Tips Hamil LDM | Yang Harus dilakukan Pasangan Jarak Jauh saat Program Hamil
Berikut beberapa tips hamil saat hubungan jarak jauh yang bisa Mommy laukan saat hidup terpisah dari suami:
Tips Merencanakan Hamil Saat LDM
1. Ketahui Jadwal Subur
- Ovulasi adalah proses pelepasan sel telur yang sudah matang dari rahim menuju tuba falopi. Di dalam tuba falopi inilah nantinya sel telur siap dibuahi oleh sperma.
- Peluang kehamilan kita bisa meningkat tajam jika kita berhubungan seksual pada hari terjadinya ovulasi, atau dua hari sebelumnya. Karenanya, penting sekali mengetahui kapan ovulasi terjadi atau masa subur jika kita sedang merencanakan hamil.
2. Ciri-ciri Saat Sedang Ovulasi
Ada beberapa cara mengetahui kapan kita sedang berovulasi:
- Keluarnya lendir (mucus) di vagina.
Lendir yang keluar dari vagina dapat memberitahu kita tentang siklus menstruasi dan masa subur kita. Sekitar 6 hari sebelum ovulasi, lendir dikeluarkan oleh rahim dan terus berubah setelahnya.
Di awal masa subur, hanya sedikit lendir yang keluar, kemudian berangsur semakin banyak mendekati waktu ovulasi. Di puncak masa subur, lendir yang keluar terdiri dari 98% air sehingga vagina terasa sangat basah dan lembab.
Jadi saat keluar lendir yang sangat cair lalu tiba-tiba berhenti, itulah tanda utama terjadinya ovulasi.
- Suhu tubuh
Tanda lain yang bisa kita andalkan untuk mengetahui masa subur adalah suhu tubuh. Saat suhu tubuh lebih tinggi dari biasanya, hal tersebut menunjukkan bahwa kita sedang dalam masa subur.
- Menghitung siklus menstruasi
Banyak yang menyimpulkan bahwa masa subur terjadi di pertengahan siklus menstruasi. Siklus menstruasi dimulai pada hari pertama haid dimulai bulan ini sampai sehari sebelum haid dimulai bulan depan.
Namun siklus menstruasi setiap wanita berbeda sehingga masa suburnya berbeda pula. Dengan mengetahui lamanya siklus menstruasi, kita bisa mengetahui kapan kita berovulasi:
- Jika siklus menstruasi 28 hari, ovulasi terjadi sekitar hari ke-14.
- Jika siklus menstruasi 35 hari, ovulasi terjadi sekitar hari ke-21.
- Jika siklus menstruasi 21 hari, ovulasi terjadi sekitar hari ke-7.
Masa paling subur kita dimulai sejak 2 hari sebelum ovulasi hingga saat ovulasi terjadi. Di saat inilah waktu terbaik untuk melakukan hubungan seks dengan suami untuk meningkatkan peluang kehamilan.
Dalam beberapa kasus, siklus menstruasi beberapa wanita tidak teratur sehingga sulit menentukan kapan masa suburnya. Jika demikian, berhubungan seks saja setiap 2-3 hari untuk dapat meningkatkan peluang kehamilan.
3. Atur jadwal untuk bertemu saat masa subur
- Secara teknis, kehamilan hanya akan terjadi jika kita berhubungan seks selama 5 hari sebelum ovulasi atau hingga hari ovulasi terjadi.
- Berhubungan seks selama masa subur akan memberikan kesempatan terbaik untuk hamil. Karenanya, usahakan untuk bertemu suami dalam masa subur ini.
- Jadwalkan cuti bekerja, misalnya, atau pergi liburan khusus untuk bercinta dengan pasangan.
4. Kelola Stres
- Hubungan antara stres dan infertilitas bagaikan telur dan ayam. Masalah infertilitas pastinya memicu stres, namun stres juga bisa menjadi salah satu faktor penghambat kehamilan.
- Beberapa ahli berasumsi bahwa stres dapat menurunkan libido (gairah seksual) sehingga mengurangi frekuensi hubungan seksual.
- Ahli lain beranggapan bahwa stres dapat menurunkan imun tubuh sehingga mempengaruhi keberhasilan pembuahan sel telur.
- Meskipun bagaimana stres dapat mempengaruhi fertilitas belum diketahui secara detail, kita sebaiknya berusaha untuk mengelola stres dengan baik untuk mendapat peluang kehamilan lebih besar.
5. Terhubung dengan Support Group
- Dalam support group atau komunitas, kita dapat bertemu dengan orang-orang yang sedang atau pernah mempunyai pengalaman yang sama. Disana, kita bisa bertukar pengalaman, perasaan, dan informasi yang bermanfaat.
- Dengan terhubung dengan para istri yang menjalani hubungan jarak jauh dengan pasangannya, diharapkan kita bisa saling menguatkan dan merasa tidak sendiri.
Tips Hamil Saat LDM
1. Komunikasi Terbuka dengan Suami
Bicarakan dengan pasangan mengenai apa yang kita rasakan. Sampaikan dengan jelas apa yang kita butuhkan.
Jangan lupa untuk tidak mengabaikan perasaan suami. Berada jauh saat pasangan sedang hamil mungkin juga terasa berat untuknya.
2. Libatkan Suami dalam Perkembangan Calon Bayi
Akan sangat berarti bagi suami jika kita tetap melibatkannya dalam perkembangan janin.
Berhubung tidak bisa bersama-sama datang ke pemeriksaan kehamilan rutin, kita bisa mengirimkan hasil USG atau menanyakan apakah ada yang ingin suami tanyakan pada dokter terkait kesehatan kita dan calon bayinya.
3. Rencanakan Persalinan
Meskipun jauh dari suami saat hamil, kita tetap harus merencanakan persalinan dengan seksama. Salah satunya, kita bisa mendiskusikan tentang siapa yang akan mendampingi saat persalinan.
Jika orang lain yang akan menemani, bicarakan juga rencana persalinan dengan mereka agar mereka siap dan tidak kaget.
4. Terhubung dengan Ibu Hamil Lain
Bergabung dalam sebuah grup atau komunitas bisa memberikan kita kesempatan untuk bertemu dan bertukar pikiran dengan ibu hamil lain. Kita bisa ikut kelas prenatal seperti senam hamil, misalnya, atau bergabung dalam komunitas online.
5. Minta Bantuan
Jangan sungkan untuk meminta bantuan dari keluarga dan teman yang bisa mendampingi sehingga kita merasa nyaman, terutama jika kondisi kehamilan kita sulit.
Karenanya, kita perlu memastikan ada seseorang yang bisa memberikan bantuan, misalnya anggota keluarga untuk menemani saat pemeriksaan kehamilan, atau asisten rumah tangga untuk mengurus kebutuhan sehari-hari di rumah.
Bahkan lebih baik jika kita bisa tinggal bersama keluarga agar kita tidak sendirian selama kehamilan.
6. Waspadai Gejala Gangguan Kecemasan dan Depresi
Jika selama ini kita tahu depresi sering dialami ibu baru (postpartum depression, atau depresi pasca melahirkan), ternyata beberapa wanita mulai mengalaminya saat masih hamil.
Beberapa faktor risiko yang meningkatkan peluang munculnya depresi, diantaranya jika
- Ibu hamil tidak menerima cukup dukungan dan bantuan dari keluarga atau teman;
- Ibu mengalami masa kehamilan yang sulit;
- Terdapat masalah dalam hubungan dengan suami.
Berada jauh dari suami saat hamil ternyata mempunyai risiko tinggi mengalami depresi. Kondisi ini tidak memungkinkan kita mendapat support yang kita butuhkan dari suami dan rentan timbul masalah dalam hubungan pernikahan.
Karenanya, kita perlu mewaspadai munculnya gejala gangguan kecemasan atau depresi agar kita bisa segera mendapat pertolongan dari tenaga profesional.
Berada jauh dari suami saat hamil memang tidak memungkinkan kita terhubung secara fisik, namun kita bisa terus menjalani kehamilan ini bersama-sama dengan melakukan tips program hamil untuk pasangan jarak jauh. Â Semoga lancar!
Ditulis oleh : Muna Fitria – Tim penulis Mommy 101 disadur dari berbagai sumber
Sumber
- healthychildren.org/Englidh/ages-stages/prenatal/Pages/Depression-and-Anxiety-During-Pregnancy-and-After-Birth-FAQs.aspx
- mottchildren.org/health-library/abp7352
- https://www.yourfertility.org.au/everyone/timing
- https://www.stress.org/does-stress-actually-affect-fertility#:~:text=Authors%20of%20one%20study%2C%20which,well%20as%20abnormally%20shaped%20sperm

