Pra Kehamilan

Infertilitas pada Wanita | Tanda, Penyebab dan Faktor Risiko

Masalah kesuburan atau infertilitas pada wanita masih menjadi momok tersendiri. Jangan khawatir, mari kita cari tahu penyebab dan cara mengatasinya

Infertilitas atau ketidaksuburan adalah kondisi ketika wanita belum berhasil hamil dalam waktu 1 tahun, meskipun sering melakukan hubungan intim. Infertilitas dapat terjadi baik pada wanita maupun pria.1

Kehamilan dapat terjadi ketika wanita dapat menghasilkan sel telur yang sehat dan pria menghasilkan sperma yang sehat dan kuat untuk berenang mencapai dan membuahi sel telur.

 

Gejala1

Gejala utama dari infertilitas adalah ketidakberhasilan untuk hamil. Selain itu, juga dapat dijumpai gejala lain, seperti:

  • Siklus menstruasi yang terlalu panjang, dapat mencapai 35 hari atau lebih

  • Siklus menstruasi terlalu pendek, kurang dari 21 hari

  • Menstruasi tidak teratur atau tidak mengalami menstruasi yang menandakan tidak terjadinya ovulasi

 

Kapan harus ke dokter1

Waktu untuk berkonsultasi dengan dokter biasanya bergantung dari usia saat ini

  • Pada usia 35 tahun, biasanya dokter akan menyarankan untuk mencoba hamil terlebih dahulu setidaknya selama satu tahun sebelum melakukan pemeriksaan lebih lanjut

  • Jika berusia antara 35 hingga 40 tahun, konsultasikan dengan dokter jika belum terjadi kehamilan setelah mencoba setidaknya selama 6 bulan

  • Jika berusia lebih dari 40 tahun, biasanya dokter akan langsung merekomendasikan pemeriksaan untuk program hamil

Dokter juga dapat langsung merekomendasikan pemeriksaan, jika mengalami kondisi berikut:

  • Jika wanita atau pria mengalami masalah infertilitas

  • Memiliki masalah dengan menstruasi, seperti siklus menstruasi yang tidak teratur atau mengalami nyeri parah saat menstruasi
  • Mengalami Pelvic inflammatory disease atau radang panggul
  • Mengalami keguguran yang berulang
  • Pernah menggunakan obat kanker
  • Mengalami endometriosis

 

Baca Juga: Ingin mengecek kesuburan? Pastikan dengan Tes Kesuburan Pria dan Wanita Ini

 

Faktor Penting Kehamilan1

Beberapa faktor yang penting untuk kehamilan, antara lain:

Sel telur

Agar terjadi kehamilan, ovarium harus memproduksi dan melepaskan sel telur untuk dibuahi sperma. Proses pelepasan sel telur dikenal dengan istilah ovulasi.

Sperma

Selanjutnya, sperma pria akan membuahi sel telur. Biasanya pria akan menghasilkan sperma yang sehat, kecuali jika memiliki riwayat penyakit atau operasi.

Melakukan hubungan intim secara teratur

Melakukan hubungan intim pada masa subur dapat meningkatkan peluang untuk hamil.

Memiliki tuba falopi dan uterus yang normal

Sel telur dan sperma akan bertemu di tuba falopi. Setelah pembuahan terjadi embrio (calon bayi) akan menempel di uterus untuk berkembang.

 

Penyebab1,2,3

Agar terjadi kehamilan, semua proses harus berjalan dengan benar. Mulai dari proses pelepasan sel telur yang telah matang ke tuba falopi, proses pembuahan sel telur oleh sperma, perpindahan sel telur yang telah dibuahi dari tuba falopi ke uterus, serta pelekatan dan perkembangannya di uterus.

Infertilitas pada wanita terjadi jika terdapat masalah pada proses-proses tersebut.

1. Gangguan pada ovulasi

Kondisi ini menyebabkan infertilitas pada sekitar 1 dari 4 pasangan infertil. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan masalah ovulasi, antara lain:

  • Polycystic ovary syndrome (PCOS)

PCOS disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon yang menyebabkan gangguan ovulasi. PCOS berkaitan dengan resistensi insulin dan obesitas, pertumbuhan rambut yang tidak normal pada wajah atau tubuh dan berjerawat. PCOS merupakan penyebab umum terjadinya infertilitas.

  • Gangguan fungsi hipotalamus

Hormon follicle stimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormone (LH) merupakan 2 hormon yang diproduksi oleh kelenjar pituitary dan bertanggung jawab dalam proses ovulasi.

Stres fisik dan emosi, kelebihan atau kekurangan berat badan, kenaikan atau penurunan berat badan dapat mengganggu produksi hormon tersebut, sehingga akan mempengaruhi ovulasi. Kondisi ini ditandai dengan menstruasi yang tidak teratur.

  • Gangguan pada ovarium

Dikenal juga dengan kegagalan ovarium prematur, terjadi ketika ovarium tidak lagi memproduksi sel telur dan menurunkan produksi hormon estrogen di bawah usia 40 tahun.Kondisi ini dapat terjadi akibat autoimun, faktor genetik atau kemoterapi.

  • Kadar prolaktin terlalu tinggi

Produksi prolaktin berlebih atau hiperprolaktinemia dapat mengurangi produksi hormon estrogen dan menyebabkan infertilitas. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh masalah pada kelenjar pituitari atau obat-obatan.

2. Kerusakan pada tuba falopi

Tuba falopi yang rusak atau tersumbat dapat menghalangi sperma untuk membuahi sel telur atau menghalangi jalannya sel telur yang telah dibuahi ke uterus atau rahim.

Kerusakan tuba falopi dapat disebabkan oleh penyakit radang panggul, infeksi rahim dan tuba falopi akibat infeksi Chlamydia, gonorrhea atau penyakit menular seksual lainnya.

Selain itu, juga dapat disebabkan oleh operasi untuk kehamilan ektopik atau kehamilan di luar kandungan. Meski jarang terjadi, penyakit tuberkulosis panggul juga dapat menjadi penyebab infertilitas.

3. Endometriosis

Operasi pengangkatan pertumbuhan jaringan yang tidak normal dapat menyebabkan jaringan parut yang dapat menghalangi tuba falopi dan mencegah pertemuan sel telur dan sperma.

Endometriosis juga dapat mempengaruhi lapisan rahim, mengganggu pelekatan sel telur yang telah dibuahi.

4. Faktor Uterus atau Serviks

Beberapa masalah pada uterus atau serviks dapat mempengaruhi kesuburan dengan mengganggu pelekatan sel telur yang telah dibuahi atau meningkatkan keguguran, antara lain:

  • Polip atau tumor jinak dapat menghambat tuba falopi, mengganggu pelekatan dan kesuburan

  • Bentuk rahim tidak normal

  • Penyempitan serviks akibat kelainan bawaan atau kerusakan pada serviks

  • Jaringan parut atau peradangan di dalam rahim

  • Kelainan pada lendir serviks yang menyebabkan sperma tidak dapat berenang ke dalam rahim

5. Menggunakan obat-obatan

Beberapa jenis obat memiliki efek samping yang dapat berpengaruh pada fertilitas, seperti:

  • Obat golongan NSAIDs (non-steroidal anti-inflammatory drugs)

Penggunaan obat NSAIDs, seperti ibuprofen atau aspirin dalam jangka panjang atau dosis tinggi dapat menyebabkan seseorang menjadi sulit hamil.

  • Kemoterapi

Pengobatan kemoterapi terkadang dapat menyebabkan kegagalan pada ovarium.

  • Neuroleptik atau antipsikotik

Penggunaan obat tersebut dapat menyebabkan seseorang tidak mengalami menstruasi secara teratur.

  • Ganja dan kokain

Obat tersebut berdampak serius pada kesuburan dan menyebabkan ovulasi menjadi lebih sulit

  • Spironolakton

Penggunaan spironolakton juga dapat menyebabkan infertilitas, penggunanya dapat kembali subur sekitar 2 bulan setelah menghentikan penggunaan obat tersebut.

 

Faktor Risiko1

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami infertilitas, yaitu:

  • Usia

Usia yang semakin meningkat akan menurunkan kualitas dan kuantitas dari sel telur.

  • Merokok

Kebiasaan merokok dapat merusak serviks dan tuba falopi, meningkatkan risiko keguguran dan kehamilan ektopik.

  • Berat badan

  • Konsumsi alkohol

  • Riwayat mengalami infeksi penyakit menular seksual, seperti Chlamydia dan gonorrhea yang dapat merusak tuba falopi.

 

Baca Juga: Ingin mengecek kesuburan? Pastikan dengan Tes Kesuburan Pria dan Wanita Ini

 

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apakah pengobatan infertilitas pada wanita?

Pengobatan infertilitas pada wanita bergantung dari penyebabnya, misalnya jika infertilitas terjadi akibat gangguan ovulasi, maka dokter akan memberikan obat yang mengatur dan merangsang ovulasi.

Secara umum obat kesuburan bekerja seperti hormon reproduksi alami di dalam tubuh. Beberapa obat yang mungkin diresepkan, seperti clomiphene citrate, gonadotropins, metformin, letrozole atau bromokriptin.1

 

Apakah ciri-ciri infertilitas pada wanita?

Ciri-ciri umum yang paling sering terjadi pada wanita yang infertil adalah gangguan pada siklus menstruasi, seperti terlalu lama (35 hari atau lebih), terlalu singkat (kurang dari 21 hari), siklus tidak teratur atau tidak mengalami menstruasi sama sekali.

Hal ini juga menunjukkan terjadinya gangguan ovulasi atau pelepasan sel telur.

 

Apakah infertilitas dapat disembuhkan?

Infertilitas dapat diobati dengan penggunaan obat-obatan yang meningkatkan kesuburan, tindakan operasi, atau menggunakan inseminasi buatan.

Kebanyakan kasus dapat ditangani dengan penggunaan obat-obatan atau melalui tindakan operasi. Namun, juga perlu diingat, bahwa pengobatan infertilitas pada masing-masing orang dapat berbeda sesuai dengan penyebabnya.4

Terdapat banyak faktor yang menyebabkan infertilitas pada wanita. Oleh karena itu, bagi pasangan yang belum hamil setelah mencoba selama 1 tahun, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mencari tahu penyebab infertilitas, sehingga memperoleh pengobatan yang tepat.

 

Baca Juga:  Jenis dan Efek Samping Suntik Hormon untuk Hamil

 

Ditulis oleh : apt. Novita, S.Farm., M.Farm.

Sumber

  1. Mayo Clinic. Female Infertility [Internet]. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/female-infertility/symptoms-causes/syc-20354308
  2. American Pregnancy Association. Infertility in Women [Internet]. Available from: https://americanpregnancy.org/getting-pregnant/female-infertility-70973/
  3. Infertility [Internet]. Available from: https://www.nhs.uk/conditions/infertility/causes/
  4. Office on Women’s Health. Infertility [Internet]. Available from: https://www.womenshealth.gov/a-z-topics/infertility

Komentar

Instagram Mommy.101

TestiMommy

Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image

Rentang kelahiran kedua yang cukup jauh, membuat saya sedikit lupa beberapa hal tentang parenting dan pengasuhan bayi. Informasi di website Mommy101 sangat membantu saya mengingat lagi semuanya. Terima kasih.

Eva, Mommy Lubna & Fadlan

New mom, young mom, senior mom, semua mommy wajib punya buku ini karena isinya sangat informatif, menarik, jelas dan padat, tidak ada lagi bingung-bingung soal perawatan bayi yaa moms.

Irsalina, mommy Aubrey dan Arsyila

Sebuah referensi terpercaya untuk ibu dan calon ibu. Sangat bermanfaat untuk panduan sehari-hari.

Mommy Fivi

Di Mommy 101 dari info yg basic sampe yg advanced ada semuah, bener-bener helpful buat first timer Mommy kaya aku. Sempet lupa minum folat acid, untung baca Mommy 101 jadi langsung gercep ambil n telen biar babyku tumbuh sehat. Makasi Mommy 101!

Jessica, Hamil 2 Bulan

Senang ketemu website Mommy101 yang lengkap banget infomasinya. Penyampaiannya ringan, menarik, dan mudah dipahami. Tapi tentu dengan sumber-sumber yang credible (bisa check di refrensinya). Thank you Mommy 101 for making our parenting tasks so much easier.

Sarah, Mommy Shifa