Perencanaan Keluarga

Cara Menghadapi Anak Tiri dalam Menyambut Kelahiran Adik Bayi

Beberapa prinsip dasar berikut dapat menjadi panduan bagaimana kita seharusnya bersikap dalam menghadapi anak tiri. Selengkapnya baca disini.

Meskipun kita ingin menyambut keluarga baru dengan gembira dan harapan yang besar, anak-anak kita atau anak-anak pasangan baru kita mungkin tidak merasakan hal yang sama.

Berikut beberapa hal yang bisa dijadikan panduan dalam mengambil sikap saat menghadapi anak tiri:

 

Beri Waktu

Saat berpisah dengan pasangan, entah karena kematian atau perceraian, kita dan anak-anak mengalami perubahan besar dalam hidup.

Daripada menumpuk satu perubahan drastis ke perubahan lainnya, sebaiknya berikan dulu waktu dan kesempatan untuk menyesuaikan.

Terlalu banyak perubahan sekaligus dapat mengganggu ketenangan anak. Idealnya, kita sebaiknya menunggu dua tahun atau lebih untuk menikah lagi.

Jangan berharap anak tiri akan jatuh cinta pada kita dalam semalam. Kita dan anak tiri perlu waktu untuk mengenal satu sama lain. Saat rasa sayang telah berkembang seiring waktu, kita tentu akan lebih mudah menghadapi anak tiri.

 

Menyambut Bayi Baru

Jika kita berencana mempunyai anak lagi pada pernikahan baru ini, kita bisa mulai mengemukakan rencana ini pada anak tiri. Mungkin kita bisa dengan santai melontarkan pertanyaan seperti, “Kalau misalnya nanti punya adik lagi gimana?” Anak tiri mungkin akan merasa senang dan bersemangat menyambut adik baru.

Namun juga wajar jika mereka merasa “terancam”, kesal, atau khawatir. Mereka mungkin takut si bayi akan mendapatkan semua perhatian dan kasih sayang atau mereka makin tersisih dari keluarga.

Dalam menghadapi anak tiri yang marah atau kesal, penting untuk membicarakan ketakutan mereka dan meyakinkan mereka bahwa hal tersebut tidak akan terjadi.

Berikan mereka pelukan, hibur mereka, dan bicarakan sisi positifnya. Melibatkan anak tiri dalam merencanakan dan mempersiapkan kelahiran bayi mungkin akan membantu menghilangkan perasaan tersisih.

Penting untuk membuat seolah-olah ini bukan hanya untuk si bayi, tapi juga seluruh anggota keluarga.

Misalnya, “Boleh tidak jika mainan lama dipakai oleh adik bayi, lalu kita membeli mainan baru?” Jadi tidak memberikan perhatian hanya pada calon bayi, tapi anak tiri yang lain juga.

 

Menjaga Hubungan dengan Orangtua Kandung Mereka

Anak tiri akan menyesuaikan diri lebih baik dengan keluarga barunya jika mereka tetap berhubungan dengan orangtua kandung mereka.

Penting untuk melibatkan semua orangtua dalam urusan anak. Usahakan orangtua kandung mereka tetap bertanggungjawab, khususnya atas kedisiplinan, hingga kita bisa membentuk bonding yang lebih kuat dengan anak tiri.

Kita juga perlu menjaga agar jangan sampai menunjukkan perselisihan, misalnya dengan memprotes, menentang, atau berkata buruk tentang mantan pasangan baru di depan anak tiri.

Hal tersebut dapat merusak harga diri mereka dan bahkan membuat mereka menentang kita. Menghadapi anak tiri akan makin sulit jika mereka dalam defense mode.

 

Baca Juga : Apa yang Harus Dipersiapkan Saat Berencana Melahirkan di Luar Negeri?

 

Menempatkan diri

Salah satu cara menyayangi anak tiri adalah dengan meyakinkan mereka bahwa kita bukanlah pengganti ibu mereka.

Pastikan mereka tahu bahwa orangtua kandung mereka, meskipun tidak lagi bersama, akan terus menyayangi dan selalu ada untuk mereka.

Dalam menghadapi anak tiri, kita perlu menjalin hubungan seperti teman atau supporter, dibandingkan sebagai pendisiplin.

Jadi kita mungkin hanya perlu memonitor perilaku dan aktivitas anak untuk kemudian dilaporkan pada ayah mereka.

 

Pahami dan Hadapi Anak Sesuai Usianya

Anak dengan usia dan jenis kelamin yang berbeda menyesuaikan diri dengan cara yang berbeda pula. Kita perlu menemukan cara yang tepat menghadapi anak tiri sesuai tahap perkembangan mereka, namun dengan tujuan yang sama, yaitu untuk membangun kepercayaan.

American Psychological Association mengutip sebuah hasil penelitian yang menunjukkan bahwa usia 10-14 tahun adalah periode anak paling sulit menyesuaikan dengan keluarga baru. Remaja di atas 15 tahun cenderung tidak memusingkan keluarga baru karena mereka sudah tidak terlalu bergantung pada orangtua, mulai mandiri, dan membentuk identitas baru.

Sementara itu, paling mudah menghadapi anak tiri di bawah usia 10 tahun karena biasanya mereka lebih mudah menerima kehadiran orang baru dalam keluarga.

Laporan hasil penelitian menunjukkan bahwa baik anak laki-laki dan perempuan cenderung lebih nyaman jika orangtua tiri menunjukkan kasih sayang secara verbal, seperti pujian, dibandingkan secara fisik, seperti pelukan atau ciuman.

Anak perempuan, khususnya, merasa tidak nyaman dengan kedekatan fisik dengan ayah tiri mereka

Menghadapi anak tiri memanglah tidak mudah dan membutuhkan waktu untuk tumbuhnya rasa sayang dan membangun kepercayaan. Rata-rata proses penyesuaian dengan keluarga baru ini memakan waktu 2 hingga 4 tahun.

 

Baca Juga : Pro Kontra Jika Jarak Kehamilan Terlalu Dekat dengan Persalinan Sebelumnya

 

Ditulis oleh : Muna Fitria

Komentar

Instagram Mommy.101

TestiMommy

Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image

Rentang kelahiran kedua yang cukup jauh, membuat saya sedikit lupa beberapa hal tentang parenting dan pengasuhan bayi. Informasi di website Mommy101 sangat membantu saya mengingat lagi semuanya. Terima kasih.

Eva, Mommy Lubna & Fadlan

New mom, young mom, senior mom, semua mommy wajib punya buku ini karena isinya sangat informatif, menarik, jelas dan padat, tidak ada lagi bingung-bingung soal perawatan bayi yaa moms.

Irsalina, mommy Aubrey dan Arsyila

Sebuah referensi terpercaya untuk ibu dan calon ibu. Sangat bermanfaat untuk panduan sehari-hari.

Mommy Fivi

Di Mommy 101 dari info yg basic sampe yg advanced ada semuah, bener-bener helpful buat first timer Mommy kaya aku. Sempet lupa minum folat acid, untung baca Mommy 101 jadi langsung gercep ambil n telen biar babyku tumbuh sehat. Makasi Mommy 101!

Jessica, Hamil 2 Bulan

Senang ketemu website Mommy101 yang lengkap banget infomasinya. Penyampaiannya ringan, menarik, dan mudah dipahami. Tapi tentu dengan sumber-sumber yang credible (bisa check di refrensinya). Thank you Mommy 101 for making our parenting tasks so much easier.

Sarah, Mommy Shifa