12 Tips Panduan Pengasuhan kepada Anak Adopsi
Mengasuh anak adopsi memiliki tantangan khusus , ini berikut 12 tips agar anak adopsi merasa nyaman di dalam keluarga.
1. Hindari membeda-bedakan anak
Jika kebetulan memiliki anak kandung dan anak adopsi, maka hal pertama yang sebaiknya tidak dilakukan adalah membeda-bedakan keduanya. Berikan perlakuan yang sama tanpa perlu mengistimewakan salah satunya.
2. Buat anak merasa nyaman
Berbeda dengan mengadopsi bayi, jika mengadopsi anak yang lebih besar, maka orangtua perlu mengetahui apa saja kebiasaan anak.
Kita bisa mengetahuinya dengan cara berdiskusi atau bertanya kepaa pengasuh panti asuhan atau yayasan. Atau pada keluarga yang sebelumnya mengasuh anak.
3. Berbicara tentang adopsi
Orangtua tidak bisa menghindar ketika suatu hari anak adopsi ingin mengetahui tentang jati dirinya dan siapa orangtua kandungnya.
Memang tidak ada patokan pasti pada usia berapa orangtua bisa berterus terang mengenai jati dirinya sebagai anak adopsi. Namun sebagian ahli berpendapat, semakin cepat anak mengetahui jati dirinya hal itu semakin baik bagi perkembangannya.
4. Bagaimana menghadapi komentar orang lain
Perbedaan ciri fisik dan karakter anak dengan orangtua sangat mungkin memancing komentar dari orang-orang.
Orangtua bisa mengajarkan pada anak bagaimana menanggapi komentar dengan cara tidak berlebihan dan mencontohkannya secara langsung.
5.Penyesuaian diri
Adaptasi dengan keluarga baru bisa jadi tidak mudah bagi anak adopsi yang lebih tua. Momen ketika mereka harus meninggalkan keluarga atau teman-teman di panti asuhan seringkali meninggalkan luka bagi anak.
Kita perlu bersabar dan memberi waktu pada anak untuk memasuki lingkungan baru, namun tidak perlu menunggu untuk mencurahkan kasih sayang dan perhatian pada mereka.
6. Tidak berlebihan
Mungkin orangtua ingin meluapkan kebahagiaan karena berhasil melalui prosedur adopsi anak yang lumayan panjang.
Namun, sebaiknya tidak perlu berlebihan dalam mengekspresikannya pada anak. Tetap berikan cinta dan perhatian sewajarnya namun pastikan orangtua ada untuk mereka.
7. Mengatasi trauma anak adopsi
Seorang anak terpaksa menjalani kehidupan sebagai anak adopsi karena berbagai alasan. Ada yang memang tidak diinginkan kedua orangtuanya, tidak mampu secara ekonomi, atau anak-anak terlantar.
Hal ini menyebabkan anak-anak adopsi menyimpan trauma dalam dirinya. Untuk itu orangtua perlu mengidentifikasi tanda-tanda trauma pada anak, seperti:
- Sering merasa sedih, cemas dan menyalahkan diri sendiri
- Sangat sensitif dan mudah marah
- Merasa rendah diri
- Mengalami tanda-tanda gangguan fisik seperti pusing dan sakit perut
- Tidak mudah berkonsentrasi
- Menunjukkan tingkah laku negatif untuk mencari perhatian
8. Terima anak apa adanya
Ketika memutuskan mengambil anak adopsi, usahakan menerima mereka apa adanya. Terlebih jika mengadopsi anak yang lebih besar dan memiliki background pengasuhan yang berbeda.
Orangtua sebaiknya lebih sabar dan tidak perlu memiliki ekspektasi tinggi saat menerapkan pola pengasuhan baru pada mereka.
9. Jaga komunikasi dengan anak
Komunikasi merupakan salah satu cara untuk membangun ikatan batin dengan anak adopsi. Dengan komunikasi yang intens maka ia akan merasa diperhatikan dan dianggap ada. Selain itu, komunikasi juga sangat penting untuk saling mengenal satu sama lain.
10. Sediakan waktu untuk quality time.
Jika suatu saat nanti kita memiliki anak kandung, mungkin perhatian dan kasih sayang kepada anak angkat sedikit terbagi dengan hadirnya keluarga baru.
Di sinilah pentingnya tetap meluangkan waktu untuk quality time bersama anak adopsi. Sekedar berjalan-jalan atau berbelanja berdua hal tersebut dapat membuat anak merasa tidak dilupakan.
11. Ketahui dan dukung minat bakatnya.
Kasih sayang pada anak dapat diwujudkan dalam bentuk memberikan perhatian terhadap minat dan bakatnya. Terus amati dan cari tahu hal-hal yang disukai anak. Kemudian dorong agar mereka mau mengembangkannya.
12. Mempersiapkan diri dengan pengasuhan
Berbicara tentang pengasuhan tidak sebatas berbicara tentang anak, namun juga tentang kesiapan orangtua memasuki dunia pengasuhan.
Orangtua perlu mempersiapkan diri dengan segala perubahan pasca proses adopsi, baik persiapkan fisik dan psikis sehingga tidak perlu mengalami sindrom pasca adopsi anak.
Dengan mengetahui panduan pengasuhan anak adopsi seperti disebutkan dalam artikel di atas, diharapkan bisa meminimalisir permasalahan yang muncul di kemudian hari.
Ditulis oleh : Damar Aisyah – Tim penulis Mommy 101 disadur dari berbagai sumber

