Hipertensi pada Ibu Hamil
Pengertian
Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah melebihi batas normal. Hipertensi pada ibu hamil dapat diklasifikasikan menjadi dua.1
Hipertensi ringan, yaitu tekanan darah sistolik 140-159 mmHg dan/atau diastolik 90-109 mmHg.
Hipertensi parah, yaitu tekanan darah ≥160/110 mmHg.
Jenis hipertensi pada kehamilan
Terdapat beberapa jenis hipertensi pada kehamilan.
1. Hipertensi Kronis
Hipertensi kronis adalah kondisi ketika hipertensi muncul sebelum kehamilan atau sebelum usia kehamilan 20 minggu.
Namun, sebagian besar tidak bergejala atau gejalanya samar.
2. Hipertensi Gestasional
Hipertensi gestasional adalah kondisi ketika hipertensi muncul setelah usia kehamilan 20 minggu dan biasanya akan sembuh dalam 6 minggu setelah persalinan.
Pada hipertensi gestasional tidak ditemukan adanya protein berlebih dalam urine atau tanda-tanda kerusakan organ lainnya.
Namun, hipertensi gestasional dapat berkembang menjadi preeklamsia.
3. Hipertensi Kronis dengan Preeklamsia
Kondisi ini terjadi bila Mommy dengan riwayat hipertensi sebelum kehamilan mengalami pemburukan yang disertai dengan ditemukannya protein dalam urine atau komplikasi lainnya.
Preeklamsia
Preeklamsia merupakan komplikasi kehamilan yang ditandai dengan hipertensi dan kerusakan organ, seperti ginjal, hati, darah, atau otak.
Preeklamsia yang tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi serius bagi Mommy dan janin.
Gejala
Terkadang hipertensi tidak memiliki gejala. Namun, bila berkembang menjadi preeklamsia, Mommy dapat mewaspadai gejala berikut 2,3.
- Sakit kepala yang tak kunjung sembuh
- Perubahan pada penglihatan, seperti pandangan kabur
- Nyeri di perut bagian atas
- Mual muntah
- Pembengkakan pada wajah atau tangan
- Pertambahan berat badan yang tiba-tiba
- Kesulitan bernapas
- Penurunan jumlah urine
Penyebab
Masih belum diketahui penyebab pasti hipertensi pada ibu hamil. Namun, beberapa hal berikut dapat meningkatkan risiko Mommy.
- Obesitas
- Gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, konsumsi alkohol
- Kehamilan pertama
- Riwayat keluarga dengan hipertensi
- Hamil di usia lebih dari 35 tahun
- Riwayat penyakit kronis, seperti diabetes tipe 1 atau 2
- Riwayat penyakit autoimun, seperti lupus
- Hamil kembar
Komplikasi
Berikut ini risiko komplikasi bagi Mommy dan janin 2,3.
Bagi Mommy
- Peningkatan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah di kemudian hari
- Perdarahan berat
- Kerusakan organ
Bagi Janin
- Abrupsio plasenta
- Gangguan pertumbuhan janin
- Berat badan lahir rendah
- Kelahiran prematur
Penanganan
Untuk mengendalikan tekanan darah, dokter akan merekomendasikan penggunaan obat antihipertensi atau obat penurun tekanan darah, baik berupa tablet atau injeksi 1,2.
Pencegahan
Selain mengonsumsi obat-obatan, Mommy dapat menerapkan tips berikut untuk membantu mengontrol tekanan darah.4
Konsumsi makanan sehat. Perbanyak buah dan sayur serta hindari makanan tinggi garam yang dapat meningkatkan tekanan darah.
Olahraga teratur. Lakukan olahraga selama 30 menit setiap hari untuk membantu menjaga berat badan, mengurangi stres, dan mencegah masalah kehamilan lainnya.
Hindari zat adiktif berbahaya. Jauhi rokok, minuman beralkohol, dan obat-obat terlarang.
Kondisi darurat
Segera berkonsultasi dengan dokter apabila tekanan darah Mommy terlalu tinggi, misalnya ≥170/110 mmHg, atau Mommy mengalami gejala preeklamsia.
FREQUENTLY ASKED QUESTION
Apakah darah tinggi pada ibu hamil berbahaya?
Ya, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol saat hamil dapat membahayakan Mommy dan bayi.
Apakah hipertensi dapat sembuh setelah persalinan?
Pada umumnya, tekanan darah Mommy dapat kembali normal setelah persalinan. Namun, tidak menutup kemungkinan membutuhkan waktu yang lebih lama, misalnya hingga 12 minggu setelah kelahiran.
Mommy juga dapat mengalami hipertensi kronis yang menetap dan membutuhkan pengobatan di kemudian hari.
Apakah aman mengonsumsi obat hipertensi pada ibu hamil?
Tidak semua obat antihipertensi aman bagi ibu hamil. Oleh karena itu, hanya konsumsi obat yang diresepkan oleh dokter.
Obat antihipertensi merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam mencegah komplikasi pada ibu hamil dengan hipertensi.
Ditulis oleh : apt. Novita., S. Farm., M. Farm – Tim penulis Mommy101 disadur dari berbagai sumber
Sumber
- https://www.escardio.org/Journals/E-Journal-of-Cardiology-Practice/Volume-17/hypertension-in-pregnancy
- https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/pregnancy/art-20046098
- https://www.cdc.gov/bloodpressure/pregnancy.htm
- https://www.marchofdimes.org/complications/high-blood-pressure-during-pregnancy.aspx

