Adopsi

14 Hal yang Perlu dipertimbangkan Saat Berencana Mengadopsi Anak

Agar membuat keputusan yang bijak, yuk ketahui apa saja yang harus dipertimbangkan jika berencana mengadopsi anak. Selengkapnya baca disini.

Memutuskan menjadi orangtua adopsi harus dilakukan dengan hati-hati. Orangtua perlu mengetahui apa saja pertimbangan sebelum mengadopsi anak agar lebih mudah menjalani proses adopsi dan pengasuhannya kelak.

 

1. Motivasi mengadopsi anak

Keputusan mengadopsi anak sebaiknya dilandasi tujuan yang rasional, bukan sekedar menjadikan calon anak adopsi sebagai “pancingan” atau pelengkap keluarga.

Orangtua perlu mengetahui dan memenuhi kebutuhan anak dan memastikan tidak berbenturan dengan kebutuhan orangtua.

 

2. Keputusan adopsi harus dibuat bersama

Mengadopsi anak tidak bisa diputuskan secara sepihak melainkan harus atas kesepakatan dan motivasi suami istri sebagai calon orangtua.

Selain itu, keputusan mengadopsi anak sebaiknya atas sepengetahuan keluarga besar seperti Kakek, Nenek, Om dan Tante.

 

3. Kondisi pernikahan.

Kondisi pernikahan yang stabil merupakan poin penting dalam pengasuhan anak. Itu sebabnya salah satu syarat adopsi anak yang tertera dalam Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak adalah usia pernikahan calon orangtua minimal telah lima tahun karena usia 5 tahun dianggap sudah cukup stabil dalam membina hubungan rumah tangga.

 

4. Proses adopsi anak

Proses adopsi anak meliputi beberapa tahapan, dimulai dari mempertimbangkan tempat adopsi anak, apakah akan mengadopsi langsung dari keluarga calon anak adopsi, ataukah dari yayasan

Jika mengadopsi dari keluarga, calon orangtua perlu menjalin komunikasi untuk mengetahui riwayat genetis anak.

Namun jika dari yayasan, kita perlu mengikuti setiap tahapan mulai dari memenuhi persyaratan yang ditetapkan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia, interview dan uji kelayakan dari Dinas Sosial, proses pengajuan permohonan hingga sidang pengesahan.

 

5. Adopsi dari yayasan atau keluarga

Proses adopsi anak dari keluarga atau yayasan memiliki tingkat kerumitan dan prosedur masing-masing. Untuk itu, sebaiknya kita mengetahui apa saja yang harus dipersiapkan saat akan mengadopsi anak baik dari yayasan maupun keluarga.

Selain itu, perlu diketahui tips memilih keluarga atau yayasan yang terdaftar secara resmi di Kementerian Sosial

 

Baca Juga : 12 Tips Panduang Pengasuhan kepada Anak Adopsi

 

6. Konseling pra-adopsi.

Proses adopsi seringkali menimbulkan trauma baik dari sisi anak maupun orangtua. Jangan segan meminta pendampingan dari tenaga profesional selama prosesnya.

Apalagi jika berencana mengadopsi anak yang berusia lebih tua dan memiliki riwayat trauma, maka pendampingan konseling sebaiknya dijadikan pertimbangan penting sebelum proses adopsi berjalan.

 

7. Melatih insting parenting.

Insting parenting tidak bisa muncul begitu saja. Kita perlu melatih diri dengan berbagai peran sebagai orangtua dan lebih peka terhadap kebutuhan dasar anak.

Calon orangtua bisa bergabung dalam komunitas ibu dan anak atau memperbarui nformasi parenting melalui website pengasuhan. Selain itu, calon orangtua perlu support system baik dari keluarga maupun teman-teman terdekat.

 

8. Berdamai dengan perbedaan karakter dan ciri fisik.

Perbedaan karakter dan ciri fisik bisa menimbulkan masalah jika tidak disikapi dengan bijak semenjak awal. Usahakan berbesar hati dan tidak ambil pusing dengan komentar orang-orang di sekitar.

 

9. Persiapan finansial.

Masalah finansial merupakan salah satu poin penting yang nantinya menjadi pertimbangan pihak yayasan untuk meloloskan permohonan adopsi orangtua.

Selain itu, prosedur adopsi yang panjang juga membutuhkan biaya, dan kondisi keuangan keluarga harus siap dengan tanggung jawab baru serta memiliki perencanaan untuk masa depan anak.

 

10. Persiapan fisik dan mental.

Kondisi fisik orangtua yang sehat merupakan salah satu pertimbangan sebelum mengadopsi anak khususnya bayi.

Hal ini dikarenakan perawatan bayi tidak mudah dan membutuhkan energi ekstra. Selain itu, orangtua juga butuh mempersiapkan mental karena proses adopsi bisa jadi lama dan melelahkan.

 

11. Proses adaptasi dan penerimaan.

Penyesuaian hubungan baru dan penerimaan anak terhadap orangtua tidak berjalan dengan cepat. Begitu pun sebaliknya. Jadi, sebaiknya sabar dengan setiap tahapannya.

 

12. Tidak membedakan anak adopsi dan anak kandung

Jika kebetulan calon orangtua angkat memiliki anak kandung selain anak adopsi, maka sebaiknya tidak memberikan perlakuan berbeda. Berikan pengertian kepada anak kandung agar mereka juga bisa menerima saudara angkatnya.

 

13. Menjelaskan posisi anak.

Akan tiba saatnya ketika orangtua harus menjelaskan pada anak mengenai posisinya dalam keluarga.

Apalagi jika mengadopsi anak yang berusia lebih tua, kita harus mampu meyakinkan anak bagaimana hubungannya dengan kedua orangtua angkat dan memastikan mereka merasa diterima sebagai anak.

 

14. Komunikasi dengan orangtua kandung anak

Jika kebetulan mengenalrangtua kandung anak, maka usahakan buat perjanjian untuk bertemu sebelum proses adopsi dilakukan.  Jika memungkinkan usahakan tetap menjalin komunikasi dengan mereka.

Setelah mengetahui poin-poin mengenai pertimbangan sebelum mengadopsi anak diharapkan orangtua dapat membuat keputusan bijak sebelum proses adopsi berjalan. Semangat!

 

Baca Juga : Penting, Hukum Adopsi Anak dalam Pandangan Islam

 

Ditulis oleh : Damar Aisyah

Komentar

Instagram Mommy.101

TestiMommy

Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image

Rentang kelahiran kedua yang cukup jauh, membuat saya sedikit lupa beberapa hal tentang parenting dan pengasuhan bayi. Informasi di website Mommy101 sangat membantu saya mengingat lagi semuanya. Terima kasih.

Eva, Mommy Lubna & Fadlan

New mom, young mom, senior mom, semua mommy wajib punya buku ini karena isinya sangat informatif, menarik, jelas dan padat, tidak ada lagi bingung-bingung soal perawatan bayi yaa moms.

Irsalina, mommy Aubrey dan Arsyila

Sebuah referensi terpercaya untuk ibu dan calon ibu. Sangat bermanfaat untuk panduan sehari-hari.

Mommy Fivi

Di Mommy 101 dari info yg basic sampe yg advanced ada semuah, bener-bener helpful buat first timer Mommy kaya aku. Sempet lupa minum folat acid, untung baca Mommy 101 jadi langsung gercep ambil n telen biar babyku tumbuh sehat. Makasi Mommy 101!

Jessica, Hamil 2 Bulan

Senang ketemu website Mommy101 yang lengkap banget infomasinya. Penyampaiannya ringan, menarik, dan mudah dipahami. Tapi tentu dengan sumber-sumber yang credible (bisa check di refrensinya). Thank you Mommy 101 for making our parenting tasks so much easier.

Sarah, Mommy Shifa