosional dan fisik untuk hamil setelah keguguran
- Lakukan pemeriksaan yang intensif dengan dokter kandungan, jika keguguran terjadi lebih dari 1x
4. Setelah menghentikan KB
Berikut adalah hal yang perlu diperhatikan untuk merencanakan kehamilan paska berhenti KB:
- Pada konsumsi pil KB, berhenti minum pil KB dan mulai berhubungan seksual dapat hamil pada bulan yang sama saat berhenti minum pil KB.
- Pada metode suntik, diperlukan waktu hingga satu tahun penuh untuk mendapatkan siklus menstruasi yang normal kembali.
Tips cepat hamil
Berikut adalah tips agar cepat hamil yang dapat dicoba:
1. Gaya Hidup Sehat
Hindari pola hidup yang tidak sehat seperti merokok, kafein tinggi, konsumsi makanan mengandung merkuri, makanan tinggi gula, narkoba, dan alkohol.
2. Menjaga berat badan
Jagalah berat badan dalam BMI atau body mass index yang normal.
kelebihan berat badan dengan BMI di atas 30 berisiko mengurangi tingkat kesuburan dan meningkatkan resiko kehamilan bermasalah seperti : pre-eklampsia, diabetes, pembekuan darah, dan keguguran.
3. Mengonsumsi asam folat
Konsumsi 400 mcg asam folat setiap hari sekitar sebulan sebelum mencoba untuk hamil. Asam folat dapat mengurangi risiko bayi lahir cacat.
4. Hindari stress
Hindari stress karena stress dapat mengganggu ovulasi dan proses pembuahan.
5. Aktif Berolahraga
lakukan olahraga secara rutin misalnya dua kali dalam seminggu dengan intensitas sedang seperti aerobik.
6. Meningkatkan kesuburan pria
Hasilkan sperma yang kuat dan sehat memiliki untuk peluang terbaik membuahi sel telur, dengan cara berikut ini:
- Hindari rokok dan narkoba.
- Tidak mengonsumsi minuman beralkohol.
- Konsumsi makanan yang mengandung zync, asam folat, dan vitamin C untuk membantu menghasilkan sperma yang kuat dan berlimpah.
7. Mengetahui masa subur
Lakukan hubungan seks pada saat yang paling subur, yaitu dua hingga tiga hari sebelum ovulasi. Ovulasi adalah melepasnya sel telur dari rahim ke tuba falopi untuk dibuahi.
Jika sudah mencoba berbagai cara cepat hamil dalam waktu beberapa bulan namun belum juga berhasil, segera jadwalkan konsultasi dengan dokter kandungan.
Ditulis oleh : Dini Ramdhaniar – Tim penulis Mommy 101 disadur dari berbagai sumber
Sumber
- Tommys. Planning Pregnancy. 2020. https://www.tommys.org/pregnancy-information/planning-pregnancy/12-things-do-when-trying-baby (diakses 9 Agustus 2021)
- Better Health. Conceiving a Baby. 2018. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/HealthyLiving/Conceiving-a-baby (diakses 9 Agustus 2021)
- Mayo Clinic. How to Get Pregnant. 20019. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/getting-pregnant/in-depth/how-to-get-pregnant/art-20047611 (diakses 9 Agustus 2021)
- Santiam Hospital. Do’s and Dont’s When Try to Conceive. 2015. https://santiamhospital.org/dos-and-donts-when-trying-to-conceive/ (diakses 9 Agustus 2021)
- Tommys. 12 Things to Do When Trying Baby. 2021. https://www.tommys.org/pregnancy-information/planning-pregnancy/12-things-do-when-trying-baby (diakses 9 Agustus 2021)
- NHS. How Can I Increase My Chance of Getting Pregnant. 2020. https://www.nhs.uk/common-health-questions/pregnancy/how-can-i-increase-my-chances-of-getting-pregnant/ (diakses 9 Agustus 2021)
- ACOG. Prepregnancy Counseling. 2019. https://www.acog.org/clinical/clinical-guidance/committee-opinion/articles/2019/01/prepregnancy-counseling (diakses 9 Agustus 2021)
- Mayo Clinic. Pregnancy after Miscarriage. 2019. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/getting-pregnant/in-depth/pregnancy-after-miscarriage/art-20044134 (diakses 9 Agustus 2021)
- Endometriosis UK. Fertility. 2008. https://www.endometriosis-uk.org/sites/default/files/files/Information/fertility.pdf. (diakses 9 Agustus 2021)
- Tommys. PCOS and Fertility Everything You Need to Know. 2018. https://www.tommys.org/pregnancy-information/planning-pregnancy/fertility-and-infertility/pcos-and-fertility-everything-you-need-know (diakses 9 Agustus 2021)
- Pregnancy Birth Baby. PCOS and Pregnancy. 2020. http://www.pregnancybirthbaby.org.au/pcos-and-pregnancy (diakses 9 Agustus 2021)
- Mayo Clinic. Birth Controll PIll. 2020. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/birth-control/in-depth/birth-control-pill/art-20045136 (diakses 9 Agustus 2021)

