Pra Kehamilan

Penyebab Kualitas Sperma Kurang Baik dan Cara Memperbaiki

Kualitas sperma yang baik meningkatkan peluang kehamilan. Apa saja kriteria sperma yang baik dan bagaimana cara meningkatkannya? Selengkapnya baca di sini

Kualitas sperma sangat erat kaitannya dengan kesuburan pria meskipun bukan menjadi satu-satunya faktor penyebab infertilitas pada pria. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kualitas sperma yang baik.

 

Proses pembentukan sperma

  • Sebelum membahas lebih jauh tentang kualitas sperma, kita perlu mengenal terlebih dahulu bagaimana proses pembentukan sperma. Proses pembentukan dan pematangan sel sperma disebut dengan spermatogenesis.

  • Produksi dan pematangan sel sperma terjadi di testis, selanjutnya sperma akan berpindah ke epididimis agar dapat matang sepenuhnya. Proses pembentukan dan pematangan sel sperma membutuhkan waktu ± 11 minggu.

  • Proses ini merupakan proses yang kompleks dan memerlukan dukungan organ reproduksi dan hormon yang dapat berfungsi secara normal serta dukungan nutrisi seperti asam amino dan vitamin. Agar diperoleh sel sperma dengan kualitas baik spermatogenesis harus terhindar dari oksidatif stres yang dapat mengganggu perkembangan dan pematangan sel sperma.

 

Baca Juga: Infertilitas pada Pria | Gejala, Penyebab dan Kapan Harus ke Dokter

 

Kriteria kualitas sperma yang baik

Kualitas sperma yang baik ditentukan oleh 4 hal, yaitu:

  • Jumlah sperma

Seorang pria dikatakan subur ketika cairan semen yang keluar saat ejakulasi mengandung setidaknya 20 juta sperma/mililiter dalam satu kali ejakulasi.

Jumlah sperma yang terlalu sedikit tentunya menyebabkan peluang kehamilan semakin rendah karena semakin sedikit pula sperma yang dapat membuahi sel telur.

Kondisi dimana jumlah sperma terlalu sedikit disebut dengan oligospermia, sedangkan kondisi cairan semen yang tidak mengandung sperma sama sekali disebut dengan azoospermia.

  • Gerakan

Sperma harus dapat bergerak/ berenang melewati leher rahim, rahim, dan tuba falopi hingga akhirnya bertemu dan membuahi sel telur. Pada pria yang subur setidaknya 40% dari sperma yang dikeluarkan dapat bergerak menuju sel telur.

  • Bentuk

Sperma normal memiliki bentuk kepala oval dan ekor yang panjang. Bagian kepala mengandung materi DNA, sedangkan ekor berfungsi untuk menggerakkan sperma.

Meskipun bentuk sperma tidak sepenting faktor jumlah dan gerakan, namun semakin banyak sperma dengan bentuk normal maka semakin tinggi pula tingkat kesuburan seorang pria.

  • Usia

Umumnya sperma dapat bertahan hidup hingga 5 hari di dalam saluran reproduksi wanita. Sperma dapat dianggap tidak normal ketika usianya sangat pendek.

Selain 4 kriteria sperma di atas, kesuburan seorang pria juga dilihat dari volume cairan semen yang dikeluarkan saat ejakulasi. Normalnya volume cairan semen yang keluar setidaknya  2 ml untuk satu kali ejakulasi.

 

Jenis pemeriksaan untuk mengetahui kualitas sperma

Kualitas sperma dapat diketahui melalui pemeriksaan:

  • Analisis cairan semen

Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sampel cairan semen lalu diperiksa dengan bantuan mikroskop untuk melihat jumlah, bentuk, dan pergerakan sperma. Selain melihat karakteristik sperma, analisis semen juga dilakukan untuk mengukur volume cairan semen.

  • Pemeriksaan darah

Bila hasil analisis cairan semen menunjukkan jumlah sperma terlalu sedikit kemungkinan dokter akan melanjutkan pemeriksaan darah untuk mendeteksi adanya gangguan hormon atau infeksi.

Pemeriksaan darah akan mengukur kadar Follicle Stimulating Hormon (FSH), luteinizing hormon (LH), dan prolaktin. FSH berperan untuk memproduksi sperma; sedangkan LH berperan untuk pembentukan hormon testosterone.

 

Penyebab kualitas sperma yang kurang baik2,3

Faktor atau kondisi yang dapat mengganggu kualitas sperma antara lain:

  • Varikokel

Varikokel adalah pembengkakan pembuluh darah vena pada testis. Masih belum diketahui secara pasti alasan mengapa varikokel dapat menyebabkan penurunan kualitas sperma, namun hal ini mungkin berkaitan dengan regulasi suhu testis yang tidak normal.

Suhu testis memang lebih rendah ±2⁰C dibanding suhu tubuh untuk mendukung proses spermatogenesis. Varikokel menjadi penyebab infertilitas pada pria yang bersifat reversibel, artinya ketika kondisi varikokel sudah ditangani dengan tepat maka kualitas sperma akan menjadi baik.

  • Infeksi

Beberapa jenis infeksi dapat mengganggu produksi dan kesehatan sperma karena menimbulkan jaringan parut yang menghalangi keluarnya sperma. Contohnya adalah infeksi menular seksual seperti gonorrhea atau HIV serta infeksi yang menyebabkan peradangan pada epididimis (epididimitis) atau pada testis (orkitis).

  • Gangguan ejakulasi

Ejakulasi terbalik (retrograde ejaculation) merupakan kondisi ketika cairan semen yang seharusnya keluar melalui ujung penis justru masuk ke kandung kemih saat orgasme dan akan keluar saat buang air kecil.

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan ejakulasi terbalik adalah penyakit Diabetes Mellitus, cedera tulang belakang, efek samping penggunaan obat golongan alfa bloker, serta operasi pada kandung kemih, prostat, atau uretra.

  • Antibodi yang menyerang sperma

Normalnya antibodi bekerja untuk melawan mikroorganisme penyebab infeksi, namun adanya gangguan sistem imun menyebabkan antibodi justru salah mengenali sperma sehingga sperma akan dihancurkan karena dianggap membahayakan tubuh.

  • Ketidakseimbangan hormon

Hormon yang diperlukan pada proses spermatogenesis dihasilkan oleh hipotalamus, hipofisis, dan testis. Adanya gangguan keseimbangan hormon akan mengganggu produksi sperma.

  • Cacat kromosom

Penyakit bawaan seperti sindrom Klinefelter yaitu kondisi ketika seorang laki-laki dilahirkan dengan dua kromosom X dan satu kromosom Y, bukan satu X dan satu Y akan menyebabkan perkembangan abnormal pada organ reproduksi pria.

Sindrom genetik lain yang terkait dengan infertilitas termasuk cystic fibrosis, sindrom Kallmann, dan sindrom Kartagener.

  • Paparan bahan kimia

Paparan bahan kimia seperti toluen, benzen, pestisida, herbisida, pelarut organik atau bahan pewarna dalam jangka panjang dapat memengaruhi jumlah sperma.

  • Paparan radiasi

Paparan radiasi dapat mengurangi produksi sperma. Bila terpapar radiasi dosis tinggi produksi sperma dapat terhenti secara permanen.

  • Suhu testis terlalu panas

Peningkatan suhu pada testis dapat mengganggu produksi dan fungsi sperma. Duduk dalam waktu lama, mengenakan pakaian ketat atau bekerja di depan komputer/laptop dalam waktu yang lama juga dapat meningkatkan suhu testis dan sedikit mengurangi produksi sperma.

  • Konsumsi alkohol berlebihan

Alkohol dapat menurunkan hormon testosterone dan menurunkan produksi sperma.

  • Merokok

Pria yang merokok kemungkinan memiliki jumlah sperma yang lebih sedikit daripada mereka yang tidak merokok.

  • Stres

Stres berkepanjangan termasuk stres karena mengkhawatirkan infertilitas dapat memengaruhi hormon yang dibutuhkan pada produksi sperma.

 

Gaya hidup untuk mendukung kualitas sperma yang baik

Berikut ini adalah gaya hidup yang perlu dilakukan untuk mendapatkan kualitas sperma yang baik:

  • Menjaga berat badan ideal

Beberapa penelitian menyatakan bahwa peningkatan body mass index (BMI) dapat menurunkan jumlah sperma dan mengganggu kemampuan sperma untuk bergerak.

  • Konsumsi makanan sehat

Perbanyak makanan yang kaya akan antioksidan seperti buah dan sayur akan meningkatkan kesehatan sperma.

  • Mencegah infeksi menular seksual

Pencegahan dilakukan dengan tidak berganti-ganti pasangan untuk berhubungan seksual serta penggunaan kondom.

  • Aktif secara fisik

Berolahraga akan meningkatkan kualitas sperma, mengurangi stres, dan menyeimbangkan hormon yang diperlukan pada proses spermatogenesis

  • Menghindari konsumsi rokok dan alcohol

 

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apakah sering masturbasi akan menurunkan kualitas sperma?

Sering melakukan masturbasi tidak akan menurunkan kualitas sperma. Menurut penelitian yang menguji kualitas sperma yang diambil setiap hari selama 2 minggu menunjukkan bahwa parameter kualitas seperti motilitas dan bentuk sperma hampir tidak mengalami perubahan, namun volume cairan semen dan total jumlah sperma semakin menurun bila dibandingkan dengan sampel cairan semen pada hari pertama pengambilan.

 

Vitamin apa yang perlu dikonsumsi untuk meningkatkan kualitas sperma?

Beberapa jenis vitamin yang berperan meningkatkan kualitas sperma antara lain:

  • Asam amino L-arginine terbukti meningkatkan jumlah dan motilitas (kemampuan bergerak) sperma

  • Asam amino L-carnitine dapat meningkatkan konsentrasi dan motilitas sperma

  • Vitamin D dapat memperbaiki jumlah, motilitas dan bentuk sperma

  • Asam folat dapat meningkatkan jumlah, motilitas, dan bentuk sperma

  • Zink berperan meningkatkan daya tahan tubuh. Kombinasi zink dan asam folat secara signifikan meningkatkan jumlah sperma

  • Selenium yang dikombinasi dengan vitamin E dapat meningkatkan motilitas sperma

Kualitas sperma yang baik harus dijaga dengan menghindari faktor risiko yang menurunkan kualitas sperma serta menerapkan gaya hidup yang baik.

 

Baca Juga: Daftar Makanan Wajib untuk Meningkatkan Kesuburan Pria

 

Ditulis oleh : apt. Silvia Dwi Puspa Susanti, S.Farm.

Sumber

  1. Healthy sperm: Improving Your Fertility. [Internet]. Tersedia dalam: https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/getting-pregnant/in-depth/fertility/art-20047584
  2. American Pregnancy Association. Male Infertility: Causes, Treatment and Prevention. [Internet]. Tersedia dalam: https://americanpregnancy.org/gettingpregnant/infertility/male-infertility-70975
  3. Low Sperm Count. [Internet]. Tersedia dalam: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/low-sperm-count/symptoms-causes/syc-20374585
  4. Menfertility The Home of Men Fertility. The Sperm Development Process Takes 3 Months- Explanations and Implications. [Internet]. Tersedia dalam: https://menfertility.org/the-sperm-development-process-takes-3-months/
  5. Menfertility The Home of Men Fertility. Male Fertility Yoga Poses and Benefits. [Internet]. Tersedia dalam: https://menfertility.org/male-fertility-yoga-poses-and-effects/
  6. Mayorga, B., et al., 2015, Influence of Ejaculation Frequency on Seminal Parameters, Reproductive Biology and Endocrinology, Vol 13:47.

Komentar

Instagram Mommy.101

TestiMommy

Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image

Rentang kelahiran kedua yang cukup jauh, membuat saya sedikit lupa beberapa hal tentang parenting dan pengasuhan bayi. Informasi di website Mommy101 sangat membantu saya mengingat lagi semuanya. Terima kasih.

Eva, Mommy Lubna & Fadlan

New mom, young mom, senior mom, semua mommy wajib punya buku ini karena isinya sangat informatif, menarik, jelas dan padat, tidak ada lagi bingung-bingung soal perawatan bayi yaa moms.

Irsalina, mommy Aubrey dan Arsyila

Sebuah referensi terpercaya untuk ibu dan calon ibu. Sangat bermanfaat untuk panduan sehari-hari.

Mommy Fivi

Di Mommy 101 dari info yg basic sampe yg advanced ada semuah, bener-bener helpful buat first timer Mommy kaya aku. Sempet lupa minum folat acid, untung baca Mommy 101 jadi langsung gercep ambil n telen biar babyku tumbuh sehat. Makasi Mommy 101!

Jessica, Hamil 2 Bulan

Senang ketemu website Mommy101 yang lengkap banget infomasinya. Penyampaiannya ringan, menarik, dan mudah dipahami. Tapi tentu dengan sumber-sumber yang credible (bisa check di refrensinya). Thank you Mommy 101 for making our parenting tasks so much easier.

Sarah, Mommy Shifa