Kondisi Medis & Kehamilan

Pemeriksaan TORCH Saat Kehamilan, Apakah Wajib?

Tes atau pemeriksaan TORCH adalah pemeriksaan untuk mendeteksi adanya toksoplasmosis, rubella, cytomegalovirus dan herpes simplex yang berbahaya bagi ibu hamil

Pemeriksaan atau tes TORCH adalah suatu singkatan dari penyakit Toksoplasmosis, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes simplex. Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi jika terjadi saat kehamilan.

Sebelum membahas lebih jauh mengenai pemeriksaan TORCH. Mari kita kenali terlebih dahulu penyakit TORCH.

 

Toksoplasmosis1,2

Toksoplasmosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Parasit ini dapat menular dari ibu ke janin disebut dengan toksoplasmosis kongenital.

Kebanyakan bayi yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala saat lahir, terutama jika infeksi ibu terjadi selama usia kehamilan trimester ketiga. Namun, gejala dapat muncul ketika usia remaja.

Toksoplasmosis dapat menyebabkan masalah kehamilan baik bagi ibu dan janin, seperti:

  • Bayi lahir dalam keadaan meninggal

  • Kelahiran prematur

  • Kecacatan janin, seperti gangguan neurologis, intelektual dan pendengaran

  • Peradangan pada mata yang dapat menyebabkan kebutaan

  • Kejang

  • Penumpukan cairan di otak (hydrocephalus)

Sebagian besar penderita tidak mengalami tanda atau gejala tertentu, sehingga penyakit ini agak sulit dideteksi tanpa pemeriksaan laboratorium.

 

Rubella1,2

Rubella juga dikenal dengan penyakit campak jerman. Pada umumnya, infeksi bersifat ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya yang ditandai dengan ruam makulopapular yang dimulai pada bagian wajah dan dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Ibu yang terinfeksi virus rubella saat hamil dapat menyebabkan kecacatan pada janin, terutama jika infeksi terjadi dalam 4 bulan pertama kehamilan.

Penyakit ini dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada janin, seperti:

  • Gangguan pendengaran

  • Kelainan jantung

  • Kebutaan

 

Cytomegalovirus (CMV)3

CMV merupakan salah satu virus yang umum ditemukan. Sekali terinfeksi, virus akan tetap berada di dalam tubuh seumur hidup dalam keadaan “tidur” (dorman) dan biasanya tidak menyebabkan gejala pada orang sehat.

Namun, infeksi ini harus diwaspadai ketika sedang hamil. Ibu yang terinfeksi CMV selama kehamilan dapat menularkan virus ke janin dan menyebabkan gejala dan komplikasi yang bersifat fatal.

CMV dapat menyebabkan masalah pada kehamilan, yaitu:

  • Kelahiran prematur

  • Berat badan lahir rendah

  • Kehilangan pendengaran dan penglihatan

  • Bayi nampak kuning (jaundice)

  • Infeksi paru

  • Kejang

  • Kelemahan otot

  • Cacat mental

  • Gangguan fungsi liver

  • Ruam pada kulit

Di sisi lain, bayi yang terinfeksi dapat terlihat sehat ketika lahir dan gejala dapat berkembang seiring dengan pertambahan usia, seperti kehilangan pendengaran dan keterlambatan perkembangan bayi, serta juga dapat mengalami gangguan penglihatan.

 

Herpes simplex Virus (HSV) Tipe 1 dan Tipe 24,5

HSV tipe 1 dan tipe 2 memiliki gejala yang berbeda. HSV tipe 1 biasanya menyebabkan gejala sariawan atau luka di sekitar bibir, sedangkan HSV tipe 2 menyebabkan penyakit herpes genital yang menyerang alat kelamin.

Ibu hamil yang terinfeksi dapat menularkan virus ke bayi dan menyebabkan penyakit kulit, mata dan/atau mulut, serta gangguan pada sistem saraf pusat.

Infeksi pada bayi juga dapat menyebabkan,

  • Berat badan lahir rendah

  • Keguguran

  • Kelahiran prematur

  • Kematian

  • Kecacatan janin

 

Infeksi herpes dapat ditularkan ibu ke bayi saat proses melahirkan, oleh karena itu pada penderita herpes disarankan untuk melahirkan bayi secara sesar (sectio caesarea), sehingga risiko penularan dapat dihindari.

 

Infeksi Lainnya5

Infeksi lain yang berbahaya bagi kehamilan, seperti penyakit sifilis yang merupakan penyakit menular seksual.

Infeksi dapat menular dari ibu ke janin dan berdampak bagi kehamilan, antara lain:

  • Bayi lahir dalam keadaan meninggal

  • Persalinan prematur

  • Cacat lahir

  • Berat badan lahir rendah

  • Gangguan pendengaran atau tuli.

 

Baca Juga : Jenis dan Jumlah Kebutuhan Vitamin untuk Program Hamil

Pemeriksaan TORCH5

Infeksi TORCH sangat berbahaya, oleh karena itu penting untuk mendeteksi infeksi tersebut di awal kehamilan atau bahkan sebelum kehamilan, sehingga dapat ditangani dengan tepat.

Selain untuk ibu hamil, pemeriksaan TORCH juga dapat dilakukan pada bayi baru lahir yang untuk mendiagnosa bayi yang dicurigai mengalami salah satu dari infeksi tersebut.

 

Prosedur Pemeriksaan

Pemeriksaan atau tes TORCH dilakukan dengan mengambil sampel darah melalui pembuluh darah vena yang berada di lengan atau tangan.

Pastikan untuk memberitahu riwayat penyakit dan semua pengobatan yang sedang digunakan kepada dokter sebelum melakukan tes TORCH untuk menghindari pengaruh obat-obatan terhadap hasil pemeriksaan.

Hasil pemeriksaan TORCH yang positif menandakan seseorang mengalami salah satu atau lebih dari infeksi TORCH, sedangkan hasil negatif menandakan bahwa seseorang tidak mengalami infeksi TORCH.

 

Pengobatan

TORCH merupakan penyakit yang dapat disebabkan oleh parasit, virus maupun bakteri. Pengobatan penyakit TORCH bervariasi bergantung dari jenis infeksi yang dialami ibu hamil.

Jika ibu hamil mengalami infeksi toksoplasmosis maka dapat diberikan antiparasit, sedangkan jika mengalami infeksi herpes dapat menggunakan antivirus. Deteksi dini penyakit TORCH dapat membantu mengurangi risiko komplikasi pada kehamilan dan janin.

 

Pencegahan

  • Sampai saat ini, belum tersedia vaksin untuk mengatasi semua infeksi TORCH. Vaksin yang sudah tersedia adalah vaksin MR (Measles, Rubella), selain mencegah infeksi Rubella, vaksin MR juga berfungsi untuk mencegah penyakit campak

  • Menjaga kebersihan diri, seperti rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir

  • Hindari penggunaan bersama barang-barang pribadi, seperti handuk, peralatan makan, lipstick

  • Menjaga daya tahan tubuh

  • Hindari konsumsi daging mentah atau setengah matang

  • Mencuci bersih buah dan sayuran sebelum dikonsumsi

 

Penyakit TORCH merupakan penyakit yang harus diwaspadai, karena dapat menyebabkan masalah pada kehamilan, kecacatan janin dan kematian.

Oleh karena itu, pemeriksaan TORCH disarankan untuk dilakukan bagi ibu yang sedang hamil atau sebelum ketika merencanakan kehamilan.

 

Frequently Asked Questions (FAQ)

Perlukah pemeriksaan atau cek TORCH bagi ibu hamil?

Infeksi TORCH sangat berbahaya baik bagi kehamilan maupun perkembangan janin. Oleh karena itu, deteksi dini penting dilakukan untuk mengurangi risiko komplikasi.

Pemeriksaan TORCH sangat disarankan bagi ibu hamil untuk membantu mendiagnosis infeksi yang dapat membahayakan janin selama kehamilan, biasanya dilakukan pada masa awal kehamilan. Idealnya, pemeriksaan TORCH juga dilakukan sebelum kehamilan.

 

Apakah penyakit TORCH bisa disembuhkan?

Infeksi TORCH dapat diobati sesuai dengan penyebab infeksi dan usia kehamilan.

Infeksi TORCH sangat berbahaya bagi kehamilan dan dapat menyebabkan kecacatan, oleh karena itu sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan sebelum kehamilan.

Jika infeksi TORCH terjadi pada kehamilan, risiko kecacatan janin tidak dapat diobati, namun pengobatan dini dapat mengurangi risiko komplikasi dalam kehamilan.

 

Berapa harga atau biaya tes TORCH?

Biaya pemeriksaan TORCH bervariasi sesuai dengan tempat pemeriksaan. Kisaran biaya mulai dari Rp 300.000 hingga Rp 3.000.000.

Meski biaya yang diperlukan cukup tinggi, namun pemeriksaan ini disarankan di usia awal kehamilan untuk mencegah terjadinya masalah pada kehamilan dan kecacatan janin.

Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum melakukan pemeriksaan TORCH.

 

Bagaimana mencegah infeksi TORCH pada ibu hamil?

TORCH dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, seperti:

  • Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama sebelum menyiapkan makanan, sebelum makan, sesudah dari kamar mandi

  • Hindari menggunakan barang pribadi bersama orang lain

  • Hindari konsumsi daging mentah atau setengah matang

  • Cuci bersih buah dan sayuran sebelum dikonsumsi

  • Melakukan vaksinasi MR (Measles, Rubella)

 

Apa itu IgG dan IgM toksoplasma?

Pemeriksaan IgG dan IgM toksoplasma digunakan untuk mendeteksi apakah seseorang mengalami infeksi parasit Toxoplasma gondii. Hasil IgG yang positif dapat menunjukkan infeksi toksoplasma saat ini atau di masa lalu.

Hasil IgG tidak boleh digunakan untuk mendiagnosis infeksi saat ini, sehingga pemeriksaan harus dilengkapi dengan IgM toksoplasma. Hasil IgM positif menunjukkan terjadinya infeksi toksoplasma saat ini.

 

Baca Juga : Program Hamil ? Konsumsi Makanan Ini Untuk Tingkatkan Peluang Kehamilan

 

Ditulis oleh : apt. Novita, S.Farm., M.Farm.

Sumber

  1. Mayo Clinic Laboratories. ToRCH Profile IgG, Serum [Internet]. Available from: https://www.mayocliniclabs.com/test-catalog/Clinical+and+Interpretive/61859
  2. What is TORCH Syndrome? [Internet]. Available from: https://www.webmd.com/children/what-is-torch-syndrome#1
  3. Mayo Clinic. Cytomegalovirus (CMV) infection [Internet]. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cmv/symptoms-causes/syc-20355358
  4. Mayo Clinic. Cold Sore [Internet]. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cold-sore/symptoms-causes/syc-20371017
  5. University of Rochester. Health Encyclopedia [Internet]. Available from: https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?contenttypeid=167&contentid=torch_panel

Section

Empty section. Edit page to add content here.

Komentar

Instagram Mommy.101

TestiMommy

Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image

Rentang kelahiran kedua yang cukup jauh, membuat saya sedikit lupa beberapa hal tentang parenting dan pengasuhan bayi. Informasi di website Mommy101 sangat membantu saya mengingat lagi semuanya. Terima kasih.

Eva, Mommy Lubna & Fadlan

New mom, young mom, senior mom, semua mommy wajib punya buku ini karena isinya sangat informatif, menarik, jelas dan padat, tidak ada lagi bingung-bingung soal perawatan bayi yaa moms.

Irsalina, mommy Aubrey dan Arsyila

Sebuah referensi terpercaya untuk ibu dan calon ibu. Sangat bermanfaat untuk panduan sehari-hari.

Mommy Fivi

Di Mommy 101 dari info yg basic sampe yg advanced ada semuah, bener-bener helpful buat first timer Mommy kaya aku. Sempet lupa minum folat acid, untung baca Mommy 101 jadi langsung gercep ambil n telen biar babyku tumbuh sehat. Makasi Mommy 101!

Jessica, Hamil 2 Bulan

Senang ketemu website Mommy101 yang lengkap banget infomasinya. Penyampaiannya ringan, menarik, dan mudah dipahami. Tapi tentu dengan sumber-sumber yang credible (bisa check di refrensinya). Thank you Mommy 101 for making our parenting tasks so much easier.

Sarah, Mommy Shifa