Pra Kehamilan

Penting! Cara Menghitung Masa Subur Wanita dan Tips Perencanaan Kehamilan

Merencanakan kehamilan? kenali ovulasi dan tanda-tandanya, masa subur dan perhitungannya. Selengkapnya disini.

Pengertian Masa Subur

  • Masa subur merupakan suatu periode dalam siklus menstruasi seorang wanita. Oleh karena itu, kejadian masa subur sangat dipengaruhi oleh panjang pendeknya siklus menstruasi dan umumnya berlangsung sebulan sekali.

  • Masa subur sering kali disamakan dengan ovulasi. Keduanya memang sama-sama memengaruhi terjadinya kehamilan, tetapi ada perbedaan mendasar yang perlu Mommy ketahui.

 

Ovulasi Adalah

Proses pelepasan sel telur yang telah matang dari indung telur (ovarium) ke tuba falopi, saluran berbentuk tabung yang menghubungkan antara indung telur dan rahim, yang terletak di sisi kanan dan kiri rahim.

 

Proses Ovulasi

  • Setiap bulannya, terdapat 15-20 sel telur yang terpilih untuk menjalani proses pematangan.

  • Namun, saat ovulasi, umumnya hanya ada satu sel telur yang paling matang yang akan dilepas oleh indung telur untuk dapat dibuahi.

  • Sel telur ini dapat bertahan hidup maksimal selama 24 jam, yang artinya Mommy hanya perlu waktu 24 jam ini untuk dapat hamil. Apabila 24 jam ini berlalu, Mommy harus menunggu siklus menstruasi berikutnya untuk kembali berovulasi.

  • Kejadian ovulasi berbeda-beda dari satu siklus mentruasi ke siklus menstruasi berikutnya. Namun, umumnya, ovulasi akan terjadi antara hari ke-12-16 sebelum siklus menstruasi berikutnya

  • Ini berarti, dalam siklus menstruasi 28 hari, ovulasi akan terjadi di sekitar hari ke-14.

 

Masa Subur Wanita

  • Masa subur adalah periode ketika sperma dan sel telur dapat hidup dalam sistem reproduksi wanita. Oleh karena itu, masa subur berakhir dalam 24 jam setelah ovulasi terjadi.

  • Namun, dikarenakan sperma dapat hidup dalam tubuh Mommy selama maksimal tujuh hari, masa subur pun diperkirakan berawal pada 5-6 hari sebelum ovulasi.

 

Masa Subur Setelah Haid

  • Umumnya, masa subur diperkirakan berlangsung antara hari ke-10-17 setelah hari pertama menstruasi. Ingat, ini adalah perkiraan untuk siklus menstruasi 28 hari dengan memperkirakan kemungkinan adanya perbedaan hari terakhir menstruasi dalam setiap siklus.

 

Tanda Masa Subur

Meskipun umumnya terjadi pada 12-16 hari sebelum siklus menstruasi berikutnya, ovulasi dapat dikenali dari tanda-tanda berikut:

1. Merasa Lebih Bergairah

Biasanya, ketika Mommy sedang mengalami ovulasi, keinginan untuk melakukan hubungan seks meningkat.

Mommy akan merasa lebih menarik dan, tanpa disadari, tubuh Mommy akan mengeluarkan wangi berbeda secara alami, yang dapat memikat pasangan.

Meningkatnya gairah seks ini juga menandai kesiapan tubuh untuk melakukan reproduksi.

2. Keluarnya Cairan Bening Seperti Putih Telur

Pada saat ovulasi, vagina akan mengeluarkan cairan bening yang mirip dengan putih telur.

Berbeda dengan keputihan, cairan ini lebih cair sehingga mempermudah masuknya sperma ke dalam tuba falopi untuk bertemu dengan sel telur.

Pada saat-saat seperti inilah proses pembuahan dapat berlangsung dengan maksimal.

3. Adanya Sedikit Bercak Kecokelatan

Bercak kecokelatan ini muncul dikarenakan folikel telur pecah dan melepaskan sel telur yang matang ke tuba falopi.

Jadi, jika Mommy mengeluarkan cairan bening yang disertai dengan bercak kecokelatan, kemungkinan besar Mommy sedang berovulasi.

4. Peningkatan Suhu Basal Tubuh

Ovulasi dapat meningkatkan suhu basal tubuh, yaitu suhu tubuh pada saat Mommy beristirahat.

Mommy bisa mengukur suhu basal tubuh menggunakan termometer khusus. Dengan mengetahui perubahan pada suhu basal, Mommy dapat memprediksi kapan ovulasi terjadi.

5. Nyeri pada Bagian Payudara

Peningkatan hormon progesteron pada saat evolusi dapat menyebabkan payudara menjadi lebih lunak dan sensitif selama ovulasi.

Mommy bahkan dapat mengalami nyeri payudara, mirip seperti nyeri payudara saat pramenstruasi, tepat di saat masa ovulasi.

6. Perut Bagian Bawah Terasa Sakit

Salah satu tanda ovulasi yang paling membuat Mommy merasa tidak nyaman adalah kram atau nyeri perut bagian bawah.Biasanya, durasinya tidak lama, mulai dari beberapa menit hingga beberapa jam.

Namun, jika sakitnya terasa luar biasa, segeralah berkonsultasi ke dokter, karena kram tersebut bisa jadi merupakan gejala infertilitas.

7. Perut Terasa Kembung

Saat ovulasi, perut Mommy bisa terasa kembung secara tiba-tiba.Hal ini disebabkan adanya retensi air akibat meningkatnya kadar estrogen dalam tubuh.

Retensi air adalah respons tubuh terhadap perubahan hormon, lingkungan, atau penyakit, yang dapat menyebabkan kembung hingga penambahan berat badan.

Namun, Mommy tidak perlu khawatir karena kondisi ini akan menghilang begitu saja.

8. Sakit Kepala dan mual

Mendekati masa ovulasi, Mommy dapat mengalami sakit kepala atau migrain dan mual. Kondisi ini disebabkan oleh adanya perubahan hormon dalam tubuh.

9. Perubahan posisi dan kelunakan Leher rahim

Leher rahim akan mengalami beberapa perubahan ketika Mommy berovulasi untuk mempersiapkan kedatangan sperma dan memeberikan peluang terbaik pada sel telur untuk dibuahi.

Saat tidak berovulasi, leher rahim terasa lebih rendah, keras (seperti ujung hidung) dan kering. Sedangkan saat berovulasi, leher rahim akan terasa lebih lunak, tinggi, terbuka, dan basah.

10. Lebih Sensitif

Ovulasi juga ditandai dengan peningkatan sensitivitas indra, terutama indra penciuman.

Mommy akan merasa indra penciuman menjadi lebih tajam dibanding sebelumnya, apalagi jika peningkatan sensitivitas ini terjadi setelah masa menstruasi berakhir.

 

Baca Juga : Daftar Makanan yang Dilarang Untuk Program Hamil

 

Menghitung Masa Subur

Mommy dapat memperkirakan sendiri masa subur Mommy. Tiga hal penting yang perlu Mommy ingat adalah:

  • Sel telur matang hanya dapat hidup selama 12-24 jam

  • Sperma dapat hidup dalam tubuh Mommy maksimal 7 hari

  • Ovulasi umumnya terjadi antara hari ke-12-16 sebelum periode menstruasi berikutnya

Kemudian, Mommy dapat menghitung masa subur dengan rumus berikut:

  • Ketahui siklus terpendek Mommy. Misalnya: 25 hari. Kurangi angka ini dengan 18. Hasilnya: 7. Angka ini adalah hari pertama masa subur.

  • Ketahui siklus terpanjang Mommy. Misalnya: 28 hari. Kurangi angka ini dengan 11. Hasilnya: 17. Angka ini adalah hari terakhir masa subur.

  • Berdasarkan rumus tersebut, jika siklus rata-rata menstruasi Mommy adalah 25–28 hari, masa subur Mommy adalah pada hari ke-7 -17 setelah hari pertama menstruasi.

Idealnya, analisis siklus menstruasi terpendek dan terpanjang Mommy dilakukan setidaknya selama 8 bulan.

 

Baca Juga: Jenis dan Jumlah Kebutuhan Vitamin untuk Program Hamil

 

Merencanakan Kehamilan

Memahami fakta-fakta ovulasi di atas dapat membantu upaya Mommy dalam merencanakan kehamilan.

1. Agar Dapat Hamil, Mommy Harus Berhubungan Intim Sebelum Berovulasi

Sperma dapat hidup dalam rahim Mommy hingga 7 hari. Namun, sel telur yang matang harus dibuahi dalam waktu 12 sampai 24 jam setelah dilepaskan oleh ovarium pada saat ovulasi.

Sebaiknya, ketika ovulasi terjadi,  sperma dalam kondisi siap dan menunggu kedatangan sel telur.

Oleh karena itu, tanda-tanda ovulasi umumnya muncul beberapa hari sebelum ovulasi terjadi. Dan, dua hingga empat hari sebelum ovulasi adalah masa paling subur Mommy.

2. Ovulasi Meningkatkan Gairah Mommy dan Suami

Mungkin Mommy sering bertanya-tanya mengapa gairah seks Mommy naik turun sepanjang bulan.

Nah, ini dikarenakan libido Mommy akan meningkat ketika Mommy berada dalam masa paling subur. Jadi, jika Mommy menginginkan kehamilan, dengarkan dan ikutilah kemauan tubuh Mommy.

3. Tubuh Mommy Tidak Menciptakan Sel Telur Baru Setiap Bulannya

Saat haid, indung telur mengeluarkan sekitar 1000 sel telur. Namun, sel telur ini tidak diproduksi oleh tubuh setiap bulannya.

Sebagai wanita, Mommy sudah dibekali dengan sekitar 2 juta sel telur sedari lahir. Sel telur inilah yang ada dalam tubuh Mommy hingga menopause.

Dengan semakin bertambahnya usia, sel telur tidak hanya semakin sedikit tetapi stabilitas genetiknya pun menurun.

Oleh karena itu, saat berada di atas usia 35 tahun, risiko Mommy untuk mengalami keguguran, infertilitas, dan melahirkan bayi yang menderita gangguan genetik pun meningkat.

4. Kesehatan Fisik dan Mental Mommy Memengaruhi Ovulasi dan Calon Janin

Sel telur Mommy akan mengalami pematangan beberapa minggu sebelum dilepaskan oleh indung telur.

Sebelum dan selama proses pematangan ini, pola hidup Mommy akan memengaruhi kondisi kesehatan sel telur. Dengan kata lain, pola hidup Mommy dapat memengaruhi kemampuan Mommy untuk dapat hamil dan menjaga kehamilan, serta kesehatan calon bayi.

Oleh karenanya, Mommy dianjurkan untuk mengonsumsi aam folat sebelum merencanakan pembuahan. Asupan asam folat yang mencukupi dapat mencegah keguguran dan cacat lahir pada bayi.

5. Wanita yang Mengalami Menstruasi Belum Tentu Berovulasi

Mommy yang mengalami anovulasi, atau tidak terlepasnya sel telur dari indung telur untuk dapat dibuahi, umumnya memiliki siklus haid yang tidak teratur.

Terkadang hanya sedikit dan sebentar, dan terkadang deras dan lama. Bahkan, bisa saja siklus menstruasi tidak datang selama beberapa bulan.

Bila ini yang terjadi, sebaiknya Mommy berkonsultasi ke dokter ketika merencanakan kehamilan.

Namun, Mommy yang memiliki siklus menstruasi normal pun dapat mengalami anovulasi. Hal ini dikarenakan adanya kondisi yang menganggu kadar hormon atau merusak ovarium.

6. Wanita yang Berovulasi Belum Tentu Mengalami Menstruasi

Mommy yang tidak Mengalami menstruasi dikarenakan beberapa kondisi tertentu, seperti berat badan rendah, menyusui, perimenopause, tetap memiliki peluang untuk hamil karena ovulasi dapat mulai lagi kapan pun juga.

7. Kehamilan Tidak Selalu Terjadi Meskipun Mommy Berovulasi

Ovulasi yang sehat adalah kunci kehamilan. Tidak hanya sel telur Mommy harus siap dibuahi, sperma suami pun harus dapat menjangkau sel telur. Ini berarti, sperma harus sehat dan kuat, begitu juga tuba falopi harus dalam kondisi sehat dan tidak ada yang menghalangi.

Selain itu, embrio yang sudah dibuahi juga membutuhkan lingkungan yang baik untuk menempel dan berkembang.

Oleh karenanya, Mommy juga harus memiliki kondisi rahim yang sehat.

8. Implantasi Telur yang Telah Dibuahi Memakan Waktu 6-12 Hari Setelah Ovulasi

Jika sperma dan sel telur bertemu di tuba falopi, terjadilah pembuahan.

Setelah dibuahi, sel telur akan mengubah diri sehingga tidak ada lagi sperma lain yang bisa masuk. Telur yang telah dibuahi (zigotz) akan berdiam di tuba falopi selama 3-4 hari.

Selama waktu tersebut, zigot akan membelah diri (embrio) dengan cepat mejadi banyak sel. Setelah itu, embrio bergerak perlahan menuju rahim sambil terus membelah diri.

Ketika sampai di rahim, 3 sampai 9 hari kemudian, embrio akan menempel dan tertanam dalam dinding rahim, atau yang disebut implantasi.

Selain, menghitung masa subur, Mommy dapat berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk menemukan jalan terbaik dan teraman dalam merencanakan kehamilan.

 

Baca Juga : Ketahui Posisi dan Cara Berhubungan Suami Istri Ini Agar Cepat Hamil.

 

Ditulis oleh : Ratri Medya

Komentar

Instagram Mommy.101

TestiMommy

Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image

Rentang kelahiran kedua yang cukup jauh, membuat saya sedikit lupa beberapa hal tentang parenting dan pengasuhan bayi. Informasi di website Mommy101 sangat membantu saya mengingat lagi semuanya. Terima kasih.

Eva, Mommy Lubna & Fadlan

New mom, young mom, senior mom, semua mommy wajib punya buku ini karena isinya sangat informatif, menarik, jelas dan padat, tidak ada lagi bingung-bingung soal perawatan bayi yaa moms.

Irsalina, mommy Aubrey dan Arsyila

Sebuah referensi terpercaya untuk ibu dan calon ibu. Sangat bermanfaat untuk panduan sehari-hari.

Mommy Fivi

Di Mommy 101 dari info yg basic sampe yg advanced ada semuah, bener-bener helpful buat first timer Mommy kaya aku. Sempet lupa minum folat acid, untung baca Mommy 101 jadi langsung gercep ambil n telen biar babyku tumbuh sehat. Makasi Mommy 101!

Jessica, Hamil 2 Bulan

Senang ketemu website Mommy101 yang lengkap banget infomasinya. Penyampaiannya ringan, menarik, dan mudah dipahami. Tapi tentu dengan sumber-sumber yang credible (bisa check di refrensinya). Thank you Mommy 101 for making our parenting tasks so much easier.

Sarah, Mommy Shifa