Menghadapi Infertilitas

Merespon dengan Elegan dan Bijak Saat Ditanya Kapan Punya Anak

Ditanya kapan punya anak di saat kita mempunyai masalah infertilitas bisa sangat menganggu. Simak disini cara menjawabnya dengan bijak.

Jika sedang bergelut dengan infertilitas, pastinya akan ada pertanyaan atau komentar yang menyinggung perasaan, seperti saat ditanya kapan punya anak.

Contek jawaban bijak dan elegan berikut ini saat kita mendapat pertanyaan atau komentar negatif serupa.

 

1. “Kamu kok belum hamil?”

Frekuensi kita ditanya kapan punya anak pasti akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia pernikahan.  Komentar seperti ini menyiratkan bahwa dia sedang membandingkan pengalaman kita dengan pengalamannya.

Barangkali komentarnya terdengar seperti: “Kamu kok belum hamil? Aku dulu beberapa bulan setelah nikah langsung hamil”.

Kita bisa merespon pertanyaan serupa dengan, “Wah. Senang ya. Aku juga ingin cepat punya anak. Sayangnya aku beda ya. Doain aja yaa.”

 

2. “Berduaan terus sama suami. Kapan hamilnya?”

Wajar saja jika orang mengharapkan kita hamil dan memiliki anak setelah menikah, karena memang begitulah yang umumnya terjadi.

Saat ditanya kapan punya anak, kita bisa menjawab dengan gurauan seperti, “Wah. Kapan ya? Agak susah nih meramalkan masa depan. Haha.. Tidak usah khawatir. Kami berusaha terus kok. Bantu doakan dong supaya kami segera dikaruniai anak.”

Meskipun dengan nada bercanda, kita sudah menyampaikan pesan bijak bahwa ada kuasa Tuhan dalam merencanakan kehamilan hamil.

 

Baca Juga : Rahasia Suami Istri Tetap Bahagia Walau Belum Punya Anak

 

3. “Sudah hamil belum? Papa Mama sudah tidak sabar ingin menggendong cucu.”

Sebagai orang terdekat, keluarga malah terkadang memberikan tekanan yang paling besar. Dalam banyak kasus, itu adalah orangtua atau mertua yang sudah mendamba cucu dari kita.

Saat ditanya kapan punya anak oleh orangtua atau mertua, kita bisa merespon dengan, “Aku juga sangat ingin Papa Mama segera punya cucu. Papa Mama pasti ikut bahagia ya saat aku punya anak nanti. Doakan terus ya.”

 

4. “Kayaknya kamu fokus karir terus. Kapan kamu mau fokus punya anak?”

Pertanyaan dan komentar seperti ini kemungkinan dilontarkan oleh rekan kerja. Apalagi jika karir kita kebetulan sedang berkembang .

Kita dapat merespon saat ditanya kapan punya anak oleh teman kantor dengan: “Aku  sebenarnya juga sedang berusaha hamil kok. Doakan supaya semua perawatan dan pemeriksaan ini berhasil yah.”

 

5. “Kamu belum hamil gara-gara kekurusan/kegemukan kali?!”

Saat ada yang mengaitkan infertilitas dengan kondisi fisik dan kesehatan kita, kita patut mengapresiasi mereka. Kemungkinan mereka benar-benar mengkhawatirkan kondisi kita dan mulai mencari tahu lebih banyak mengenai infertilitas.

Kita bisa merespon komentar seperti ini dengan: “Wah. Terima kasih infonya. Kamu tahu dari mana? Nanti biar aku konsultasikan dengan dokterku. Doakan yang terbaik yah.”

 

6. “Kamu masih belum hamil juga? Mungkin ini semua sudah takdir”

Komentar ini memang terdengar positif, tapi bisa terasa menyakitkan bagi pasangan yang didiagnosa infertil. Kita merasa seperti diminta untuk menyerah, seperti tidak akan pernah ada harapan untuk bisa hamil.

Walaupun sebenarnya kita memang hampir tidak memiliki kendali terhadap kondisi ini, kita makin merasa kalah telak.

Respon terbaik untuk komentar seperti ini adalah diam. Dengan tetap diam, kita memberikan tanda bahwa komentar tersebut tidak mengenakan. Kita mungkin juga sebaiknya menghindari berbincang masalah infertilitas lagi dengan orang tersebut.

Kunci dari menjawab pertanyaan atau komentar negatif adalah tidak merespon dengan amarah. Respon dengan elegan dan bijak, atau tidak usah sekalian.

 

Baca Juga : Bila Suami didiagnosa Mandul, Lalu Harus Bagaimana?

 

Ditulis oleh : Muna Fitria

Komentar

Instagram Mommy.101

TestiMommy

Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image

Rentang kelahiran kedua yang cukup jauh, membuat saya sedikit lupa beberapa hal tentang parenting dan pengasuhan bayi. Informasi di website Mommy101 sangat membantu saya mengingat lagi semuanya. Terima kasih.

Eva, Mommy Lubna & Fadlan

New mom, young mom, senior mom, semua mommy wajib punya buku ini karena isinya sangat informatif, menarik, jelas dan padat, tidak ada lagi bingung-bingung soal perawatan bayi yaa moms.

Irsalina, mommy Aubrey dan Arsyila

Sebuah referensi terpercaya untuk ibu dan calon ibu. Sangat bermanfaat untuk panduan sehari-hari.

Mommy Fivi

Di Mommy 101 dari info yg basic sampe yg advanced ada semuah, bener-bener helpful buat first timer Mommy kaya aku. Sempet lupa minum folat acid, untung baca Mommy 101 jadi langsung gercep ambil n telen biar babyku tumbuh sehat. Makasi Mommy 101!

Jessica, Hamil 2 Bulan

Senang ketemu website Mommy101 yang lengkap banget infomasinya. Penyampaiannya ringan, menarik, dan mudah dipahami. Tapi tentu dengan sumber-sumber yang credible (bisa check di refrensinya). Thank you Mommy 101 for making our parenting tasks so much easier.

Sarah, Mommy Shifa