7 Langkah Mengatur Keuangan Keluarga untuk Persiapan Biaya Kehamilan dan Melahirkan
Saat hamil atau merencanakan kehamilan memang merupakan momen bahagia yang ditunggu-tunggu, namun tak dipungkiri juga bisa menghabiskan banyak biaya.
Ikuti 7 langkah berikut untuk mengatur keuangan keluarga:
1. Lacak Uang Masuk dan Keluar
Langkah awal mengatur keuangan rumah tangga dengan penghasilan minim adalah dengan mengetahui detail pemasukan dan pengeluaran.
Catat secara terperinci dari mana uang masuk dan berapa jumlahnya. Begitu juga dengan untuk apa uang tersebut dibelanjakan dan berapa nilainya. Hal ini sangat penting untuk mengukur daya beli kita: mana yang mampu dan tidak mampu kita beli.
2. Menghemat Biaya
- Langkah selanjutnya dalam mengatur keuangan keluarga jika penghasilan minim adalah menghemat biaya.
- Coba perhatikan hasil pencatatan pengeluaran selama sebulan. Kita perlu mengidentifikasi mana pengeluaran yang sifatnya penting untuk kelangsungan hidup sehari-hari. Itulah kebutuhan.
- Sementara hal-hal diluar kebutuhan adalah keinginan. Untuk menghemat biaya, kita bisa mengurangi atau menghilangkan pengeluaran untuk keinginan.
- Kita juga bisa menggunakan hasil pencatatan pengeluaran untuk mencari alternatif lebih murah. Selisih uangnya bisa kita masukkan ke dalam tabungan.
3. Menabung
Berpenghasilan minim bukan berarti kita melewatkan menabung. Justru dengan adanya tabungan, kita bisa terbantu jika sewaktu-waktu ada pengeluaran tak terduga.
Apalagi dalam kondisi hamil, uang yang kita sisihkan dalam tabungan dapat digunakan untuk mempersiapkan persalinan atau bahkan setelah bayi lahir.
Kita bisa mencoba berbagai cara menabung dengan mudah, misalnya:
- Menabung di awal dengan terlebih dahulu menyisihkan 10% – 20% dari pemasukan;
- Diambilkan secara otomatis dari rekening tabungan setiap bulan;
- Menyimpan setiap lembar uang dengan nominal tertentu; dan lain sebagainya.
4. Manfaatkan Bantuan dari Pemerintah
- Cari tahu apakah Mommy memenuhi kriteria dan berhak mendapatkan bantuan dari pemerintah, seperti jaminan kesehatan, bantuan sosial, atau subsidi lainnya.
- Dalam program JKN-KIS (Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat), misalnya, tidak hanya ibu melahirkan yang mendapat jaminan pelayanan kesehatan, tetapi juga bayi yang baru dilahirkan.
- BPJS Kesehatan juga menanggung biaya pemeriksaan kehamilan dan proses persalinan yang tentunya dengan sistem rujukan.
- Mungkin pengurusan administrasinya terlihat sedikit rumit, namun ini adalah cara mengatur keuangan keluarga yang dapat memberikan bantuan besar untuk biaya kesehatan, seperti biaya persalinan, pengobatan, pemeriksaan kesehatan, vaksinasi, dan lainnya.
5. Survei Ibu-Ibu Lain
- Cara mengatur keuangan keluarga jika penghasilan kita minim adalah dengan bertanya pada ibu-ibu lain mengenai perlengkapan bayi mana yang harus dibeli, yang sering digunakan, yang sangat dibutuhkan, dan yang bisa digunakan dalam jangka panjang.
- Dengan demikian, kita bisa menghindari membeli perlengkapan bayi yang tidak terlalu diperlukan.
- Dari para ibu ini, kita juga bisa melakukan perbandingan harga bermacam-macam hal, mulai dari harga perlengkapan bayi berbagai merek hingga biaya persalinan rumah di berbagai rumah sakit.
6. Perlengkapan Bayi Secondhand
- Cara lain mengatur keuangan keluarga saat hamil dengan penghasilan minim adalah dengan menggunakan barang secondhand untuk perlengkapan bayi yang harganya cenderung mahal, seperti stroller atau tempat tidur bayi.
- Banyak toko online maupun offline yang menyediakan perlengkapan bayi bekas namun dengan kondisi masih bagus.
- Tidak ada salahnya juga untuk mencari tahu apakah ada saudara atau teman yang berkenan menjual murah atau mungkin menghibahkan perlengkapan bayinya yang sudah tidak terpakai kepada kita.
7. Mencari Pemasukan Tambahan
Kita bisa mendapatkan tambahan pemasukan dengan mencari pekerjaan sampingan. Meskipun tidak selalu bisa menyamai pendapatan utama, pekerjaan sampingan dapat membantu menambah dana persiapan kelahiran.
Mengatur keuangan keluarga di saat hamil memang butuh usaha dan kecermatan ekstra. Bukan tidak mungkin kita tetap bisa memenuhi kebutuhan kita sebagai ibu hamil dan calon bayi nanti dengan baik meskipun dengan penghasilan minim.
Ditulis oleh : Muna Fitria – Tim penulis Mommy 101 disadur dari berbagai sumber

