Jarak Kehamilan Terlalu Dekat
Risiko kehamilan jarak dekat
Idealnya, kita perlu menunggu sekitar 18-24 bulan sebelum mulai program hamil berikutnya. Hal ini disebabkan risiko kesehatan yang menyertainya, termasuk:
1. Komplikasi persalinan
Termasuk bayi lahir prematur atau lahir dengan berat badan rendah (BBLR), jika jarak kehamilan kurang dari 2 tahun.
2. Risiko kehamilan
3. Kelelahan
Kemungkinan besar Mommy akan sangat kelelahan merawat balita dalam kondisi hamil karena cadangan kalsium dan zat besi dalam tubuh masih rendah dari kehamilan sebelumnya.
4. Kecemburuan
5. Tandem Nursing
Keuntungan kehamilan jarak dekat
Meski demikian, kehamilan dekat sebenarnya juga memberikan kita banyak keuntungan. Diantaranya adalah:
1. Periode lelah sekaligus
Mommy mengalami periode waktu melelahkan di tahun-tahun pertama pertumbuhan dan perkembangan anak dalam satu waktu bersamaan.
2. Anak tidak kesepian
Anak-anak tidak akan kesepian karena bisa bermain bersama. Saat bermain bersama, mereka akan cenderung lebih kreatif dalam “menciptakan” permainan baru.
3. Anak jarang berselisih
Kemungkinan kecil terjadi perselisihan karena mereka menyukai aktivitas, permainan, atau acara TV yang sama.
4. Hemat
Barang-barang milik kakaknya masih dalam kondisi bagus untuk digunakan oleh si adik, sehingga kita bisa menghemat pengeluaran.
Setelah mengetahui pro dan kontra jarak kehamilan dekat, diskusikanlah matang-matang dengan pasangan mengenai perencanaan keluarga.
Ditulis oleh : Muna Fitria – Tim penulis Mommy 101 disadur dari berbagai sumber
Sumber
- NCT. Whats Best Age Gap Between Sibling. 2018. https://www.nct.org.uk/pregnancy/having-another-baby/whats-best-age-gap-between-siblings (diakses tanggal 18 Oktober 2021)
- Skata. Alasan Mengapa Jarak Ideal Minimal 2 Tahun. https://skata.info/article/detail/194/alasan-mengapa-jarak-antar-anak-yang-ideal-minimal-2-tahun (diakses tanggal 18 Oktober 2021)
- Natural Child. Tandem Nursing. https://www.naturalchild.org/articles/guest/tamra_orr.html (diakses tanggal 18 Oktober 2021)

