Perencanaan Keluarga

Pro Kontra Menjalani Pernikahan dan Kehamilan Saat Kuliah

Berencana segera menikah namun kuliah belum selesai? Sebelum memutuskan untuk menikah saat kuliah, pertimbangkan di sini.

Pasangan muda mempunyai berbagai motivasi untuk menikah saat kuliah.

Jika kamu juga adalah salah satu yang berencana melakukannya, beberapa pahit manisnya menikah sambil kuliah berikut ini patut dijadikan bahan pertimbangan.

 

1. Menjalani peran ganda

Menikah saat masih kuliah artinya kita harus menjalani peran ganda, yaitu sebagai mahasiswi dan istri, dengan tanggungjawab dan tugasnya masing-masing. Jika kesulitan mengatur waktu, hal ini bisa membuat kita kewalahan.

Akan sangat membantu jika kita menentukan skala prioritas. Cara ini akan membantu kita untuk memilah mana yang penting sehingga harus didahulukan, dan mana yang bisa ditunda.

 

2. Manajemen Waktu

Selain itu, manajemen waktu yang efektif juga mempunyai kontribusi besar dalam kelancaran menjalani peran ganda ini. Mengutip sebuah artikel dari Association for Psychological Science, manajemen waktu yang baik sering dikaitkan dengan prestasi akademik yang baik pula dan tingkat stres yang rendah pada mahasiswa.

 

3. Menurunkan atau meningkatkan prestasi akademik

Prestasi akademik dipertaruhkan saat kita memutuskan untuk menikah saat kuliah. Dengan adanya peran dan tanggungjawab tambahan yang harus dijalankan, kita bisa kehilangan fokus pada kuliah yang mengakibatkan turunnya prestasi akademik atau bahkan keterlambatan menyelesaikan studi.

Seperti telah dinyatakan sebelumnya, hal ini juga sangat mungkin terjadi karena buruknya atau tidak adanya manajemen waktu.

Namun kita juga bisa memanfaatkan kondisi ini untuk meningkatkan prestasi akademik. Pasangan dapat membantu kita belajar, memberikan saran dan kritik yang membangun, bertukar pikiran, dan memberikan semangat untuk terus menjalani studi.

 

4. Kesulitan menyesuaikan diri

Saat menikah di usia muda, yakni di usia belasan hingga awal dua puluhan tahun, cenderung lebih sulit menyesuaikan diri.

Tidak hanya penyesuaian diri dengan pasangan, namun juga dengan keluarga dan teman-teman pasangan.

Karena harus membagi waktu dengan pasangan, biasanya hubungan dengan teman sebaya menjadi berkurang. Bisa jadi kita juga sering melewatkan tanggungjawab perkuliahan, seperti tugas kelompok atau kegiatan organisasi.

Mahasiswa yang menikah saat kuliah dapat merasa canggung berada diantara teman-teman kuliah karena kurangnya waktu bersama.

Baca Juga : Pro Kontra Jika Jarak Kehamilan Terlalu Dekat dengan Persalinan Sebelumnya

 

5. Lebih rentan terkena stres, namun juga memberikan dukungan emosional

Karena banyaknya tantangan yang diuraikan sebelumnya, kita menjadi lebih rentan terkena stres atau masalah kesehatan mental lainnya jika menikah saat kuliah.

Ditambah lagi, karena sibuknya membagi waktu antara studi dan pernikahan, kita makin tidak punya waktu untuk diri sendiri (me-time).

Padahal dengan me-time, kita dapat mengisi kembali energi dan emosi yang terkuras untuk selanjutnya menghadapi tuntutan pernikahan dan perkuliahan.

Di sisi lain, memiliki hubungan yang sehat dengan pasangan sebenarnya dapat mengurangi stress saat kuliah karena mampu memberikan dukungan emosional yang stabil secara penuh setiap waktu.

Hal ini berguna dalam situasi perkuliahan yang penuh tekanan, seperti pengaturan waktu, mengelola tugas dan pekerjaan, atau bahkan hanya untuk curhat tentang hari yang berat.

 

6. Masalah finansial

Saat menikah sambil kuliah, kemungkinan besar kita atau pasangan belum memiliki sumber penghasilan yang tetap, sementara kuliah membutuhkan biaya yang tak sedikit.

Seringkali, beban ekonomi masih ditanggung oleh orangtua.  Ketergantungan finansial ini tak jarang memicu konflik dalam pernikahan, terlebih jika kita kemudian dikaruniai anak.

Memiliki anak tentulah sebuah berkah. Namun jika momen bahagia ini terjadi saat kita masih kuliah, tidak dapat dipungkiri akan dapat memicu masalah finansial baru.

 

7. Mempunyai Anak di Usia Muda

Jika ternyata kita dikaruniai anak saat masih kuliah, hal ini justru memberikan kita lebih banyak keuntungan.

Di usia muda, tubuh akan jauh lebih cepat pulih pasca melahirkan. Karenanya, tubuh kita juga akan lebih fit, kuat, dan berenergi untuk merawat anak.

Selain itu, jika diberi umur panjang, kita dan pasangan akan mempunyai lebih banyak waktu untuk: mempersiapkan dana pensiun, hidup berduaan setelah anak mandiri, “mendampingi” anak hingga berkeluarga.

Menikah saat kuliah memang menuntut tanggung jawab ekstra dalam menjalankan peran ganda sebagai mahasiswi, istri, dan bahkan ibu. Namun tentunya keuntungan dan kebahagiannya pun sepadan.

 

Baca Juga : Cara Menyiapkan Anak Berkebutuhan Khusus untuk Kelahiran Adik

 

Ditulis oleh : Muna Fitria

Sumber

  1. psychologicalscience.org/members/apssc/underraduate_update/marriage-and-academia-finding-the-balance-between-marriage-school-and-life
  2. https://www.lifehack.org/334286/10-reasons-why-having-your-babies-young-age-awesome
  3. Atika Mafaza. 2019. Dinamika Menikah Saat Masih Kuliah (Studi Fenomenologis Pernikahan pada Mahasiswi yang Masih Aktif Kuliah). eprints.undip.ac.id

Komentar

Instagram Mommy.101

TestiMommy

Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image

Rentang kelahiran kedua yang cukup jauh, membuat saya sedikit lupa beberapa hal tentang parenting dan pengasuhan bayi. Informasi di website Mommy101 sangat membantu saya mengingat lagi semuanya. Terima kasih.

Eva, Mommy Lubna & Fadlan

New mom, young mom, senior mom, semua mommy wajib punya buku ini karena isinya sangat informatif, menarik, jelas dan padat, tidak ada lagi bingung-bingung soal perawatan bayi yaa moms.

Irsalina, mommy Aubrey dan Arsyila

Sebuah referensi terpercaya untuk ibu dan calon ibu. Sangat bermanfaat untuk panduan sehari-hari.

Mommy Fivi

Di Mommy 101 dari info yg basic sampe yg advanced ada semuah, bener-bener helpful buat first timer Mommy kaya aku. Sempet lupa minum folat acid, untung baca Mommy 101 jadi langsung gercep ambil n telen biar babyku tumbuh sehat. Makasi Mommy 101!

Jessica, Hamil 2 Bulan

Senang ketemu website Mommy101 yang lengkap banget infomasinya. Penyampaiannya ringan, menarik, dan mudah dipahami. Tapi tentu dengan sumber-sumber yang credible (bisa check di refrensinya). Thank you Mommy 101 for making our parenting tasks so much easier.

Sarah, Mommy Shifa