Pertimbangan Mengadopsi Anak
1. Motivasi mengadopsi anak
Keputusan mengadopsi anak sebaiknya dilandasi tujuan yang rasional, bukan sekedar menjadikan calon anak adopsi sebagai “pancingan” atau pelengkap keluarga.
2. Keputusan adopsi harus dibuat bersama
Mengadopsi anak harus atas kesepakatan dan motivasi suami istri sebagai calon orangtua.
Selain itu, keputusan mengadopsi anak sebaiknya atas sepengetahuan keluarga besar seperti Kakek, Nenek, Om dan Tante.
3. Kondisi pernikahan
Syarat adopsi anak yang tertera dalam Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak adalah usia pernikahan calon orangtua minimal telah lima tahun.
4. Proses adopsi anak
Proses adopsi anak meliputi beberapa tahapan, dimulai dari mempertimbangkan tempat adopsi anak, apakah akan mengadopsi langsung dari keluarga calon anak adopsi, ataukah dari yayasan.
Jika mengadopsi dari yayasan, maka harus mengikuti Undang-Undang yang berlaku di Indonesia, yaitu menjalani interview dan uji kelayakan dari Dinas Sosial, proses pengajuan permohonan hingga sidang pengesahan.
5. Adopsi dari yayasan atau keluarga
Ketahui apa saja yang harus dipersiapkan saat akan mengadopsi anak baik dari yayasan maupun keluarga.
6. Konseling pra-adopsi.
Proses adopsi seringkali menimbulkan trauma baik dari sisi anak maupun orangtua. Jangan segan meminta pendampingan dari tenaga profesional selama prosesnya.
7. Melatih insting parenting
Insting parenting tidak bisa muncul begitu saja, tapi perlu melatih diri dengan berbagai peran sebagai orangtua dan lebih peka terhadap kebutuhan dasar anak.
Calon orangtua bisa bergabung dalam komunitas ibu dan anak atau memperbarui nformasi parenting melalui website pengasuhan.
8. Berdamai dengan perbedaan karakter dan ciri fisik
Usahakan berbesar hati dan tidak ambil pusing dengan komentar orang-orang di sekitar seputar perbedaan ciri fisik dan karakter dengan anak adopsi.
9. Persiapan finansial
Prosedur adopsi yang panjang membutuhkan biaya dan kondisi keuangan keluarga harus siap dengan tanggung jawab baru serta perencanaan untuk masa depan anak.
10. Persiapan fisik dan mental
Kondisi fisik orangtua yang sehat merupakan salah satu pertimbangan sebelum mengadopsi anak khususnya bayi.
11. Proses adaptasi dan penerimaan
Bersabarlah dalam penyesuaian hubungan baru dan penerimaan anak terhadap orangtua yang tidak berjalan dengan cepat.
12. Tidak membedakan anak adopsi dan anak kandung
Berikan pengertian kepada anak kandung agar bisa menerima saudara angkatnya.
13. Menjelaskan posisi anak
Mengadopsi anak yang berusia lebih tua perlu meyakinkan anak bagaimana hubungannya dengan kedua orangtua angkat dan memastikan mereka merasa diterima sebagai anak.
14. Komunikasi dengan orangtua kandung anak
Usahakan untuk tetap menjalin hubungan, dan buat perjanjian untuk bertemu sebelum proses adopsi dilakukan.
Setelah mengetahui poin-poin mengenai pertimbangan sebelum mengadopsi anak diharapkan orangtua dapat membuat keputusan bijak sebelum proses adopsi berjalan.
Ditulis oleh : Damar Aisyah – Tim penulis Mommy 101 disadur dari berbagai sumber
Sumber
- Hg. 5 Things to Consider Before Beginning The Adoption Process. https://www.hg.org/legal-articles/5-things-to-consider-before-beginning-the-adoption-process-47451 (diakses tanggal 1 November 2021)
- Childwelfare. Before Adoption. https://www.childwelfare.gov/topics/adoption/adoptive/before-adoption/ (diakses tanggal 1 November 2021)

