Adopsi

Penting, Hukum Adopsi Anak dalam Pandangan Islam

Bagaimana hukum adopsi anak dalam pandangan Islam? Ketahui ketentuan syariat dan tata cara adopsi anak menurut Islam dalam artikel berikut ini.

Adopsi atau Tabanni, begitu Islam menyebutnya, secara harfiah berarti seseorang yang mengambil anak orang lain untuk diperlakukan seperti anak kandungnya sendiri.

Islam membolehkan adopsi, namun dalam pelaksanaannya terdapat aturan syariat yang harus dilakukan untuk memenuhi hukum adopsi anak.

 

Tata Cara Adopsi Anak dalam Hukum Islam

1. Nasab anak tidak dapat diubah

Secara etimologi nasab berarti al gorobah yaitu kerabat. Kata nasab berasal dari frasa, “nisbatuhu ilaa abiihi nasaban”, yang artinya nasabnya kepada ayahnya. (sumber: Wikipedia).

Pendapat lain yaitu menurut Ibnus Sikit, “Nasab itu dari sisi ayah dan juga ibu”.

Namun sebagian ahli bahasa mengatakan, Nasab itu khusus pada ayah, artinya seseorang dinasabkan kepada ayahnya dan tidak kepada ibu kecuali dalam keadaan luar biasa.

“Dan Allah tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian itu hanyalah perkataanmu di mulutmu saja. Dan Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan (yang benar)” (QS al Ahzaab:4)

Islam menjelaskan bahwa nasab seorang anak adalah hak ayah kandungnya. Oleh karena itu hukum adopsi anak dalam Islam melarang orangtua angkat memberi nama anak angkat dengan nama orangtua angkatnya.

Begitu pun dalam penulisan di akte, nama anak angkat semestinya tetap menggunakan nama orangtua kandungnya.

“Panggillah mereka (anak-anak itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak (kandung) mereka; itulah yang lebih adil di sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggillah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu.

Dan tidak ada dosa bagimu terhadap apa yang kamu salah padanya, tetapi (yang ada dosanya adalah) apa yang sengaja oleh hatimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS al-Ahzaab:5)

2. Mengenai hak waris anak angkat.

Dalam Islam anak angkat juga tidak termasuk dalam ahli waris sehingga tidak berhak mewarisi harta warisan orangtua angkatnya.

Meskipun begitu, Islam memberikan jalan tengah berupa pemberian hibah atau berwasiat tentang pembagian harta warisan kepada anak angkat. Akan tetapi jumlahnya tidak boleh melebihi sepertiga dari jumlah warisan.

3. Batas kemahroman dengan anak angkat

Meskipun anak angkat sudah diasuh sejak bayi namun tetap bukan mahrom dengan orangtuanya sehingga ada batasan aurat yang boleh dilihat.

4. Perwalian nikah

Jika anak angkat akan melangsungkan pernikahan, maka hak perwalian tetap pada ayah kandungnya, kakek atau saudara laki-laki. Jika keluarganya tidak diketahui sekalipun, maka perwalian nikah harus diserahkan pada wali hakim. Karena itu usahakan tidak menyembunyikan jati diri anak hingga dewasa.

 

Baca Juga : Prosedur Adopsi Anak di Indonesia Cara, Syarat, Tempat dan Hukum

 

5. Hukum menikahi mantan istri anak angkat

Anak angkat berbeda dengan anak kandung sehingga mantan istri anak angkat halal untuk dinikahi, berbeda dengan kebiasaan pada zaman jahiliyah.

“Dan (ingatlah) ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya:

Tahanlah terus isterimu dan bertaqwalah kepada Allah, sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takuti kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti.

Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mu’min untuk (mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada isteri-isterinya (menceraikannya). Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi”( QS al-Ahzaab:37)

Ayat ini turun karena perkara yang terjadi antara Zaid bin Haritsah (anak angkat Rasulullah) menceraikan istrinya yaitu Zainab bintu Jahsy radhiyallahu ‘anha.

Telah terlintas dalam hati Rasulullah SAW bahwa jika Zaid menceraikannya maka beliau (Rasullullah SAW) akan menikahinya.

Kemudian Allah menakdirkan terjadinya sesuatu antara Zaid dengan istrinya, yang menyebabkannya mendatangi Rasulullah SAW dan meminta izin untuk menceraikan istrinya.

Kemudian setelah itu Allah menikahkan Rasulullah SAW dengan Zainab Bintu Jahsy radhiyallahu ‘anha, sebagaimana tersebut dalam ayat di atas.

6. Mengadopsi anak berarti mendidik dan merawat.

Mengambil anak adopsi berarti mengambil alih tanggung jawab mendidik, merawat dan melindungi dan memenuhi kebutuhannya.

Jika orangtua angkat memiliki anak kandung selain anak adopsi, maka tidak dibenarkan untuk membeda-bedakan anak angkat dan anak adopsi.

7. Pahala bagi orangtua angkat

“Saya akan bersama orang yang menanggung anak yatim seperti ini, sambil Ia menunjukkan jari telunjuk dan jari tengah, lalu Ia renggangkan keduanya.” (HR. Bukhari Abu Dawud dan Tirmidzi).

Dari hadits tersebut bisa dilihat bahwa Islam sangat memuliakan mereka yang mau mengadopsi dan merawat anak yatim, miskin dan terlantar. Maka pahala akan terus mengalir untuk orangtua angkat yang memperlakukan anak dengan baik.

Berdasarkan aturan syariat di atas maka jelas bahwa hukum adopsi anak dalam Islam membolehkan adopsi oleh orangtua angkat yang belum memiliki anak sama sekali, bahkan yang sudah memiliki anak kandung.

 

Baca Juga : 14 Hal yang Perlu dipertimbangkan Saat Berencana Mengadopsi Anak

 

Ditulis oleh : Damar Aisyah

Komentar

Instagram Mommy.101

TestiMommy

Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image

Rentang kelahiran kedua yang cukup jauh, membuat saya sedikit lupa beberapa hal tentang parenting dan pengasuhan bayi. Informasi di website Mommy101 sangat membantu saya mengingat lagi semuanya. Terima kasih.

Eva, Mommy Lubna & Fadlan

New mom, young mom, senior mom, semua mommy wajib punya buku ini karena isinya sangat informatif, menarik, jelas dan padat, tidak ada lagi bingung-bingung soal perawatan bayi yaa moms.

Irsalina, mommy Aubrey dan Arsyila

Sebuah referensi terpercaya untuk ibu dan calon ibu. Sangat bermanfaat untuk panduan sehari-hari.

Mommy Fivi

Di Mommy 101 dari info yg basic sampe yg advanced ada semuah, bener-bener helpful buat first timer Mommy kaya aku. Sempet lupa minum folat acid, untung baca Mommy 101 jadi langsung gercep ambil n telen biar babyku tumbuh sehat. Makasi Mommy 101!

Jessica, Hamil 2 Bulan

Senang ketemu website Mommy101 yang lengkap banget infomasinya. Penyampaiannya ringan, menarik, dan mudah dipahami. Tapi tentu dengan sumber-sumber yang credible (bisa check di refrensinya). Thank you Mommy 101 for making our parenting tasks so much easier.

Sarah, Mommy Shifa