Menghadapi Infertilitas

Waspadai Gejala Depresi karena Infertilitas, Berikut Tips Menanganinya

Waspadai masalah infertilitas yang dihadapi dapat menimbulkan depresi. Kenali gejala depresi yang muncul dan segera tangani. Selengkapnya baca di sini.

Dikutip dari Harvard Health Publishing, sebuah studi menemukan bahwa wanita yang mengalami masalah infertilitas merasakan kecemasan dan depresi yang sama dengan penderita kanker, hipertensi, atau pemulihan pasca serangan jantung.

 

7 Tanda dan Gejala Depresi

Penting untuk mengenali gejala depresi yang muncul dan segera melakukan penanganan.

  1. Perasaan sedih, kosong, dan putus asa: merasa seakan keadaan tidak akan menjadi lebih baik.

  2. Tidak bersemangat menjalani aktivitas sehari-hari. Bahkan untuk hal-hal yang biasanya kita senang lakukan, kita sudah tidak perduli lagi.

  3. Perubahan signifikan dalam nafsu makan dan berat badan, entah makin bertambah atau berkurang dengan drastis dalam waktu singkat.

  4. Merasa bersalah, benci dan kecewa pada diri sendiri, atau tidak berharga, bahkan hingga terbersit keinginan untuk bunuh diri.

  5. Perubahan pola tidur, baik menjadi insomnia (kesulitan tidur) atau ingin tidur terus.

  6. Makin mudah marah dan tersinggung; merasa sebal pada semua hal dan semua orang.

  7. Lemas dan tidak berenergi. Kita merasa kelelahan setiap saat hingga tidak mampu melakukan aktivitas harian.

 

Baca Juga : Infertilitas pada Wanita | Tanda, Penyebab dan Faktor Risiko

 

Penanganan Depresi

Jika mulai muncul gejala depresi seperti di atas atau bahkan semakin parah, tandanya kita butuh segera mendapat bantuan, diantaranya sebagai berikut:

Dukungan Komunitas

Berbagi cerita dengan pihak netral dapat menjadi kesempatan untuk mengekspresikan berbagai perasaan atau pikiran yang mungkin aneh dan tidak nyaman dibicarakan dengan orang yang kita kenal.

Terlebih jika Mommy berbicara dengan orang-orang yang mengalami masalah yang sama, kita akan merasa lebih dimengerti dan tidak dihakimi.

Meskipun tidak dapat menangani depresi dalam jangka panjang, tentunya cara ini dapat meringankan stres yang kita rasakan.

Terapi Psikologis

Terapi dengan psikolog, yang biasa dikenal dengan talking therapy, dapat membantu kita mengenali dan mengubah pikiran negatif yang dimiliki agar kemudian dapat merubah perilaku negatif.

Salah satu terapi pskikologis yang umum digunakan adalah CBT (Cognitive Behavior Therapy). Terapi ini bertujuan untuk membantu kita mengenali pola pikir dan perasaan negatif yang dimiliki dan belajar untuk menyangsikan pemikiran tersebut.

Kita akan dilatih untuk memandang permasalahan secara objektif berdasarkan fakta sehingga kita bisa menilai apakah pemikiran tersebut rasional.

Terapi semacam ini dapat dilakukan secara berkelompok atau individu. Beberapa studi menunjukkan bahwa psikoterapi dapat menangani depresi, mengurangi stres dan gejala depresi seperti amarah dan kecemasan, serta meningkatkan peluang kehamilan.

Konseling

Cara ini bermanfaat terutama jika kita sedang menjalani perawatan IVF.

Konseling pernikahan akan memberikan wawasan mengenai gejala depresi yang mungkin menyertai selama program IVF dan menanganinya.

Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa konseling semacam ini tidak hanya menangani depresi, namun juga dapat meningkatkan peluang kehamilan.

Pengobatan Medis

Obat-obatan seperti anti-depresan terbukti efektif untuk menangani depresi dan gangguan kecemasan.

Opsi ini penting terutama bagi kita yang mengalami gejala depresi berat hingga kesulitan menjalani hari.

Kita tidak perlu mengkhawatirkan efek samping pengobatan medis terhadap tingkat kesuburan. Hingga saat ini, tidak ditemukan bukti bahwa obat-obatan yang umum digunakan untuk menangani depresi mempunyai efek buruk pada kesuburan. Bahkan ada beberapa anti-depresan yang aman digunakan selama kehamilan.

Namun perlu diingat bahwa penggunaan obat-obatan seperti ini harus dengan rekomendasi dokter dan harus dalam pengawasan dokter.

Dengan besarnya dampak emosional dan psikologis akibat infertilitas, kita perlu cermat mengenali gejala depresi yang muncul agar dapat segera dilakukan penanganan. Dengan demikian, peluang kehamilan pun dapat meningkat.

 

Baca Juga : Infertilitas pada Pria | Gejala, Penyebab dan Kapan Harus ke Dokter

 

Ditulis oleh : Muna Fitria

Komentar

Instagram Mommy.101

TestiMommy

Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image

Rentang kelahiran kedua yang cukup jauh, membuat saya sedikit lupa beberapa hal tentang parenting dan pengasuhan bayi. Informasi di website Mommy101 sangat membantu saya mengingat lagi semuanya. Terima kasih.

Eva, Mommy Lubna & Fadlan

New mom, young mom, senior mom, semua mommy wajib punya buku ini karena isinya sangat informatif, menarik, jelas dan padat, tidak ada lagi bingung-bingung soal perawatan bayi yaa moms.

Irsalina, mommy Aubrey dan Arsyila

Sebuah referensi terpercaya untuk ibu dan calon ibu. Sangat bermanfaat untuk panduan sehari-hari.

Mommy Fivi

Di Mommy 101 dari info yg basic sampe yg advanced ada semuah, bener-bener helpful buat first timer Mommy kaya aku. Sempet lupa minum folat acid, untung baca Mommy 101 jadi langsung gercep ambil n telen biar babyku tumbuh sehat. Makasi Mommy 101!

Jessica, Hamil 2 Bulan

Senang ketemu website Mommy101 yang lengkap banget infomasinya. Penyampaiannya ringan, menarik, dan mudah dipahami. Tapi tentu dengan sumber-sumber yang credible (bisa check di refrensinya). Thank you Mommy 101 for making our parenting tasks so much easier.

Sarah, Mommy Shifa