Sakit Kepala saat Hamil
Kemunculan
Sakit kepala umum dirasakan selama kehamilan dan dapat terjadi kapan saja. Namun, biasanya terjadi pada trimester pertama dan ketiga kehamilan.
Umumnya, sakit kepala yang dialami wanita hamil tidak berbahaya bagi Mommy dan janin.
Penyebab
Penyebab sakit kepala saat hamil bermacam-macam tergantung usia kehamilan.
Trimester pertama
Sakit kepala pada trimester pertama kehamilan umumnya disebabkan oleh hal berikut.
- Perubahan hormon
- Peningkatan volume darah
- Stres
- Kurang tidur
- Kadar gula darah rendah
- Berhenti mengonsumsi kafein secara tiba-tiba
- Dehidrasi
Trimester ketiga
Sakit kepala selama trimester ketiga cenderung dikaitkan dengan hal berikut.
- Postur tubuh yang buruk
- Ketegangan karena membawa beban berat
- Preeklamsia
Jenis sakit kepala saat hamil
Sakit kepala pada wanita hamil dapat dikategorikan menjadi dua jenis.
1. Sakit kepala primer
Sakit kepala primer artinya tidak ada penyakit lain yang memicu munculnya nyeri kepala. Contoh sakit kepala primer adalah migrain.
Migrain adalah jenis sakit kepala yang umum terjadi pada kehamilan. Sakit kepala yang menyakitkan dan berdenyut ini biasanya dirasakan di satu sisi kepala akibat perluasan pembuluh darah di otak dan terkadang disertai mual muntah serta kepekaan terhadap cahaya.2
2. Sakit kepala sekunder
Sakit kepala sekunder artinya nyeri yang timbul merupakan gejala dari penyakit lain, seperti stroke, trombosis vena, perdarahan otak, preeklamsia, dan eklamsia.
Sakit kepala sekunder perlu diwaspadai karena merupakan tanda adanya masalah kesehatan yang serius.
Gejala sakit kepala sekunder
Berikut ini gejala sakit kepala yang perlu diwaspadai.
- Sakit kepala memuncak dalam waktu kurang dari lima menit
- Sakit kepala memburuk dibanding sebelumnya
- Sakit kepala berubah dengan perubahan posisi, misalnya saat berdiri
- Sakit kepala menyebabkan Mommy terbangun dari tidur
- Sakit kepala disertai gejala gangguan fungsi saraf
- Sakit kepala dipicu oleh aktivitas fisik atau manuver Valsava, misalnya batuk, mengejan, atau tertawa
- Sakit kepala akibat trauma
- Sakit kepala disertai kejang
- Sakit kepala disertai riwayat HIV atau infeksi aktif
- Sakit kepala disertai tekanan darah tinggi
Penanganan
Ketika mengalami sakit kepala, Mommy dapat meringankannya dengan melakukan hal-hal berikut.
- Kompres hangat di sekitar mata dan hidung
- Kompres dingin di pangkal leher
- Mempertahankan kadar gula darah tetap dalam rentang normal
- Memijat bahu atau leher
- Mandi atau berendam dengan air hangat
- Melatih postur tubuh yang baik, terutama pada trimester ketiga
- Istirahat yang cukup
- Berolahraga secara rutin
- Menghindari pemicu migrain, seperti cokelat, alkohol, kacang-kacangan, daging yang diawetkan
Kondisi darurat
Bila mengalami kondisi berikut, Mommy dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter.1
- Sakit kepala yang dialami semakin parah atau tidak kunjung sembuh
- Sakit kepala yang dialami berbeda dari biasanya
- Sakit kepala disertai dengan penglihatan kabur, nyeri di perut kanan atas, serta bengkak di tangan dan wajah
FREQUENTLY ASKED QUESTION
Apakah sakit kepala saat hamil membahayakan janin?
Pada umumnya sakit kepala tidak membahayakan ibu atau janin.
Namun, Mommy tetap perlu waspada karena keluhan sakit kepala bisa menjadi gejala dari kondisi lain yang membahayakan, seperti preeklampsia atau kadar gula darah yang terlalu rendah.
Bagaimana mencegah sakit kepala migrain?
Salah satu cara terbaik mencegah migrain adalah dengan mengenali pemicunya dan berusaha menghindarinya. Misalnya, stres, makanan tertentu, atau kurang tidur.
Selain itu, Mommy juga bisa melakukan tindakan pencegahan berikut.
- Minum air mineral setidaknya 8 gelas sehari agar terhindar dari dehidrasi
- Makan makanan bergizi seimbang
- Perbanyak istirahat dan relaksasi, contohnya melakukan yoga
Obat sakit kepala apa yang aman dikonsumsi saat hamil?
Jenis obat antinyeri yang aman dikonsumsi saat hamil adalah Paracetamol.
Namun, Mommy harus tetap berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan tertentu.
Apakah akupunktur diperbolehkan untuk meredakan sakit kepala saat hamil?
Akupunktur umumnya aman dilakukan saat hamil, tetapi konsultasikan dengan bidan atau dokter terlebih dahulu.
Informasikan kepada praktisi pemberi layanan akupuntur bahwa Mommy sedang hamil karena titik akupunktur tertentu tidak aman untuk janin.
Ditulis oleh : apt. Silvia Dwi Puspa Susanti, S. Farm – Tim penulis Mommy101 disadur dari berbagai sumber

