Pra Kehamilan

Fakta-Fakta Wanita Usia Subur dan Peluang Hamil

Peluang wanita usia subur untuk hamil tergantung berbagai hal. Misalnya usia. Simak ulasan lengkapnya di sini.

Usia subur

Usia subur wanita merupakan usia reproduksi atau usia produktif. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), yang tergolong usia subur adalah 15 hingga 49 tahun.

Wanita yang rentang usianya 15 hingga 49 tahun dianggap memiliki organ reproduksi yang telah berfungsi dengan baik. Dengan begitu, kehamilan mungkin terjadi.

Namun, masa subur wanita sangat bergantung pada usia. Semakin tua usianya, kesuburannya rentan berkurang.

Apalagi di usia menjelang menopause. Karena kesuburan berkurang, peluang hamil pun menjadi semakin kecil.

 

Sel Telur

Jumlah jumlah sel telur menurun seiring bertambahnya usia wanita. Pada saat janin, terdapat sekitar 6 juta hingga 7 juta sel telur. Setelah itu, tidak ada lagi sel telur baru yang diproduksi.3

Pada saat anak perempuan lahir, tersisa sekitar satu juta sel telur. Sedangkan ketika pubertas, sel telur yang tersisa hanya 300 ribu saja. Selama masa reproduksi wanita, hanya 300 hingga 400 sel telur saja yang akan diovulasi.

Yuk, kita lihat kondisi wanita usia subur di usia 20, 30, dan 40 tahun.

 

Kesuburan Wanita di Usia 20 Tahun2

Puncak kesuburan seorang wanita adalah antara akhir usia remaja hingga akhir usia 20-an. Karena itu American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menyebut pada pasangan sehat usia 20-an, sekitar 1 dari 4 wanita akan hamil dalam satu siklus menstruasi.

Di usia 20 tahun, jumlah sel telur yang berkualitas perada di puncaknya. Mengingat jumlah dan kualitas sel telur menurun seiring usia, kehamilan berisiko juga lebih rendah di usia ini.

Demikian pula risiko melahirkan bayi dengan kelainan kromosom juga lebih kecil. Catatan ACOG, wanita yang berusia 20 tahun memiliki risiko 1 dari 1.480 untuk melahirkan bayi dengan Down syndrome.

Kehamilan bukan semata fisik saja yang harus siap, tetapi juga mental. Sebaiknya wanita 20 tahun tetap berkonsultasi ke dokter sebelum merencanakan kehamilan.

 

Kesuburan Wanita di Usia 30 Tahun

Fekunditas atau kemampuan bereprodusi berangsur-angsur menurun di usia 30-an. Penurunan biasanya dimulai di usia 32 tahun dan secara drastis terjadi setelah usia 37 tahun.

Laporan di Jurnal of Human Reproductive Science, tingkat kemampuan bereprodusi secara alami setiap bulan yaitu sekitar 25 persen pada wanita usia 20 – 30 tahun.

Angka ini menurun hingga di bawah 10 persen pada wanita di atas usia 35 tahun.4Wanita usia 30 tahun memiliki peluang 20 persen untuk hamil.

Artinya, setiap 100 wanita usia subur 30 tahun yang mencoba hamil dalam 1 siklus menstruasi, 20 akan berhasil. Sedangkan 80 lainnya harus mencoba lagi.

Dengan usia yang semakin bertambah, risiko kromoson yang tidak normal dalam sel telur juga meningkat. Data ACOG, wanita yang berusia 30 tahun memiliki risiko 1 dari 940 untuk melahirkan bayi dengan Down syndrome. Sedangkan pada wanita usia 35 tahun adalah 1 dari 353.2

 

Baca Juga : Infertilitas pada Wanita | Tanda, Penyebab dan Faktor Risiko

 

Kesuburan Wanita di Usia 40 Tahun

Ketika usia semakin bertambah, masalah terkait kesuburan lebih rentan dihadapi. Bukan saja karena jumlah dan kualitas sel telur yang menurun.

Namun juga karena munculnya kondisi yang memengaruhi kesuburan, seperti endometriosis.

Peluang kehamilan wanita berusia 40 tahun adalah kurang dari 5 persen dalam satu siklus menstruasi. Artinya dari 100 wanita usia 40 tahun yang mencoba hamil dalam sebulan, kurang dari 5 persen yang berhasil.5

Angka ini tidak hanya berlaku bagi yang mencoba konsepsi alami. Bahkan berlaku juga untuk konsepsi menggunakan perawatan kesuburan, termasuk bayi tabung.

Wanita yang hamil di usia akhir 30-an atau 40-an memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi. Komplikasi ini dapat memengaruhi kesehatan wanita tersebut maupun janinnya.

Apalagi wanita yang lebih tua cenderung memiliki lebih banyak masalah kesehatan sebelum hamil dibandingkan wanita yang lebih muda. Misalnya, tekanan darah tinggi.

Ini kondisi yang umum seiring bertambahnya usia, tetapi bisa meningkatkan risiko preeklamsia.

Mengingat risiko kromoson tidak normal dalam sel telur meningkat, wanita berusia 40 tahun memiliki risiko 1 dari 85 memiliki bayi dengan Down Syndrome. Angka ini meningkat jadi 1 dari 35 ketika hamil di usia 45 tahun.2

Akan tetapi di usia 35-40 tahun, biasanya seorang wanita lebih matang dan dewasa. Kemapanan sosial ekonomi juga membuatnya lebih percaya diri menjadi ibu.

Mendapatkan kehamilan sehat di usia ini tetap bisa dilakukan. Meski pun harus menjalani berbagai macam skrining dan monitoring ketat dari dokter.

 

Kesuburan Pria6

Lalu bagaimana dengan pria, apakah kesuburannya juga menurun seiring usia? Pria tidak dibekali sperma sejak dalam kandungan.

Sehingga sperma tidak disimpan dalam tubuh, melainkan selalu diproduksi baru.

 

Motilitas

Beberapa studi tentang motilitas atau gerak sperma konsisten menunjukkan penurunan seiring bertambahnya usia. Demikian dikutip dari laporan yang dipublikasikan di Reviews in Urology tahun 2011.

Laporan tersebut menyebut usia menyebabkan penurunan fungsi kelenjar testikular. Akan tetapi penurunan ini tidak drastis. Sekitar 0,17 hingga 0,6 persen per tahun.

 

Volume

Volume mani juga cenderung turun ketika usia pria semakin tua. Namun, penelitian mengungkap perubahan ini sangat kecil yakni 0,15 hingga 0,2 persen per tahun.

Sementara itu, ukuran testis relatif tidak berubah sampai seorang pria berusia 80 tahun. Di tahun itu, volume testis lebih rendah 31 persen dibandingkan pria berusia 18 hingga 40 tahun.

 

Kadar Testosteron

Kadar testosteron juga menurun seiring bertambahnya usia. Kondisi ini disebut andropause. Nah, penurunan umumnya dimulai pada usia 40 tahun. Akibat turunnya testosteron adalah penurunan libido, ejakulasi dini, atau kesulitan mencapai ejakulasi.

Penurunan kualitas sperma yang sedikit dari tahun ke tahun umumnya tidak terlalu menjadi masalah. Apalagi jika usia masih di bawah 60 tahun.

Selama tidak ada masalah, tak ada usia maksimum seorang pria bisa membuahi pasangannya. Apabila kesehatan dan kebugaran selalu dijaga, fungsi reproduksi atau seksual bakal lebih prima.

Sekarang kita sudah lebih memahami wanita usia subur di berbagai level usia, juga tentang kesuburan pria. Semoga bisa menjadi bekal saat hendak merencanakan kehamilan.

 

Baca Juga : Ingin Punya Anak? Berikut 7 Cara Cepat Hamil yang Dapat Dilakukan

 

Ditulis oleh : Nurvita Indarini

Komentar

Instagram Mommy.101

TestiMommy

Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image
Slide Image

Rentang kelahiran kedua yang cukup jauh, membuat saya sedikit lupa beberapa hal tentang parenting dan pengasuhan bayi. Informasi di website Mommy101 sangat membantu saya mengingat lagi semuanya. Terima kasih.

Eva, Mommy Lubna & Fadlan

New mom, young mom, senior mom, semua mommy wajib punya buku ini karena isinya sangat informatif, menarik, jelas dan padat, tidak ada lagi bingung-bingung soal perawatan bayi yaa moms.

Irsalina, mommy Aubrey dan Arsyila

Sebuah referensi terpercaya untuk ibu dan calon ibu. Sangat bermanfaat untuk panduan sehari-hari.

Mommy Fivi

Di Mommy 101 dari info yg basic sampe yg advanced ada semuah, bener-bener helpful buat first timer Mommy kaya aku. Sempet lupa minum folat acid, untung baca Mommy 101 jadi langsung gercep ambil n telen biar babyku tumbuh sehat. Makasi Mommy 101!

Jessica, Hamil 2 Bulan

Senang ketemu website Mommy101 yang lengkap banget infomasinya. Penyampaiannya ringan, menarik, dan mudah dipahami. Tapi tentu dengan sumber-sumber yang credible (bisa check di refrensinya). Thank you Mommy 101 for making our parenting tasks so much easier.

Sarah, Mommy Shifa